Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT STRESS KERJA GURU DI SEKOLAH INKLUSI Uluwiyya, Rahma; Sriati, Aat; Kosim, Kosim
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2683

Abstract

Guru pada pendidikan inklusi memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan guru pada sekolah umum karena harus berinteraksi langsung baik dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) maupun Anak reguler yang tentunya memiliki perbedaan karakteristik. Guru memerlukan pengetahuan dan kemampuan khusus untuk menangani, mengajar dan membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk guru sekolah inklusi yang dapat meningkatkan tingkat stres kerja.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran tingkat stres kerja guru di sekolah inklusi berdasarjan karakteristik responden. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini merupakan 73 guru di SD Hikmah teladan dengan penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Teacher Stres Inventory (TSI) untuk mengukur tingkat stres kerja guru. Hasil dari penelitian ini ialah sebagian besar guru di sekolah inklusi SD Hikmah teladan mengalami stres kerja dengan distribusi kategori sebagai berikut. Terdapat 38,4% guru mengalami stres sedang, 28,8% mengalami stres tinggi, dan 1,4% responden mengalami stres yang sangat tinggi. Namun terdapat pula responden yang hanya mengalami stres ringan (23,3%) dan stres sangat ringan (8,2%). Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa guru yang mengajar di sekolah inklusi sebagian besar mengalami stres yang cukup tinggi. Kata kunci: Guru, Sekolah Inklusi, Stres Kerja
Mengatasi Hiperglikemia Kronis Menggunakan Herbal untuk Menangani Diabetes Mellitus Tipe 2: Laporan kasus uluwiyya, rahma; Anna, Anastasia; Nuraeni, Aan
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 4, No 3 (2025): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pacnj.v4i3.69154

Abstract

Pengelolaan diabetes melitus mencakup 5 pilar yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, terapi farmakologi, serta pemantauan kadar glukosa darah mandiri. Dalam praktiknya masih banyak pasien yang belum menjalankan tata laksana diabetes secara menyeluruh sehingga menyebabkan hiperglikemia kronis yang akan memicu komplikasi makrovaskular yaitu Acute Limb Ischemia. Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus yang bertujuan untuk melaporkan kasus pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 selama 32 tahun yang mengalami komplikasi Acute Limb Ischemia karena pengelolaan diabetes mellitus yang tidak tepat sebelum masuk rumah sakit. Pasien perempuan berusia 58 tahun didiagnosa mengalami Acute Limb Ischemia. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes melitus tipe 2 selama 32 tahun. Pasien hanya berpuasa serta mengonsumsi obat herbal berbentuk kapsul yang mengandung jahe, kunyit, kayu manis serta ekstrak daun insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya. Manajemen lima pilar diabetes yang tidak tepat pada pasien diabetes seperti kurangnya edukasi kesehatan, pemantauan gula darah, penggunaan farmakoterapi, pola makan sehat, dan aktivitas fisik, mengakibatkan hiperglikemia kronis yang tidak terkontrol, sehingga dapat terjadi komplikasi akut berupa acute limb ischemia. Obat herbal yang digunakan pasien secara teori dapat membantu menurunkan gula darah, namun tanpa disertai dengan lima pilar manajemen diabetes secara bersamaan, hasilnya tidak cukup ampuh untuk mengontrol kadar glukosa darah. Pengobatan herbal tanpa disertai dengan pengelolaan diabetes mellitus lima pilar secara optimal tidak dapat mencegah terjadinya komplikasi akut berupa Acute Limb Ischemia.