Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Risiko Produksi dan Pendapatan Pekebun Kelapa Sawit Rakyat Bersertifikasi dan Nonsertifikasi RSPO Syahputra, Agung Rahmat; Nurkhoiry, Ratnawati; Amalia, Rizki; Prima Sani Nasution, Zulfi
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 32 No 3 (2024): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v32i3.265

Abstract

Perkebunan kelapa sawit sering kali dikritik karena praktik tata kelola yang buruk yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Sertifikasi keberlanjutan muncul sebagai solusi untuk mengatasi isu-isu ini, menawarkan jaminan keberlanjutan dalam rantai pasokan kepada para stakeholder, termasuk pekebun rakyat. Tanpa sertifikasi, pekebun menghadapi risiko yang signifikan, termasuk volatilitas pasar dan kerugian produksi, yang dapat mempengaruhi pendapatan dan keberlanjutan usaha mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan risiko produksi dan pendapatan antara pekebun bersertifikasi dan nonsertifikasi. Metode penelitian menggunakan perhitungan nilai koefisien variasi untuk mengukur risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekebun bersertifikasi menghadapi risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pekebun nonsertifikasi, dari sisi produksi maupun pendapatan. Hal ini mencerminkan manajemen risiko yang lebih baik terutama pada alokasi tenaga kerja yang lebih efisien dan keuntungan finansial yang lebih tinggi, meskipun dengan biaya yang lebih besar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan RSPO dan koperasi, yang berperan vital dalam mewujudkan komitmen untuk mencapai tujuan yang diuraikan dalam Teori Perubahan (ToC).
EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI KALIMANTAN TENGAH: PENDEKATAN STOCHASTIC FRONTIER ANALYSIS Syahputra, Agung Rahmat; Suharno, Suharno; Rifin, Amzul
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i2.58310

Abstract

The strategy to increase rice production is crucial to maintain food availability. The agricultural land expansion program in Central Kalimantan through the food estate program is considered an inappropriate solution considering social, environmental, and land conditions. The agricultural intensification method in Central Kalimantan is the answer to increasing the productivity of existing agricultural businesses by increasing production efficiency. This research aims to analyze the technical efficiency of lowland rice farming and the factors that influence it in Central Kalimantan province. This research used secondary data from the 2014 Rice Plantation Household Survey from the Central Statistics Agency. The data was analyzed using the stochastic frontier production function with Maximum Likelihood Estimation (MLE). The research results show that rice farming in Central Kalimantan is technically inefficient. Factors influencing the technical efficiency of rice farming are farmer age, land type, planting system, agricultural facilities, extension, farmer groups, and SLPTT participation. The low level of technical efficiency of rice farming in Central Kalimantan is an indicator that must be utilized to increase rice production so that food availability can be well-maintained.