Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBINAAN INDUSTRI KREATIF KELOMPOK WANITA PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA SINDANG KASIH, KECAMATAN RANOMEETO BARAT KABUPATEN KONAWE SELATAN Sudirman Zaid; Rahmat Madjid; Samdin; Wahyuniati Hamid; La Harjoprawiro
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i7.9268

Abstract

Desa Sindangkasih merupakan wilayah dengan potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi melalui industri kreatif, khususnya bagi kelompok wanita anggota Program Keluarga Harapan (PKH). Program pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan akses pasar bagi produk industri kreatif yang dihasilkan oleh kelompok wanita PKH. Metode pelatihan meliputi sesi pelatihan teknis, pengembangan inovasi produk, manajemen keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta, diikuti dengan penguatan kapasitas produksi serta akses yang lebih luas ke pasar lokal dan global. Program ini juga berhasil meningkatkan nilai ekonomi produk lokal melalui inovasi dan strategi pemasaran digital. Dengan pendekatan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi anggota PKH dan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan ekonomi Desa Sindangkasih.
Nilai Ekonomi dan Sosial Budaya Pembuatan Pisau dan Parang di Pulau Binongko Laxmi; Samdin; Akifa; Muh. Reynaldi Ismail; Yoris Imanuel; Rizky Nur Amalia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fybqjz30

Abstract

Binongko Island is known as the “Island of Blacksmiths” due to its knife and machete-making activities, which have been passed down from generation to generation. This descriptive qualitative study aims to understand the economic and socio-cultural values contained in these activities. The results show that the blacksmith industry is the main source of income for the community, but craftsmen face economic vulnerability due to fluctuations in raw material prices and dependence on the role of “collectors” who create patron-client relationships. Socio-culturally, this activity contains strong gender symbolism, where long machetes represent men and knives represent women, as well as the use of indigenous knowledge in testing product quality. Despite its deep philosophical and identity values, the blacksmith community in Binongko has experienced technological stagnation due to limited capital and inadequate electrical infrastructure. This condition creates a “subsistence trap” that hinders transformation towards the modern market. Marketing innovation strategies and capital strengthening are needed to maintain the sustainability of this cultural heritage while improving the economic welfare of the craftsmen.