Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERAN KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SITUBONDO Amalia, Rizky Nur; Pramitasari, Riska Ayu; Soeliha, Siti
Jurnal Mahasiswa Entrepreneurship (JME) Vol 3 No 10 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/jme.v3i10.5279

Abstract

The Situbondo Regency Government includes the Transportation Agency as one of its departments. At the beginning of its operation, the Transportation Department was mainly responsible for controlling land traffic, regulating parking facilities, and protecting district mobilization operations. For the Dinas Perhubungan of Situbondo Regency to maximize its employees, everyone involved must understand role responsibilities, reporting relationships, organizational structure, and standard operating procedures. This is stated in the related Situbondo Regency Regent Decree (PERBUP) Number 24 of 2022. This study aimed to analyze and examine the role of leadership, motivation, and work discipline on employee performance through job satisfaction as an intervening variable at the Situbondo Regency Transportation Office”. This research is quantitative. The population used in this study was 51 employees. The sampling technique used was saturated sampling. This study’s data analysis and hypothesis testing used the Structural Equation Method - Partial Least Square (PLS-SEM). The results of direct influence hypothesis testing using the Smart PLS 3.0 application show that leadership has a significant positive effect on job satisfaction, work motivation has a significant positive effect on job satisfaction, work discipline has a significant positive effect on job satisfaction, leadership has a negative but insignificant effect on performance, work motivation has a positive but insignificant effect on performance, work discipline has a negative but insignificant effect on performance, job satisfaction has a significant positive effect on performance. The results of the indirect effect hypothesis test show that the Leadership variable on performance through job satisfaction has a significant positive effect, motivation on performance through job satisfaction has a significant positive effect, and work discipline on performance through job satisfaction has a significant positive effect.
Dampak Pariwisata Taman Nasional Bantimurung Terhadap Masyarakat Lokal (Studi Kasus: Pedagang Suvenir) Khairunisa, Khairunisa; Giay, Clara Wena; Kumalajaya, M. Irwan Eka; Fadli, Muh Cikal Nur; Zamahendra, Rangga; Amalia, Rizky Nur; Nurhamdani, Nurhamdani; Munir, Ainun Zyahima
Jurnal Mahasiswa Antropologi Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar Taman Nasional Bantimurung dalam mendapatkan lapak untuk menjual suvenir mereka. Dalam artikel ini juga dijelaskan bagaimana menjadi pedagang suvenir yang dapat menghidupi keluarga mereka. Berbagai aktivitas ekonomi yang diciptakan oleh masyarakat untuk mencari penghidupan dari giat-giat pariwisata Taman Nasional Bantimurung. Kehadiran Taman Nasional Bantimurung sebagai objek Wisata di Desa Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi lokal masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan melihat aktivitas yang dilakukan oleh pedagang suvenir yang ada di kawasan Taman Nasional Bantimurung dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Peneliti memilih pendekatan studi kasus karena ingin melihat dalam suatu aktivitas pedagang suvenir yang ada pada Taman Nasional Bantimurung terhadap penghidupan masyarakat lokal yang dibarengi dengan akses yang didapat untuk menjajakan suvenir mereka. dengan adanya objek wisata Taman Nasional Bantimurung sangat berpengaruh terhadap kemajuan roda perekonomian masyarakat lokal Desa Kalibbirang. Dalam artikel ini dijelaskan terkait gambaran umum aktivitas perekonomian masyarakat lokal di Taman Nasional Bantimurung, bagaimana pengaruh objek wisata Taman Nasional Bantimurung terhadap para pedagang suvenir dan strategi seperti apa yang dilakukan oleh para pedagang suvenir serta tantangan yang dihadapi oleh para pedagang suvenir di kawasan Taman Nasional Bantimurung.
Pelatihan Bagi Sanggar Seni Mustika Budaya Jawa Timur dan Penyerahan Teknologi Inovasi Alat Produksi Seni dan Kostum Penari utuk Penguatan Kapasitas dari Program Inovasi Seni Budaya Nusantara (PISN) Universitas Halu Oleo : Pengabdian Laxmi, Laxmi; Sumiman Udu; Wa Ode Sifatu; Syahrun, Syahrun; Muh Reynaldi Ismail; Rizky Nur Amalia; Buyung Febriana, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3522

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas artistik di Sanggar Seni Mustika Budaya, Kabuapaten Konawe Selatan Desa Mataupe Kecamatan Andolo Barat, melalui pelatihan dan penyerahan teknologi inovasi alat produksi seni serta kostum penari. Program dilaksanakan dalam tiga tahap: identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, dan pendampingan pasca-penyerahan alat dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi visual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi kerja sebesar 40% dan peningkatan kualitas detail artistik pada kostum tari Punjari dan Jaranan Buto. Penyerahan alat seperti lighting system modern dan pemotong otomatis berkontribusi pada peningkatan mutu pertunjukan yang ditampilkan dalam pementasan kedua tarian. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan profesionalisme anggota sanggar. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara seni, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan kualitas karya serta memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Pelatihan Penggunaan Media Online dalam Penjualan Parang dan Pisau Pada Pengrajin Besi Di Pulau Binongko Samdin; Alida Palilati; Sudirman; Laxmi; Akifah; Rizky Nur Amalia; Wa Mirna; Muh. Reynaldi Ismail
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nh1w1t15

Abstract

This community service program aims to enhance the digital marketing capabilities of blacksmith artisans in Binongko Island, a region known for its traditional craftsmanship of parang and knives. Limited market access and reliance on conventional sales methods have hindered the optimization of their economic potential. Through structured training, participants were introduced to various online media platforms, including Facebook, Instagram, and TikTok, to promote and sell their products more effectively. The training emphasized practical skills such as basic product photography, content creation, caption writing, audience engagement, and marketplace utilization. Hands-on sessions enabled artisans to upload product photos, create promotional videos, and interact with potential buyers. The results indicate a significant improvement in digital literacy, confidence, and motivation among participants to apply online marketing strategies. This program is expected to broaden market reach, increase product sales, and strengthen the cultural branding of Binongko’s traditional blacksmithing through digital platforms.
Pelatihan Bagi Pengrajin Pandai Besi di Pulau Binongko Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Strategi Meningkatkan Bentuk dan Kualitas Produk Samdin, Samdin; Palilati, Alida; Zaid, Sudirman; Laxmi, Laxmi; Akifah, Akifah; Mirna, Wa; Amalia, Rizky Nur; Ismail, Muh. Reynaldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan para pengrajin pandai besi di Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, yang secara historis dikenal sebagai pusat keahlian pengrajin pandai besi di Sulawesi Tenggara. Tujuan utama kegiatan ini adalah: (1) mengidentifikasi dan melembagakan para pengrajin pandai besi di Pulau Binongko sehingga mereka memiliki struktur organisasi yang lebih kuat; (2) mengkolaborasikan peran para stakeholder, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan pengrajin; serta (3) memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana kerja bagi para pengrajin melalui model kolaborasi berkelanjutan. Bahan dan metode: Metode pada pelaksanaan pengabdian ini yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktik langsung, peserta pelatihan mendapatkan pendampingan intensif mengenai teknik produksi, pengelolaan usaha, serta strategi meningkatkan kualitas produk. Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong semangat pemberdayaan masyarakat setempat agar tradisi dan keahlian asli di Pulau Binongko tetap lestari serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hasil: Program ini menghasilkan pemetaan lengkap terhadap keberadaan dan kebutuhan pengrajin pandai besi di Pulau Binongko, terbentuknya kelembagaan awal kelompok pengrajin, meningkatnya pengetahuan teknis mengenai peningkatan kualitas produk, serta tersedianya bantuan sarana penunjang berupa peralatan dasar pendukung produksi. Selain itu, kolaborasi antar stakeholder menunjukkan efektivitas dalam mempercepat penyediaan kebutuhan pengrajin dan membuka peluang pemasaran produk ke wilayah yang lebih luas. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berkontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas pengrajin pandai besi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan, serta penyediaan sarana produksi. Model kolaborasi berkelanjutan antar stakeholder terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk mendukung keberlanjutan usaha pengrajin serta melestarikan warisan budaya tempa khas Pulau Binongko.
Nilai Ekonomi dan Sosial Budaya Pembuatan Pisau dan Parang di Pulau Binongko Laxmi; Samdin; Akifa; Muh. Reynaldi Ismail; Yoris Imanuel; Rizky Nur Amalia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fybqjz30

Abstract

Binongko Island is known as the “Island of Blacksmiths” due to its knife and machete-making activities, which have been passed down from generation to generation. This descriptive qualitative study aims to understand the economic and socio-cultural values contained in these activities. The results show that the blacksmith industry is the main source of income for the community, but craftsmen face economic vulnerability due to fluctuations in raw material prices and dependence on the role of “collectors” who create patron-client relationships. Socio-culturally, this activity contains strong gender symbolism, where long machetes represent men and knives represent women, as well as the use of indigenous knowledge in testing product quality. Despite its deep philosophical and identity values, the blacksmith community in Binongko has experienced technological stagnation due to limited capital and inadequate electrical infrastructure. This condition creates a “subsistence trap” that hinders transformation towards the modern market. Marketing innovation strategies and capital strengthening are needed to maintain the sustainability of this cultural heritage while improving the economic welfare of the craftsmen.
Sosialisasi Pengembangan Sanggar Seni Mustika Budaya Sebagai Identitas Kebudayaan Jawa Timur di Daerah Perantauan Provinsi Sulawesi Tenggara: Pengabdian Laxmi; Sumiman Udu; Wa Ode Sifatu; Syahrun; Muh. Reynaldi Ismail; Rizky Nur Amalia; Buyung Febriana M
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini terletak pada upaya menjaga sekaligus memperkuat eksistensi seni tradisional Jawa Timur di perantauan melalui pengembangan Sanggar Seni Mustika Budaya. Program ini tidak hanya melestarikan kesenian sebagai identitas kultural, tetapi juga mengoptimalkannya sebagai modal sosial, ekonomi, dan budaya yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat hasil temuan penelitian yang dilakukan sebelumnya melalui implementasi nyata di lapangan. Tujuan program ini semakin kuat ketika menyadari bahwa kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, melainkan juga sarat dengan nilai sosial, moral, spiritual, dan historis.
PERSEPSI PENONTON TERHADAP COSPLAYER PADA EVENT COSPLAY DI KOTA KENDARI Amalia, Rizky Nur; Suyuti, Nasruddin; Jalil, Abdul
Jurnal Budaya Etnika Vol. 9 No. 2 (2025): POTRET BUDAYA TRADISI DAN MATERI LOKAL DAN GLOBAL PADA MASA KONTEMPORER DI INDO
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v9i2.4315

Abstract

Abstrak: Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, budaya populer Jepang seperti anime, manga, dan cosplay dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Hal ini memicu tumbuhnya komunitas penggemar di Kota Kendari yang aktif menggelar event cosplay sejak 2012. Cosplay menjadi media ekspresi diri, kreativitas, dan identitas sosial, namun memunculkan beragam persepsi di masyarakat, dari yang menganggapnya seni hingga yang melihatnya aneh. Setelah pandemi, aktivitas cosplay kembali marak dan menarik perhatian publik. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji persepsi penonton terhadap cosplayer serta faktor yang memengaruhinya, mengingat hal ini dapat memengaruhi penerimaan subkultur tersebut di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi penonton terhadap cosplayer pada event cosplay di Kota Kendari serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif etnografi dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap delapan informan yang terdiri dari anggota komunitas cosplay, penonton, dan panitia event. Data dianalisis dengan menggunakan teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead (1934) melalui tahap kategorisasi fenomena, pelabelan kategori, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran persepsi masyarakat dari yang awalnya menganggap cosplay aneh menjadi lebih positif seiring meningkatnya intensitas event cosplay dan interaksi langsung antara cosplayer dan penonton. Kini cosplay dipandang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai seni, kreativitas, dan ekspresi identitas yang diterima dalam masyarakat Kota Kendari. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa cosplay di Kota Kendari kini semakin diterima sebagai bagian dari seni, kreativitas, dan ekspresi identitas, seiring meningkatnya pemahaman dan interaksi masyarakat dengan para cosplayer. Oleh karena itu, disarankan agar event cosplay terus difasilitasi dan melibatkan berbagai elemen masyarakat guna memperkuat penerimaan sosial, sekaligus mengedukasi publik tentang nilai positif di balik budaya populer ini. Kata kunci: cosplay, persepsi penonton, budaya popular, anime, manga Abstract: In the era of globalization and technological advancement, Japanese popular culture such as anime, manga, and cosplay has quickly spread to various countries, including Indonesia. This has sparked the growth of a fan community in Kendari City, which has been actively holding cosplay events since 2012. Cosplay has become a medium for self-expression, creativity, and social identity, but it has also given rise to various perceptions in society, from those who consider it art to those who see it as strange. Following the pandemic, cosplay activities have resurfaced and gained public attention. Therefore, it is important to examine audience perceptions of cosplayers and the factors influencing them, as this can impact the acceptance of this subculture in society. This study aims to identify and describe audience perceptions of cosplayers at cosplay events in Kendari City, as well as the factors influencing these perceptions. This study employs a qualitative ethnographic method using participatory observation and in-depth interviews with eight informants consisting of cosplay community members, spectators, and event organizers. Data were analyzed using George Herbert Mead's (1934) Symbolic Interactionism theory through the stages of phenomenon categorization, category labeling, and conclusion drawing. The results of the study indicate a shift in public perception from initially viewing cosplay as strange to a more positive outlook as the intensity of cosplay events increases and direct interaction between cosplayers and spectators grows. Today, cosplay is not only seen as entertainment but also as art, creativity, and a form of identity expression accepted within the community of Kendari City. Based on this, it can be concluded that cosplay in Kendari City is increasingly accepted as part of art, creativity, and identity expression, alongside growing public understanding and interaction with cosplayers. Therefore, it is recommended that cosplay events continue to be facilitated and involve various community elements to strengthen social acceptance while educating the public about the positive values behind this popular culture. Keywords: cosplay, audience perception, popular culture, anime, manga