Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA KARYAWAN SEKTOR PERBANKAN DI BALI Sahusilawane, Branklyn; Junaedi, I Wayan Ruspendi
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan sektor perbankan di Bali, menganalisis peran manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dalam meningkatkan kepuasan kerja dan menganalisis dampak kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan khususnya di sektor perbankan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu literature review, dimana tujuan dari metode ini yaitu untuk memahami perubahan yang terjadi pada isu tertentu dalam hal ini terkait kepuasan kerja di sektor perbankan di Bali. Hasil dari literature review dari beberapa jurnal menunjukkan faktor-faktor dalam kepuasan kerja di sektor perbankan Bali yaitu motivasi, stress kerja, kompensasi, dan gaya kepemimpinan. Praktik manajemen SDM menjadi sangat penting, dimana penerapan manajemen SDM yang mendukung kepuasan adalah melalui kompensasi dan pemberian reward kepada karyawan. Penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kepuasan kerja karyawan, karena kepuasan sangat menentukan kinerja karyawan. Hal ini ditunjukan dengan hasil review beberapa penelitian yang menyatakan karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya akan menghambat penyelesaian tugas-tugasnya. Oleh karena itu, pemahaman terhadap faktor-faktor kepuasan kerja karyawan menjadi sangat penting yang diharapkan mampu berdampak positif pada kinerja organisasi secara keseluruhan.
Pengaruh Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Kuliner dengan Kualitas Laporan Keuangan Sebagai Variabel Mediasi di Denpasar Bali Sahusilawane, Branklyn; Trimurti, Christimulia Purnama; Santoso, R. Tri Priyono Budi; Junaedi, I Wayan Ruspendi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi mediasi kualitas laporan keuangan dalam hubungan antara literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap kinerja UMKM sektor kuliner. UMKM memegang posisi penting dalam struktur perekonomian, namun masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan permodalan, rendahnya tingkat pemahaman keuangan, akses pembiayaan yang belum optimal, serta praktik penyusunan laporan keuangan yang belum tertata dengan baik. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel penelitian terdiri dari 150 pelaku UMKM kuliner di Kota Denpasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner menggunakan skala Likert empat poin. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM. Namun demikian, literasi keuangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Di sisi lain, inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan baik terhadap kinerja UMKM maupun terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil analisis juga mengindikasikan bahwa kualitas laporan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dan tidak mampu memediasi hubungan antara literasi keuangan maupun inklusi keuangan dengan kinerja UMKM. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemahaman keuangan dan penyusunan laporan keuangan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis usaha. Penelitian ini memperluas implementasi teori Resource-Based View (RBV) dalam konteks UMKM, sekaligus merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas manajerial dan program pendampingan aplikatif agar kompetensi keuangan yang dimiliki pelaku usaha dapat benar-benar meningkatkan performa bisnis.