Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP SAPTA KARYA PARIWISATA; STRATEGI PENGUATAN DESA WISATA BUGISAN, KLATEN, JAWA TENGAH Artana, I Nengah Rata; Adnyana, I Made Dwi; Adinegara, I Gusti Ngurah Joko; Murna, I Made
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3591

Abstract

Desa Wisata Bugisan di Klaten adalah daerah yang punya destinasi unik karena mengintegrasikan potensi budaya, sejarah, dan keindahan alam, khususnya keindahan Candi Plaosan yang juga dikenal dengan nama Candi Kembar. Disebut candi Kembar karena candi ini adalah jejak sejarah peninggalan Hindu dan Budha. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dengan menggunakan pendekatan konsep Sapta Karya Pariwisata Indonesia. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi berperan serta (participant observation), dan studi literatur untuk mengetahui eksistensi desa wisata Bugisan serta strategi penguatan agar desa wisata Bugisan semakin berkembang dan survive dalam usaha pengeloa desa wisata Bugisan. Peningkatan infrastruktur, pelatihan keterampilan masyarakat, dan kolaborasi penta helix juga dilakukan untuk memastikan manfaat ekonomi merata dan kelestarian sumber daya desa terutama yang berkaitan dengan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Candi Plaosan, peran seniman, budayawan serta semua komponen masayarakat lokal berperan aktif dalam memajukan desa wisata Bugisan. Melalui Festival Candi Kembar (FCK) juga diupayakan melakukan promosi desa wisata Bugisan dengan menampilkan berbagai kesenian daerah tradisional setempat, demikian pula penguatan usaha mikro berbasis pariwisata juga diupayakan sesuai dengan potensi desa wisata Bugisan.
The Influence of Electronic Word of Mouth (eWOM), Product Quality and Price on Consumer Purchasing Decisions at Warung Sika, Canggu, North Kuta: Pengaruh Electronic Word Of Mouth (eWOM), Kualitas Produk, dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Warung Sika, Canggu, Kuta Utara Maharani, Ni Putu Cipta; Adinegara, I Gusti Ngurah Joko; Susanto, Putu Chris
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 2 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i2.4319

Abstract

Warung Sika adalah sebuah UMKM yang bergerak di bidang industri makanan, berlokasi di Jl Tanah Barak no45 Canggu, Kuta Utara. Di tengah semakin maraknya persaingan usaha kuliner, segmentasi pasar dan jenis makanan yang dijual hampir sama dengan pesaing usaha di sekitarnya. Warung Sika memiliki keunggulan dari sisi produk yang segar dan berkualitas, harga yang bersaing, dan digital presence yang baik terutama di Instagram. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh eWOM, kualitas produk, dan harga secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian konsumen di Warung Sika. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin yakni diperoleh 100 orang responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji F dan Uji T pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial eWOM berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Warung Sika, dibuktikan dengan thitung 3,749 > ttabel 1,661 dengan nilai signifikasi 0,000 (p < 0,05). Sementara itu, kualitas produk secara parsial ditemukan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Warung Sika, dibuktikan dengan thitung 2,104 > ttabel 1,661 dengan nilai signifikasi 0,038 (p < 0,05). Secara parsial, harga juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Warung Sika, dibuktikan dengan thitung 2,700 > ttabel 1,661 dengan nilai signifikasi 0,008 (p < 0,05). Secara simultan, penelitian menemukan bahwa eWOM, kualitas produk, dan harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Warung Sika, dibuktikan dengan Fhitung 54,668 > Ftabel 2,467 dan nilai signifikasi 0,000 (p < 0,05). Hasil ini berarti bahwa semakin baik eWOM yang terjalin, semakin baik kondisi kualitas produk dan semakin baik persepsi harga yang terbentuk di Warung Sika maka keputusan pembelian konsumen akan semakin meningkat.
LPD SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN SOKOGURU EKONOMI DESA Sirna, I Ketut; Komalasari, Yeyen; Adinegara, I Gusti Ngurah Joko
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5257

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui LPD sebagai sokoguru ekonomi desa, dalam pemberdayaan masyarakat desa, yang ditinjau dari memberantas Ijon, gadai gelap dan lain-lain, meningkatkan daya beli Masyarakat desa, melancarkan lalu lintas pembayaran dan pertukaran di desa. Tahapan penelitian: di tahun 2025 dilakukan penelitian pada LPD desa gumbrih, kecamatan pekutatan, kabupaten jembrana bali. Metode: Penelitian dilaksanakan secara deskriptif, kualitatif, kuantitatif, pendekatan kajian ekonomi pedesaan, standar pengelolaan manajemen keuangan, sistem pengawasan internal, serta bentuk laporan yang accountable, sebagai pengelolaan dan pemanfaatan_LPD. data dianalisis dengan menggunakan teori standar pengelolaan manajemen keuangan, sistem pengawasan internal, dan bentuk laporan accountable, pemberdayaan masyarakat desa dan LPD sebagau sokuguru ekonomi desa, dan teori yang relevan sesuai data yang ditemukan di tempat penelitian. Hasil penelitian, menunjukan hasil yang signifikan, sesuai dengan pedoman pada Perda Bali no.3 tahun 2017, untuk mengatur LPD dan Pergub Bali no. 44 tahun 2017 tentang peraturan pelaksana LPD, yang menunjukan hasil yaitu: 1). Cadangan modal usaha LPD dalam pengelolaan operasional sudah terlaksana dengan baik yaitu mencapai 54%; 2). Dana Pembangunan dan pemberdayaan Masyarakat desa sudah tercapai 68%; 3). Jasa dan imbalan atas pengelolaan manajemen LPD dan anggotanya sudah tercapai 50%; 4). Dana pemberdayaan dalam meningkatkan SDM LPD dalam meningkatkan kemajuannya sudah tercapai 64%; 5). Dana social kemasyarakatan dalam kegiatan Corperate Sosial Responsibility sudah tercapai 74%; Adapun sarannya yaitu: Perlunya peningkatan standar manajemen, dan peningkatan kompetensi SDM-LPD, dalam memajukan LPD kedepan yang lebih produktif, efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan keuntungan LPD dalam memerdayakan masyarakat desa dan menjaga sokoguru ekonomi desa untuk kesejahteraan.