Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RESILIENSI PELAKU USAHA PARIWISATA PADA MASA PANDEMI DI KAWASAN OBJEK WISATA CANGGU, KABUPATEN BADUNG Widyastuti, Ni Kadek; Artana, I Nengah Rata; Edy, Raden Agus Sarwa
Widya Balina Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.236

Abstract

Obyek wisata merupakan bagian penting dari pariwisata dimana dari pemasukan yang dihasilkan akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Penelitian ini dilakukan agar dapat melihat resiliensi atau kemampuan pelaku usaha dalam mengatasi kesulitan pada masa pandemi , Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resiliensi Pelaku Usaha Pariwisata Pada Masa Pandemi Di Kawasan Objek Wisata Canggu, Kabupaten Badung. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat Canggu resilience terhadap adanya pandemi. Warga Canggu selain memilih untuk bertahan dengan pekerjaannya ada juga sebagian yang memilih untuk mencari pekerjaan lain agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
IMPLEMENTASI KONSEP SAPTA KARYA PARIWISATA; STRATEGI PENGUATAN DESA WISATA BUGISAN, KLATEN, JAWA TENGAH Artana, I Nengah Rata; Adnyana, I Made Dwi; Adinegara, I Gusti Ngurah Joko; Murna, I Made
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3591

Abstract

Desa Wisata Bugisan di Klaten adalah daerah yang punya destinasi unik karena mengintegrasikan potensi budaya, sejarah, dan keindahan alam, khususnya keindahan Candi Plaosan yang juga dikenal dengan nama Candi Kembar. Disebut candi Kembar karena candi ini adalah jejak sejarah peninggalan Hindu dan Budha. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan, berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal dengan menggunakan pendekatan konsep Sapta Karya Pariwisata Indonesia. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi berperan serta (participant observation), dan studi literatur untuk mengetahui eksistensi desa wisata Bugisan serta strategi penguatan agar desa wisata Bugisan semakin berkembang dan survive dalam usaha pengeloa desa wisata Bugisan. Peningkatan infrastruktur, pelatihan keterampilan masyarakat, dan kolaborasi penta helix juga dilakukan untuk memastikan manfaat ekonomi merata dan kelestarian sumber daya desa terutama yang berkaitan dengan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Candi Plaosan, peran seniman, budayawan serta semua komponen masayarakat lokal berperan aktif dalam memajukan desa wisata Bugisan. Melalui Festival Candi Kembar (FCK) juga diupayakan melakukan promosi desa wisata Bugisan dengan menampilkan berbagai kesenian daerah tradisional setempat, demikian pula penguatan usaha mikro berbasis pariwisata juga diupayakan sesuai dengan potensi desa wisata Bugisan.
RESILIENSI PELAKU USAHA PARIWISATA PADA MASA PANDEMI DI KAWASAN OBJEK WISATA CANGGU, KABUPATEN BADUNG Widyastuti, Ni Kadek; Artana, I Nengah Rata; Edy, Raden Agus Sarwa
Widya Balina Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.236

Abstract

Obyek wisata merupakan bagian penting dari pariwisata dimana dari pemasukan yang dihasilkan akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Penelitian ini dilakukan agar dapat melihat resiliensi atau kemampuan pelaku usaha dalam mengatasi kesulitan pada masa pandemi , Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resiliensi Pelaku Usaha Pariwisata Pada Masa Pandemi Di Kawasan Objek Wisata Canggu, Kabupaten Badung. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat Canggu resilience terhadap adanya pandemi. Warga Canggu selain memilih untuk bertahan dengan pekerjaannya ada juga sebagian yang memilih untuk mencari pekerjaan lain agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
INOVASI OLAHAN BUAH NANGKA MENJADI SATE LILIT NANGKA DAN INFUSED ARAK NANGKA Pratama, Ditya Adi; Putra, I Gede Adi Rama; Putra, Pande Made Yoga Perdana; Turker, Sidhi Bayu; Artana, I Nengah Rata
JAKADIKSI: JURNAL VOKASI Vol. 4 No. 3 (2025): JAKADIKSI: JURNAL VOKASI
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jdk.v4i3.4707

Abstract

Penelitian proyek tugas akhir ini mengangkat inovasi kuliner penggunaan buah nangka  yang diolah menjadi produk makanan dalam bentuk Sate Lilit Nangka dan Infused Arak Nangka. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya diversifikasi kuliner buah lokal untuk mendukung pariwisata Bali yang dikenal dengan kekayaan seni budaya dan kulinernya. Sate lilit sebagai salah satu kuliner tradisional Bali biasanya berbahan dasar daging, namun dalam penelitian proyek tugas akhir ini dikembangkan menggunakan buah nangka yang memiliki kandungan gizi tinggi, mudah diperoleh, dan mudah diperoleh.   Selain itu, arak sebagai minuman tradisional Bali dipadukan dengan ekstrak nangka melalui metode infused, sehingga menghasilkan cita rasa baru yang inovatif. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara, kuesioner, dan uji coba produk. Uji coba dilakukan secara bertahap (tiga kali) untuk memperoleh formulasi terbaik dari sate lilit nangka dan infused arak nangka. Event peluncuran produk dilaksanakan di Restoran Undhira Gedung C Universitas Dhyana Pura, dengan manajemen acara yang terencana meliputi publikasi, promosi, dekorasi, anggaran, hingga evaluasi. Hasil penelitian proyek tugas akhir menunjukkan produk Sate Lilit Nangka memiliki tekstur yang lembut, cita rasa gurih dengan bumbu khas Bali, dan dapat diterima oleh konsumen berdasarkan hasil uji coba dan pendapat beberapa orang responden  tester. Sementara itu, produk Infused Arak Nangka menghadirkan variasi minuman tradisional dengan sentuhan kekinian. Kesimpulannya, inovasi olahan buah nangka ini tidak hanya mampu menciptakan produk kuliner baru yang sehat, bergizi, dan bernilai jual tinggi, tetapi juga berpotensi memperkaya khasanah kuliner Bali sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis seni dan budaya kuliner tradisional.