Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM KONTEKS COACHING, MENTORING, DAN COUNSELING (CMC) Razilu, Razilu
Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jikk.v7i2.611

Abstract

This study examines the integration of Coaching, Mentoring, and Counseling (CMC) as a comprehensive approach to human resource development in the immigration sector, specifically aimed at enhancing employee performance, motivation, and preparing future leaders. Using a literature review method, the research explores how CMC can holistically address both technical and emotional needs of employees, while also promoting leadership development. The findings indicate that CMC plays a significant role in improving employee well-being, increasing motivation, and developing adaptive leaders capable of navigating complex organizational challenges. However, the implementation of CMC in government institutions, including immigration offices, faces several challenges, such as overlapping roles between coach, mentor, and counselor, insufficient training, and limited managerial support. To address these issues, organizations must clearly define the roles and responsibilities within CMC, provide adequate training, and integrate the program into performance management systems. This study concludes that with the right organizational support and structured evaluation, CMC can effectively foster the next generation of leaders who are equipped to handle the dynamic and complex nature of the immigration sector.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEIMIGRASIAN TERHADAP PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA Kristi Wibowo, Pascalis Danny; Razilu, Razilu; Yulfianto, Ade
Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jikk.v8i2.795

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas implementasi kebijakan perlindungan pekerja migran Indonesia dengan fokus pada hambatan dalam pelaksanaan serta upaya perbaikan yang dapat meningkatkan perlindungan sosial dan hukum. Temuan menunjukkan bahwa meskipun regulasi dan program jaminan sosial seperti BPJS telah ada, pelaksanaan di lapangan masih dihadapkan pada birokrasi yang kompleks, koordinasi antar lembaga yang kurang optimal, serta ketimpangan perlindungan terutama bagi migran non-prosedural dan pekerja tak berdokumen. Keterbatasan data dan evaluasi empiris juga menjadi kendala dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif. Oleh karena itu, penegakan hukum yang lebih kuat, penguatan institusi publik, kolaborasi multi-aktor, serta studi perbandingan internasional sangat diperlukan untuk mencapai perlindungan menyeluruh dan berkelanjutan bagi pekerja migran Indonesia. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk mengatasi gap implementasi dan meningkatkan kesejahteraan pekerja migran secara holistik
PELINDUNGAN KEKAYAAN INTELEKTUAL SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI WARGA BINAAN: STUDI KASUS PROGRAM SENTRA KI-REBON Yulfianto, Ade; Razilu, Razilu
卷 8 编号 2 (2025): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v8i2.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis implementasi pelindungan Kekayaan Intelektual pada produk WB di Rutan Kelas I Cirebon. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengetahui dan menganalisis implikasi Pelindungan Kekayaan Intelektual tersebut terhadap kemandirian dan pemberdayaan ekonomi WB. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Adapun data primer diperoleh melalui wawancara terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Pelindungan Kekayaan Intelektual bagi produk WB di Rutan Kelas I Cirebon melalui Sentra KI-REBON berhasil memberikan perlindungan hukum yang jelas serta meningkatkan nilai tambah ekonomi produk WB melalui pencatatan ciptaan dan pengembangan merek kolektif. Kolaborasi antara Ditjen KI, Rutan Cirebon, dan Pemerintah Daerah terbukti efektif dalam memfasilitasi pemetaan potensi, penguatan kapasitas, serta legalisasi karya WB. Pelindungan KI ini memperkuat kemandirian dan peluang usaha WB baik selama pembinaan maupun pasca bebas, sekaligus berkontribusi pada pencegahan residivisme melalui kepemilikan aset legal yang mendukung reintegrasi sosial. Selama program dijalankan sesuai ketentuan dan didukung oleh komitmen kelembagaan, keberlanjutan inisiatif ini dapat terjaga dan model Sentra KI-REBON layak direplikasi pada UPT Pemasyarakatan lainnya sebagai strategi pembinaan yang inklusif, berorientasi ekonomi, dan berkelanjutan.