Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Internalization of Muticultural Education Values in Improving the Quality of Graduates at Pesantren Assalam Sungai Lilin Sayid Habiburrahman; Suroso; Fitri Mulyati
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10 No 2 (2024): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/62a55b91

Abstract

The results of this study show that; first, the values of muticultural education that are instilled are: democracy, mutual respect, tolerance, mutual respect, justice and equality, brotherhood, togetherness, and cooperation. Second, the process of internalizing muticultural education values is applied in the form of; curriculum planning, democracy in discussions and workshops, interaction between teachers and students, and democratic evaluation. Third, improving the quality of alumni through; acceptance of students, distribution of alumni benefits in the community and other surrounding places formally and non-formally. Fourth, supporting factors are; visionary kiyai and sustainable integrated Islamic education system, textbook curriculum, while inhibiting factors; limited muticultural understanding, need to increase cultural and interfaith dialogue, limited understanding of the meaning of tolerance. The values of muticultural education can be influenced by integration in a sustainable integrated Islamic education system through the curriculum content of textbooks and pesantren books, coaching pattern time, and a conducive climate environment.
Curriculum Implementation in Improving the Quality of Graduates at SMA Muhammadiyah 1 Palembang Suroso; Sayid Habiburrahman; Hoirul Amri
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10 No 2 (2024): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/gydkdt26

Abstract

The curriculum is a comprehensive, holistic, methodical and collaborative curriculum management system. One way to optimise the curriculum is with curriculum management to oversee the policies of an education system, especially in Muhammadiyah Schools. The purpose of this study is to examine how curriculum management in Muhammadiyah schools can improve the quality of graduates. This research examines the synchronisation function of management in educational settings using qualitative methodology and descriptive analysis techniques. The type of data comes from primary data in the form of words or speech from informants, and secondary data in the form of documentation either from school documents, photos or recordings. Data were collected through observation, interviews and documentation. The data collected was then analysed with descriptive analysis that provides a detailed description of the phenomena observed. The research findings show that improving the quality of graduates largely depends on efficient planning, coordination, mobilisation, supervision and empowerment of resources. It has been proven that effective curriculum management can achieve the required quality criteria and promote a good teaching and learning environment. To achieve higher graduate quality, this study offers suggestions for implementing better curriculum management.
LOCAL CULTURE-BASED VOCATIONAL SCHOOL IN PALEMBANG POST COVID 19: LEARNING MANAGEMENT, CHALLENGES AND CURRICULUM DEVELOPMENT POTENTIAL Maya NS; Arif Rahman; Sayid Habiburrahman
Jurnal Ekonomi Vol. 11 No. 01 (2022): Jurnal Ekonomi
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.597 KB)

Abstract

This study wants to highlight the learning of post-Covid-19 vocational schools in Palembang, especially how to re-accommodate local culture as an integrated part of learning in schools.The significant impact of the pandemic on vocational education over the past two years has hampered various courses of learning in schools.Here, there are three aspects that will be explored, namely in terms of education management, future challenges and potential for curriculum development after Covid 19.This study is a qualitative research, research data collected from the results of the literature, interviews and documentation.Then the data is interpreted through descriptive analysis.The results of the study indicate that vocational schools face the uncertainty of the situation as a challenge in making changes to adaptive learning formats.Such conditions open up opportunities for the development of a responsive and more flexible curriculum to accommodate local culture as part of learning in vocational schools.
Strategi Pembentukan Karakter Santri Melalui Kegiatan Amal Yaumiyah Di Pesantren Muhammad Krisnowibowo; Sayid Habiburrahman; Hamidah
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 3 No. 2 (2025): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v3i2.1265

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta dan fenomena bahwa pembentukan karakter melalui aktifitas keseharian atau Amalul Yaumiyah yang sudah menjadi program pondok pesantren Assalam Sungai Lilin Muba dalam rangka pembentukan karakter Islami bagi santri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif análisis. Menurut pendekatannya penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan Fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama ditemukan strategi pembentukan karakter santri melalui aktfitas amal yaumiyah di Pondok Pesantren Assalam Muba melalui beberapa metode yaitu; melalui keteladanan, melalui pembiasaan, melalui kedisiplinan, melalui metode targhib/ motivasi, dan dengan melalui metode tarhib/ ancaman/ hukuman. Kedua, Faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter santri pada aktifitas amal yaumiyah disebabkan oleh 2 faktor yaitu; faktor pendukung dan faktor pengambat. Dari faktor pendukung didapati ada beberapa antara lain: yaitu (a) motivasi dan semangat para santri dalam menuntut ilmu dan belajar, (b) adanya dukungun dari pengasuh santri dalam membimbing, dan mengawasi aktifitas santri selama 24 jam.       
Pelaksanaan Kajian Pekanan Terhadap Penguatan Pemahaman Ke-Islaman Kaum Ibu Fitri Mulyati; Sayid Habiburrahman; Hamidah
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 3 No. 2 (2025): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v3i2.1269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta dan fenomena pengamatan peneliti bahwa, keberadaan kegiatan pengajian atau majelis taklim kaum ibu ini, tidak hanya terbatas sebagai tempat pengajian saja, tetapi juga menjadi lembaga yang tempat penyelenggaran pengajaran wawasan atau pengajian materi agama Islam. Oleh karena itu pelaksanaan kegiatan pengajian ini juga menjadi sarana dakwah pembinaan dan peningkatan kualitas hidup umat Islam sesuai tuntutan ajaran agama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif análisis. Menurut pendekatannya penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan Fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Proses pelaksanaan pengajian pekanan kaum Ibu di Desa Mulyorejo dilaksanakan sepekan sekali yaitu setiap hari Kamis siang sampai sore dengan durasi pengajian sekitar 2 (dua) jam yang dimulai sekitar pukul 14.30 Wib sampai dengan pukul 16.30 Wib. Materi dan metode yang disampaikan pada pelaksanaan kegiatan pengajian pekanan An-Nur menggunakan materi dan metode pengajaran yang bervariatif di antaranya; aqidah akhlak, fiqih ibadah, tafsir al-Quran dan Hadis, serta materi lain yang berhubungan dengan materi agama Islam. Faktor yang mempengaruhi  kaum ibu mengikuti pengajian pekanna An-Nur yaitu; waktu pengajian yang fleksibel, narasumber yang berpengalaman, muatan materi yang beragam, dan menambah penguatan wawasan pengethauan keagamaan serta momen silaturahim antar sesama jamaah pengajian.         
The Role of Parenting in the Formation of the Character of the Assalam Islamic Boarding School Ismail, Ismail; Suroso, Suroso; Sayid Habiburrahman; Hoirul Amri; Zuhri, Syarifuddin
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 1 (2026): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v12i1.33824

Abstract

Education plays a fundamental role in shaping human personality, especially character development through a planned and continuous process. This study aims to analyze the role of character education and parenting in shaping the personality of students in a pesantren environment. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through participatory observation for 3 months, in-depth interviews with 15 santri, 5 caregivers, and 3 kyai, as well as analysis of curriculum documents and daily records. The findings show that consistent parenting patterns through the example set by the clerics (80% of students imitate positive behavior), the habit of worship such as daily tahajud and weekly muhadharah, and hirz discipline (strict supervision) contribute significantly to student character. Specifically, religious attitudes increased from 65% to 92% (behavioral observation), morals were nurtured with a 40% decrease in violations in 6 months, and social behavior improved through tahfidz group collaboration (75% active participation). These results confirm the integration of character education with systematic parenting as the key to optimizing students' personalities. The study's conclusion recommends replicating this model in other Islamic boarding schools to strengthen Islamic-based character.
Implementasi Pola Pengasuhan Islami Berbasis Keluarga  Di Desa Srigunung Sungai Lilin Gunadi; Sayid Habiburrahman; Hamidah
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1272

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta dan fenomena pengamatan peneliti bahwa, liputan media massa akhir-akhir ini sering memberitakan seputar anak di televisi, surat kabar, radio, dan alat komunikasi lainnya, bahwa banyak anak yang terjerumus pada kenakalan. Masalah kenakalan anak ini semakin dirasakan meresahkan oleh masyarakat, baik anak sebagai korban maupun sebagai pelaku kenakalan itu sendiri, maka peran orang tua dalam membimbing anak sangat besar sebab pendidikan dan pengajaran serta pembinaan yang diajarkan orang tua kepada anaknya akan menentukan juga masa anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif análisis. Menurut pendekatannya penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan Fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama Proses implemantasi pola pengasuhan Islami orang tua terhadap anak lebih menerapkan Metode kebiasaan diterapkan karena dianggap metode yang tepat oleh para orang tua dalam memberikan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam membentuk perilaku anak yang sudah dilakukan secara turun temurun. Metode nasehat diterapkan karena dianggap sangat penting dalam mendidik anak terutama ketika anak melakukan kesalahan. Sedangkan metode keteladanan orang tua percaya dengan mendorong keteladanan, berharap anak akan tumbuh menjadi individu yang baik. Kedua, Faktor penghambat implemantasi pola pengasuhan Islami orang tua terhadap anak pada keluarga di Desa Srigunung Sungai Lilin yaitu: (1) Teknologi yang semakin canggih, (2) Keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua, (3) Lingkungan.