Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Politik Lokal dalam Membentuk Perilaku Pemilih: Studi Kasus di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo Lemba, Abd Halid; Hatu, Rauf A
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 4 (2024): November, I Special Issue on "Educational design research for human beings learn
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i4.33236

Abstract

Dinamika Politik Lokal menyajikan berbagai fenomena menarik yang terjadi di berbagai tempat dan memiliki ciri khas tersendiri dalam mengelola dinamika politik. Desa Luwoo telah menunjukan warna tersendiri dalam mengarahkan sisi demokrasi sejak orde lama, orde Baru dan reformasi. Kita bisa melihat hal demikian pada elit politik dan partisipasi warga masyarakatnya dalam memperjuangkan warna partai dan ideologi yang berbeda saat ini. Yang menarik dari dinamika ini adalah warga Luwoo menunjukan warna yang berbeda di setiap pemilihan dengan menjunjung nilai arif demokrasi dan politik. Penelitian ini bertujuan mengungkap pernyataan terkait apa yang menjadi faktor dominan dalam membentuk perilaku pemilih di desa Luwoo? Untuk mengungkap dinamika yang ada penulis menggunakan metode Kualitatif, dengan mencoba menghadirkan Informan dari kalangan elit politik. Baik elit politik lama dan elit politik baru, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat yang pernah menduduki jabatan strategis dalam birokrasi dan elit partai yang berada di desa tersebut, serta penulis mencoba menghadirkan kategori informan nonformal untuk membanding dinamika fakta-fakta yang ada. Adapun hasil penelitian ini mengungkap adanya dinamika yang terjadi di komunitas Lokal Luwoo, baik dinamika elit, ataupun dinamika warga yang bergejolak menentukan arah politik yang beragam warna yang ada selama ini di desa Luwoo yang juga mendapat perhatian dari masyarakat luar, baik tokoh-tokoh politik dan akademisi.
Solidaritas Pada Komunitas Ojek Padi Al Muharam, Anugrah Suci; Hatu, Rauf A; Latare, Sainudin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk solidaritas sosial yang terbangun dalam komunitas ojek padi di Desa Lambanau, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong. Komunitas ojek padi merupakan kelompok informal yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian, khususnya dalam proses pengangkutan hasil panen. Selain berfungsi secara ekonomi, komunitas ini juga menjadi bagian dari sistem sosial masyarakat pedesaan yang menjunjung nilai kebersamaan dan saling membantu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan anggota komunitas ojek padi dan pengguna jasa, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Metode ini digunakan untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai bentuk interaksi sosial dan praktik solidaritas yang berkembang dalam komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas dalam komunitas ojek padi tercermin melalui kerja sama dalam pembagian dan pelaksanaan tugas, gotong royong saat menghadapi kendala teknis seperti kerusakan kendaraan, serta kepedulian antaranggota dalam berbagai situasi. Selain itu, musyawarah menjadi sarana utama dalam pengambilan keputusan untuk menjaga keadilan dan keharmonisan kelompok. Solidaritas tersebut terbentuk karena adanya kesamaan profesi, kepentingan bersama, dan kedekatan sosial yang terjalin secara berkelanjutan. Temuan ini sejalan dengan konsep solidaritas mekanik menurut Émile Durkheim, di mana kesadaran kolektif dan nilai bersama menjadi pengikat utama kelompok. Solidaritas yang kuat tersebut berkontribusi terhadap kelancaran aktivitas panen dan keharmonisan sosial masyarakat Desa Lambanau.
Diaspora Suku Bugis ke Desa Cempaka, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow Paris, Vicky Maulana; Hatu, Rauf A; Bumulo, Sahrain
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena diaspora Suku Bugis di Desa Cempaka, Kecamatan Sang Tombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami secara mendalam latar belakang, proses, serta dampak perpindahan masyarakat Bugis ke wilayah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas masyarakat Suku Bugis yang melakukan diaspora dan menetap secara permanen di Desa Cempaka sejak dekade 1970-an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedatangan Suku Bugis pada awal 1970-an hingga 1974 merupakan bentuk diaspora yang dilandasi pertimbangan rasional, terutama kebutuhan akan lahan pertanian yang lebih luas dan subur guna menjamin keberlangsungan ekonomi keluarga. Keputusan tersebut tidak terlepas dari peran jaringan kekerabatan yang memberikan informasi, dukungan, dan jaminan sosial bagi para perantau baru. Selain itu, tradisi merantau yang telah mengakar dalam budaya Bugis turut membentuk keberanian dan kesiapan mereka dalam mengambil keputusan migrasi. Dalam perspektif Teori Pilihan Rasional James S. Coleman, tindakan individu dipahami sebagai hasil perhitungan rasional untuk memperoleh manfaat optimal dengan risiko minimal. Hal ini tercermin pada pilihan masyarakat Bugis untuk berprofesi sebagai petani, yang dianggap mampu memberikan kemandirian, stabilitas pendapatan, serta peluang peningkatan kesejahteraan. Melalui proses adaptasi sosial, ekonomi, dan budaya, masyarakat Bugis mampu berintegrasi dengan masyarakat setempat tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai budayanya. Kehadiran mereka turut berkontribusi terhadap perkembangan sosial ekonomi Desa Cempaka secara berkelanjutan.