Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Fungsi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai fungsi dalam pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga dengan mengetahui fungsi tradisi aggalara’ maka masyarakat akan menjadikannya sebagai tolak ukur dalam melestarikan tradisi aggalara’. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis penelitian ini secara mendalam maka peneliti akan menggunakan teori struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons. Dengan teori tersebut akan dianalisis secara intensif berbagai fungsi dari tradisi aggalara’ sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa fungsi pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu sebagai sarana pendidikan budaya. Kedua sebagai sarana hiburan tradisional. Ketiga sebagai media penyampaian nilai spiritual dan keempat sebagai media dalam menghidupkan ekonomi lokal.
KOLABORASI PEMERINTAH DAN LSM DALAM PEMBERDAYAAN NELAYAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR Henri; Nasir
Jurnal Dialektika Politik Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dialektika Politik
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/jdp.v9i2.234

Abstract

Fishing communities in Pangkajene and Islands Regency (Pangkep) face various structural challenges such as limited capital, low access to technology, and dependence on daily catches which have an impact on low levels of welfare. To overcome these problems, collaborative efforts are made between local governments and Non-Governmental Organizations (NGOs) in the implementation of coastal community empowerment programs. This research aims to examine the forms of collaboration between the government and NGOs and assess their contribution to empowering and improving the welfare of the fishing community. The approach used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of in-depth interviews, observations, and documentation of informants from the government, NGOs, and fishermen's groups. The findings show that the collaboration has resulted in programs such as training, economic assistance, and environmental education that have a positive impact on community capacity building. However, collaboration still faces obstacles in coordination, program sustainability, and uneven community participation. This research contributes to enriching the literature on collaborative governance in the context of empowering coastal communities, as well as a reference for governments and NGOs to design collaboration strategies that are more inclusive, sustainable, and based on local needs.
Analisis Komunikasi Pariwisata Digital pada Akun Instagram @explorebulukumba: Studi Kasus Promosi Pantai Bara Bulukumba Henri; Nasir
Jurnalika : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnalika : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/jurnalika92230

Abstract

The development of social media, especially Instagram, has changed the paradigm of tourism promotion through visual and interactive approaches. In the midst of the dominance of popular tourist destination promotions, community accounts such as @explorebulukumba play an important role in introducing little-known destinations, such as Bara Beach in Bulukumba Regency, South Sulawesi. This study aims to analyze the digital tourism communication strategy applied by the account in building the image of Bara Beach. The approach used was qualitative descriptive, with data collection through digital observation, semi-structured interviews, and field documentation. The research informants consisted of account managers, local tourism activists, and tourists who were exposed to digital promotional content. The results showed that @explorebulukumba accounts leveraged strong visual and narrative communication strategies through aesthetic content, the use of emotional captions, and local hashtags. These elements form the image of Bara Beach as an exclusive and natural destination. High user interaction shows the effectiveness of this strategy in attracting attention and encouraging tourist visit intentions. This research recommends collaboration between local governments and community accounts in digital tourism promotion strategies. In addition, increasing the capacity of creative content and optimizing social media features needs to be done on an ongoing basis to strengthen the branding of local destinations.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUDAYA RUMAH ADAT BERBASIS TRADSETIG (TRADITIONAL HOUSE TYPHOON GAME) UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR: Media pembelajaran TRADSETIG, Budaya rumah adat, siswa sekolah Dasar Henri; Nurhaedah, Nurhaedah; Sayidiman, Sayidiman
ETEDU : Elementary of Teacher Education Vol 1 No 2 (2025): June 2025
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in class IV of SDN No. 196 Inpres Bontomajannang on the Development of Traditional House Culture Learning Media based on Tradsetig which was motivated by the lack of learning media on traditional house culture based on games. The purpose of this study was to (1) Develop a traditional house culture learning media product based on Tradsetig for Elementary School students. (2) Determine the feasibility of the product. (3) Determine the level of practicality of using the media product. This study focuses on producing learning media to improve understanding of traditional house culture material. The design of this study is research and development (Research & Development) using the ADDIE model which consists of five stages. The first stage is: (1) Preparation. (2) Planning. (3) Development. (4) Implementation. (5) Evaluation. The conclusion of this study, based on the assessments given by material experts, media experts, teachers and students, this Tradsetig-based learning media is in the very feasible category so that it can be recommended as a learning media on traditional house culture material. 
Makna Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10613

Abstract

Penelitian ini mengkaji lebih intensif makna dari tradisi aggalara’ yang dilakukan saat acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Tradisi ini bukan sekadar upacara biasa, ia menjadi cerminan budaya yang penuh nilai dan makna sosial. Tidak hanya sebagai ritual, aggalara’ juga berperan sebagai alat yang dinamis untuk menyampaikan berbagai makna kepada masyarakat sekitar.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait makna pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa makna pelaksanaan tradisi aggalara’, Pertama, sebagai jembatan yang menghubungkan generasi lama dan muda, tradisi ini menjadi cara yang efektif untuk menularkan nilai-nilai, cerita leluhur, dan pengalaman secara nyata kepada generasi muda. Kedua, aggalara’ bermakna sebagai simbol persatuan masyarakat yang beraneka ragam, menunjukkan semangat inklusivitas dengan melibatkan berbagai kelompok dalam komunitas. Ketiga, tradisi ini memperkuat posisi nilai lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, sehingga adat tetap dihargai dan diakui di ruang publik. Keempat, pelaksanaan aggalara’ menarik perhatian para akademisi untuk mempelajari budaya lokal secara lebih mendalam dan terdokumentasi dengan baik.
Peran Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pelaksanaan tradisi aggalara’ selama acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam memperkuat struktur sosial dan budaya masyarakat setempat. Tradisi aggalara’ adalah sebuah upacara sakral yang memiliki makna sosial, spiritual, dan simbolik yang mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode etnografi, termasuk observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat luas, dan dokumentasi langsung terhadap prosesi upacara. Untuk memahami bagaimana tradisi aggalara’ berperan secara sosial dan budaya, penelitian ini mengadopsi teori Struktural Fungsionalisme dari Talcott Parsons, terutama kerangka kerja AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aggalara’ lebih dari sekadar warisan budaya; ia memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Pertama, tradisi ini menjadi saluran penyelesaian konflik sosial, dengan menciptakan ruang dialog dan rekonsiliasi yang sakral, sehingga mampu meredam ketegangan antarwarga. Kedua, tradisi ini memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat mendorong pengenalan budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional. Ketiga, aggalara’ berperan sebagai alat sosialisasi norma dan nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun, khususnya kepada generasi muda. Keempat, tradisi ini juga mendorong munculnya kreativitas seni lokal, seperti musik tradisional ganrang, busana adat, serta ekspresi dekoratif khas Jeneponto.
Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.8005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu tradisi aggalara’ dan faktor-faktor apa yang melatarbelakangi pelaksanaan tradisi aggalara sehingga sampai saat ini masih dilaksanakan secara turun-turun ke setiap generasi pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka akan digunakan teori Tindakan Sosial Max Weber untuk menganalisa berbagai fenomena dalam tradisi aggalara’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi aggalara’ adalah tradisi ritual yang melibatkan elemen budaya seperti musik tradisional ganrang dan penggunaan dupa. Ada beberapa faktor yang mendasari sehingga tradisi aggalara’ masih dilaksanakan sampai saat ini di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, yang pertama sebagai bentuk pelestarian warisan nenek moyang, kedua sebagai bentuk penghormatan terhadap panggadakang, ketiga sebagai identitas budaya dan keempat sebagai bentuk mengurangi tekanan sosial masyarakat.
Prosesi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi aggalara’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan fokus pada metode kualitatif dengan menggunakan beberapa Teknik pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka akan digunakan teori struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons untuk menganalisa berbagai proses pelaksanaan tradisi aggalara’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tradisi aggalara’ melalui beberapa tahap dimulai dengan penentuan hari baik dan pemilihan pemimpin yang akan melaksanakan prosesi tradisi aggalara’, Tahap kedua yaitu persiapan perlengkapan dan penentuan bentuk tradisi aggalara’ yang akan dilaksanakan. Tahap ketiga yaitu mengundang pemain alat musik tradisional ganrang tradisi aggalara’ dan Tahap keempat yaitu pelaksanaan tradisi aggalara’ secara sakral.
Tujuan Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga tradisi ini masih eksis dilakukan sampai sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait tujuan pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tujuan pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu untuk mempererat solidaritas sosial. Kedua yaitu untuk meningkatkan kehormatan keluarga. Ketiga untuk menguatkan hubungan antargenerasi dan keempat untuk menjaga keberagaman budaya lokal.
Pelatihan Desain Grafis sebagai Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Digital Siswa SMAN 1 Gowa Sudirman; Musa; Nasir, Nasir; Henri; Ujianti Tawakkal
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): JIPMAS : Journal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Karya Inovatif Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65255/jipmas.v2i1.117

Abstract

Graphic design skills are one of the skills that are increasingly needed in the digital era, both in the world of education and the creative industry. However, limited access and lack of training make high school students, especially at SMAN 1 Gowa, not have adequate skills in this field. This service aims to improve students' creativity and digital skills through practice-based graphic design training. Methods used include interactive lectures, live demonstrations, and self-practice using Adobe Photoshop and Canva software. This activity was attended by 30 students who were selected based on their interest and interest in graphic design. The results of the evaluation showed that 85% of the participants were able to understand the basic concepts of graphic design and produce simple design works with a good level of creativity. In addition, this training also increases students' confidence in participating in various design competitions and extracurricular activities. The conclusion of this activity is that graphic design training has a positive impact on the development of students' skills, as well as opening opportunities for them to contribute to school promotion activities and other creative projects.