Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PESHUM

Fungsi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai fungsi dalam pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga dengan mengetahui fungsi tradisi aggalara’ maka masyarakat akan menjadikannya sebagai tolak ukur dalam melestarikan tradisi aggalara’. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis penelitian ini secara mendalam maka peneliti akan menggunakan teori struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons. Dengan teori tersebut akan dianalisis secara intensif berbagai fungsi dari tradisi aggalara’ sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa fungsi pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu sebagai sarana pendidikan budaya. Kedua sebagai sarana hiburan tradisional. Ketiga sebagai media penyampaian nilai spiritual dan keempat sebagai media dalam menghidupkan ekonomi lokal.
Makna Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10613

Abstract

Penelitian ini mengkaji lebih intensif makna dari tradisi aggalara’ yang dilakukan saat acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Tradisi ini bukan sekadar upacara biasa, ia menjadi cerminan budaya yang penuh nilai dan makna sosial. Tidak hanya sebagai ritual, aggalara’ juga berperan sebagai alat yang dinamis untuk menyampaikan berbagai makna kepada masyarakat sekitar.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait makna pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa makna pelaksanaan tradisi aggalara’, Pertama, sebagai jembatan yang menghubungkan generasi lama dan muda, tradisi ini menjadi cara yang efektif untuk menularkan nilai-nilai, cerita leluhur, dan pengalaman secara nyata kepada generasi muda. Kedua, aggalara’ bermakna sebagai simbol persatuan masyarakat yang beraneka ragam, menunjukkan semangat inklusivitas dengan melibatkan berbagai kelompok dalam komunitas. Ketiga, tradisi ini memperkuat posisi nilai lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, sehingga adat tetap dihargai dan diakui di ruang publik. Keempat, pelaksanaan aggalara’ menarik perhatian para akademisi untuk mempelajari budaya lokal secara lebih mendalam dan terdokumentasi dengan baik.
Peran Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.10614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran pelaksanaan tradisi aggalara’ selama acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam memperkuat struktur sosial dan budaya masyarakat setempat. Tradisi aggalara’ adalah sebuah upacara sakral yang memiliki makna sosial, spiritual, dan simbolik yang mendalam. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode etnografi, termasuk observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat luas, dan dokumentasi langsung terhadap prosesi upacara. Untuk memahami bagaimana tradisi aggalara’ berperan secara sosial dan budaya, penelitian ini mengadopsi teori Struktural Fungsionalisme dari Talcott Parsons, terutama kerangka kerja AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aggalara’ lebih dari sekadar warisan budaya; ia memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan sosial. Pertama, tradisi ini menjadi saluran penyelesaian konflik sosial, dengan menciptakan ruang dialog dan rekonsiliasi yang sakral, sehingga mampu meredam ketegangan antarwarga. Kedua, tradisi ini memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat mendorong pengenalan budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional. Ketiga, aggalara’ berperan sebagai alat sosialisasi norma dan nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun, khususnya kepada generasi muda. Keempat, tradisi ini juga mendorong munculnya kreativitas seni lokal, seperti musik tradisional ganrang, busana adat, serta ekspresi dekoratif khas Jeneponto.
Tren Pengajaran Guru pada Pelajaran Tematik di Sosial Media, Analisis Bibliometrik N Vivo 12 A. Muh. Ali; Nurul Jamiah Sidiq; Sakmawati; Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7873

Abstract

Media sosial menjadi platform utama bagi guru dalam berbagi dan mendapatkan inspirasi terkait pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis materi ajar dan strategi pembelajaran tematik yang dibagikan di dunia maya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru aktif menggunakan media sosial, terutama Facebook, untuk berbagi materi ajar dan strategi pengajaran. Materi ajar tematik paling sering dibagikan, sementara strategi efektif melibatkan interaksi langsung dengan siswa. Namun, terdapat tantangan seperti hambatan teknis dan akses teknologi yang tidak merata. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman lebih baik tentang pembelajaran di dunia maya dapat mendukung pengembangan pendidikan dasar yang inklusif dan efektif. Dengan memahami materi dan strategi pengajaran yang relevan, pendidik serta pembuat kebijakan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan membantu guru menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.8005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa itu tradisi aggalara’ dan faktor-faktor apa yang melatarbelakangi pelaksanaan tradisi aggalara sehingga sampai saat ini masih dilaksanakan secara turun-turun ke setiap generasi pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka akan digunakan teori Tindakan Sosial Max Weber untuk menganalisa berbagai fenomena dalam tradisi aggalara’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi aggalara’ adalah tradisi ritual yang melibatkan elemen budaya seperti musik tradisional ganrang dan penggunaan dupa. Ada beberapa faktor yang mendasari sehingga tradisi aggalara’ masih dilaksanakan sampai saat ini di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, yang pertama sebagai bentuk pelestarian warisan nenek moyang, kedua sebagai bentuk penghormatan terhadap panggadakang, ketiga sebagai identitas budaya dan keempat sebagai bentuk mengurangi tekanan sosial masyarakat.
Prosesi Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi aggalara’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan fokus pada metode kualitatif dengan menggunakan beberapa Teknik pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka akan digunakan teori struktural fungsionalisme AGIL Talcott Parsons untuk menganalisa berbagai proses pelaksanaan tradisi aggalara’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tradisi aggalara’ melalui beberapa tahap dimulai dengan penentuan hari baik dan pemilihan pemimpin yang akan melaksanakan prosesi tradisi aggalara’, Tahap kedua yaitu persiapan perlengkapan dan penentuan bentuk tradisi aggalara’ yang akan dilaksanakan. Tahap ketiga yaitu mengundang pemain alat musik tradisional ganrang tradisi aggalara’ dan Tahap keempat yaitu pelaksanaan tradisi aggalara’ secara sakral.
Tujuan Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Desa Balangloe Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan sehingga tradisi ini masih eksis dilakukan sampai sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memperdalam penelitian maka peneliti akan menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead dalam menganalisis berbagai hal dalam tradisi aggalara’ sehingga dapat diperoleh analisis yang intensif terkait tujuan pelaksanaan tradisi aggalara’ pada acara pasunna’ di Kabupaten Jeneponto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tujuan pelaksanaan tradisi aggalara’ pertama yaitu untuk mempererat solidaritas sosial. Kedua yaitu untuk meningkatkan kehormatan keluarga. Ketiga untuk menguatkan hubungan antargenerasi dan keempat untuk menjaga keberagaman budaya lokal.