Widiya Ningsih, Ahyun
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Modul Dalam Pembelajaran Fikih Widiya Ningsih, Ahyun; Albina, Meyniar
Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan bahan ajar mempunyai peran sangat penting pada proses pembelajaran karena bahan ajar merupakan materi untuk menyampaikan informasi dan mendukung proses belajar mengajar. Tujuan penulisan ini adalah untuk menjelaskan tentang hakikat bahan ajar modul, Pentinganya bahan ajar modul adalam pembelajaran fikih, Tahapan dalam pengembangan bahan ajar modul dalam pembelajaran fikih, Penerapan pengembangan bahan ajar modul dalam pembelajaran fikih, Serta efektivitas dari pengembangan bahan ajar modul dalam pembelajaran fikih. Dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode Library Research dimana penulis menggunakan data atau informasi yang dikumpulkan dari berbagai literatur, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, laporan penelitian, dan sumber-sumber tertulis lainnya. Hasil dalam pengembangan bahan ajar modul ini akan memperoleh berdampak yang signifikan pada proses pembelajaran fikih dan pengalaman belajar peserta didik.
Telaah Kritis Model Mixed Method: Ragam Strategi, Langkah Implementasi, dan Contoh Praktis dalam Penelitian Widiya Ningsih, Ahyun; Albina, Meyniar
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v2i1.253

Abstract

Pendekatan penelitian campuran (mixed method) telah menjadi alternatif metodologis yang semakin diminati dalam menjawab kompleksitas fenomena sosial dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara sistematis konsep dasar, jenis-jenis model penelitian campuran, tahapan implementasi, serta kelebihan dan kekurangannya dalam konteks akademik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang menghimpun data dari literatur ilmiah seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa model-model seperti sequential explanatory, sequential exploratory, concurrent triangulation, dan concurrent embedded memiliki karakteristik dan tantangan berbeda, namun seluruhnya menekankan pentingnya penggabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara strategis. Penelitian ini merekomendasikan pemilihan model yang tepat berdasarkan tujuan, jenis data, serta kebutuhan kontekstual penelitian. Temuan ini diharapkan dapat membantu peneliti, terutama pemula, dalam memahami serta menerapkan pendekatan mixed method secara tepat guna menghasilkan penelitian yang valid, relevan, dan aplikatif
Komunikasi Organisasi Dalam Penguatan Komitmen Kerja di Sekolah Widiya Ningsih, Ahyun; Abdul Fattah Nasution; Sartika Sari Efriyanti; Rivansyah Hakim; Nidia Lutfianti
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.541

Abstract

Penelitian ini membahas peran komunikasi organisasi sebagai faktor kunci dalam memperkuat komitmen kerja guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Secara umum, komunikasi yang efektif menjadi fondasi terciptanya koordinasi, hubungan kerja harmonis, serta iklim organisasi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep komunikasi organisasi di sekolah, memahami dimensi komitmen kerja, menelaah pengaruh komunikasi terhadap komitmen tersebut, serta merumuskan strategi penguatan komunikasi dalam konteks manajemen sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang jelas, terbuka, dua arah, dan terstruktur mampu meningkatkan motivasi, loyalitas, kepercayaan, serta rasa memiliki guru terhadap sekolah. Selain itu, komunikasi efektif memperkuat kejelasan tugas, mengurangi konflik, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga komitmen kerja semakin stabil. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan komunikasi organisasi merupakan strategi esensial dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas kinerja guru.