Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang terus meningkat di seluruh dunia dan menjadi penyebab utama kematian. Peningkatan kasus ini juga terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Utara, khususnya Desa Tingkem, Kecamatan Nisam, di mana masyarakat memiliki kebiasaan makan tinggi karbohidrat dan rendah aktivitas fisik. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini serta pencegahan diabetes menjadi faktor utama yang perlu diatasi melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat Desa Tingkem dalam pencegahan serta pengelolaan diabetes melitus melalui kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan kader kesehatan desa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) selama dua minggu pada bulan Agustus 2025. Sasaran kegiatan sebanyak 40 orang masyarakat berisiko tinggi DM. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: edukasi kesehatan, pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah, serta pelatihan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta serta observasi partisipasi masyarakat. Kegiatan edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai pre-test 58,4 menjadi 86,7 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 48,5%. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 25% peserta memiliki kadar gula darah sewaktu >200 mg/dL, 32,5% mengalami hipertensi, dan 27,5% tergolong obesitas. Selain itu, lima kader kesehatan desa berhasil dibentuk dan dilatih untuk melakukan deteksi dini serta promosi kesehatan secara mandiri. Program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus.