Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OVERVIEW KELAYAKAN BISNIS Putri Zahra; Rizki Ananda Syahfitri; Sari Jamilah Rangkuti
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 14 No. 6 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v14i6.10593

Abstract

Studi kelayakan bisnis ini merupakan proses sistematis untuk mengevaluasi potensi keberhasilan suatu bisnis, dengan mempertimbangkan aspek pasar, manajemen, teknis, keuangan, dan hukum. Tujuan utamanya adalah untuk menentukan apakah suatu bisnis dapat bertahan, mengurangi potensi kerugian, dan memaksimalkan keuntungan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai jurnal. Langkah-langkah utama dalam penelitian meliputi pengumpulan data, analisis, dan studi kasus. Sumber data sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan. Berdasarkan studi kelayakan Chicken Crush Medan, bisnis tersebut dapat dikatakan layak dengan menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar, didukung oleh manajemen yang kuat, strategi pemasaran yang efektif, kesiapan teknis, kepatuhan hukum, dan permintaan pasar terutama di kalangan pelajar.
Application Of PBL Model in Improving Students' Independence in Islamic Religious Education Subjects In Class XI Of State Vocational High School 8 Medan Putri Zahra; Bahtiar Siregar
International Journal of Society and Law Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Independence Study as one of the aspect crucial students in the learning process who play a role in development potential self . Study of study This related application of the PBL model in improvement independence students at SMK Negeri 8. Research This started from lack of optimization in independence Study tend cause student not enough believe self so that No maximize the abilities that exist within him . Applying method qualitative descriptive , utilizing the process of observation , interviews , and studies documentation as technique collection data.Technique data analysis using stages data reduction , data presentation , then withdrawal conclusion . Findings than study disclose that There is improvement independence student with the implementation of the PBL model , namely skills breakdown problem,ability think critical , and strengthening mark trust self . The implementation of the PBL model must be in accordance with the steps and consistency is an important thing in increasing student independence. The conclusion is that with PBL implementation , independence Study student can increased in eyes Islamic Religious Education lesson in class XI Culinary Arts 7.
Evolusi Gerakan Sosial Keagamaan: Studi Kepustakaan Tentang Kontribusi Walubi dalam Pembangunan Masyarakat Inklusif harahap, Indra; Alda Malik Fadillah; Anya Dwi Aprillia; Putri Zahra; Mh Farhan; Fika Fahriza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the transformation of the Indonesian Buddhist Community Representative (Walubi) from a representative-bureaucratic entity into a socio-religious driving actor through the praxis of Engaged Buddhism. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) method that adapts the PRISMA protocol, this research synthesizes academic literature published from 2005 to 2026 to dissect Walubi's social maneuvers in the public sphere. The results indicate that Walubi's contribution to building an inclusive society in Indonesia manifests in three movement typologies: (1) cross-boundary health philanthropy that effectively deconstructs stereotypes of minority exclusivity; (2) disaster emergency response mobilization utilizing the liminality phase to weave communal solidarity; and (3) nonviolent structural diplomacy within the Religious Harmony Forum (FKUB). Sociologically, these maneuvers successfully mitigate primordial prejudice through intense cultural interactions. However, this study also finds that inclusion built upon philanthropic schemes leaves an asymmetrical class power relation, risking becoming a "pseudo-inclusion" if unaccompanied by equality advocacy in public policy. This article concludes that amidst the threat of identity politics polarization, Walubi's Engaged Buddhism movement is challenged to evolve from a mere crisis-mitigation instrument into a sustainable agent of multicultural citizenship literacy. Artikel ini mengkaji transformasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dari entitas representatif-birokratis menjadi aktor penggerak gerakan sosial keagamaan melalui praksis Engaged Buddhism. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengadaptasi protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis literatur akademik terbitan 2005-2026 untuk membedah manuver sosial Walubi di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Walubi dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia bermanifestasi dalam tiga tipologi gerakan: (1) filantropi kesehatan lintas batas yang secara efektif mendekonstruksi stereotip eksklusivitas minoritas; (2) mobilisasi tanggap darurat bencana yang memanfaatkan fase liminalitas untuk merajut solidaritas komunal; serta (3) diplomasi struktural nirkekerasan di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Secara sosiologis, manuver ini berhasil meredam prasangka primordial melalui interaksi kultural yang intens. Namun, kajian ini juga menemukan bahwa inklusi yang dibangun melalui skema filantropi masih menyisakan ketimpangan relasi kuasa kelas, yang berisiko menjadi "inklusi semu" jika tidak dibarengi advokasi kesetaraan di ranah kebijakan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa di tengah ancaman polarisasi politik identitas, gerakan Engaged Buddhism Walubi dituntut untuk berevolusi dari sekadar instrumen peredam konflik krisis menjadi agen literasi kewarganegaraan multikultural yang berkelanjutan.
Evolusi Gerakan Sosial Keagamaan: Studi Kepustakaan Tentang Kontribusi Walubi dalam Pembangunan Masyarakat Inklusif harahap, Indra; Alda Malik Fadillah; Anya Dwi Aprillia; Putri Zahra; Mh Farhan; Fika Fahriza
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the transformation of the Indonesian Buddhist Community Representative (Walubi) from a representative-bureaucratic entity into a socio-religious driving actor through the praxis of Engaged Buddhism. Utilizing a Systematic Literature Review (SLR) method that adapts the PRISMA protocol, this research synthesizes academic literature published from 2005 to 2026 to dissect Walubi's social maneuvers in the public sphere. The results indicate that Walubi's contribution to building an inclusive society in Indonesia manifests in three movement typologies: (1) cross-boundary health philanthropy that effectively deconstructs stereotypes of minority exclusivity; (2) disaster emergency response mobilization utilizing the liminality phase to weave communal solidarity; and (3) nonviolent structural diplomacy within the Religious Harmony Forum (FKUB). Sociologically, these maneuvers successfully mitigate primordial prejudice through intense cultural interactions. However, this study also finds that inclusion built upon philanthropic schemes leaves an asymmetrical class power relation, risking becoming a "pseudo-inclusion" if unaccompanied by equality advocacy in public policy. This article concludes that amidst the threat of identity politics polarization, Walubi's Engaged Buddhism movement is challenged to evolve from a mere crisis-mitigation instrument into a sustainable agent of multicultural citizenship literacy. Artikel ini mengkaji transformasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dari entitas representatif-birokratis menjadi aktor penggerak gerakan sosial keagamaan melalui praksis Engaged Buddhism. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengadaptasi protokol PRISMA, penelitian ini mensintesis literatur akademik terbitan 2005-2026 untuk membedah manuver sosial Walubi di ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Walubi dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia bermanifestasi dalam tiga tipologi gerakan: (1) filantropi kesehatan lintas batas yang secara efektif mendekonstruksi stereotip eksklusivitas minoritas; (2) mobilisasi tanggap darurat bencana yang memanfaatkan fase liminalitas untuk merajut solidaritas komunal; serta (3) diplomasi struktural nirkekerasan di dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Secara sosiologis, manuver ini berhasil meredam prasangka primordial melalui interaksi kultural yang intens. Namun, kajian ini juga menemukan bahwa inklusi yang dibangun melalui skema filantropi masih menyisakan ketimpangan relasi kuasa kelas, yang berisiko menjadi "inklusi semu" jika tidak dibarengi advokasi kesetaraan di ranah kebijakan publik. Artikel ini menyimpulkan bahwa di tengah ancaman polarisasi politik identitas, gerakan Engaged Buddhism Walubi dituntut untuk berevolusi dari sekadar instrumen peredam konflik krisis menjadi agen literasi kewarganegaraan multikultural yang berkelanjutan.