Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Trip Generation Model of Sawah Baru Residential, Ciputat District, South Tangerang Municipality Adinda Rifqi Aprilliana Haryanta; Verdy Ananda Upa; Eka Apriliasi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v23i1.6503

Abstract

Traffic congestion in Ciputat area due to increasing of trip generation unsupported by transportation facilities and adequate road network. Generally, solution that implemented is road network capacity upgrades with widening based on trip generation analysis. The purpose of this research to determine trip generation model, total of trip generation, factors that influence of trip generation, and characteristics of trip users on Sawah Baru residence Ciputat Tangerang Selatan. The research method used by household interview survey about number of family members, amount of income per month, number of people working, number of students, number of vehicle owners, amount of transportation costs per month, also trip data from family members daily. Data that has been collected then analyzed with multiple linear regression method used SPSS 25.0 application with significant level 95%. Trip generation model of Sawah Baru residence can be attained Y = 0,450 +0,833 X1 with R2(R square) = 0,833. Total of trip generation that is generated by Sawah Baru residence = 333 trip/day. Based on t Test with significant level <0,05, therefore an influential factors are number of family members, amount of family income, number of people working, number of students, vehicle owners, and transportation cost.
PENGARUH WAKTU TEMPUH TERHADAP PERILAKU BERKENDARA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA Verdy Ananda Upa; Nur Hakim; Eka Apriliasi
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5085

Abstract

Tingginya angka kecelakaan di jalan menunjukkan bahwa keselamatan dalam berkendara merupakan aspek yang penting untuk diperhatikan. Waktu tempuh merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang dalam berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengaruh waktu tempuh terhadap perilaku berkendara dan memetakan lokasi tempat tinggal mahasiswa Institut Teknologi Indonesia yang menggunakan sepeda motor. Penelitian ini menggunakan metode kuisioner berupa wawancara terhadap 126 mahasiswa yang mengendarai sepeda motor ke kampus Institut Teknologi Indonesia, yang respondennya diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu tempuh perjalanan responden, maka mahasiswa Institut Teknologi Indonesia memiliki kecenderungan perilaku berkendara yang aman dari aspek penggunaan headset, pemakaian handphone, kebiasaan membonceng, penggunaan alat pelindung diri, penyediaan helm cadangan ketika berkendara, berteduh ketika hujan, kebiasaan berkendara ketika di persimpangan. Selain itu, hasil pemetaan lokasi tempat tinggal responden menunjukkan bahwa lokasi dominan tempat tinggal mahasiswa Institut Teknologi Indonesia berasal dari Kecamatan Setu (17%), Kecamatan Serpong (15%), dan Kecamatan Pamulang (9%).
EKSPERIMENTAL KEKUATAN LEKATAN PADA SAMBUNGAN GROUTING BETON – TULANGAN DENGAN UJI PULL-OUT Kasih Jhoniper Simanjuntak; Eka Apriliasi
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9612

Abstract

Konstruksi precast memberikan efisiensi waktu tinggi dibandingkan beton cor di tempat karena elemen diproduksi di pabrik dan tidak perlu proses pengeringan di lapangan. Pengurangan durasi konstruksi berdampak langsung pada penurunan biaya proyek. (Sunishtha et al., 2019). Namun, tanpa sambungan monolit pada struktur precast dapat menurunkan kinerja struktur terhadap beban gempa. Oleh karena itu, kualitas sambungan antar elemen menjadi faktor penting yang menentukan keamanan dan perilaku struktur saat terjadi gempa (Kıpçak, 2026).Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kuat lekatan sambungan grouting pada sistem sambungan tulangan precast melalui pengujian pull-out. Dua spesimen beton mutu f’c 40 MPa berukuran 200 × 200 × 500 mm dibuat dengan variabel jenis material grouting, yaitu ConsolGrout 700 MF dan BASF MasterFlow 810. Pada pusat spesimen dipasang pipa hollow berdiameter luar 35 mm yang berfungsi sebagai saluran grouting dan tempat penempatan tulangan D25. Setelah beton mencapai umur 28 hari, pengujian dilakukan dengan menarik tulangan menggunakan mesin hidrolik. Beban tarik dicatat menggunakan pressure gauge, sedangkan perpindahan diukur dengan dial gauge.Hasil pengujian menunjukkan kuat lekatan sambungan grouting BASF dan Consol masing-masing sebesar 5,933 MPa dan 7,674 MPa. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan tahanan geser beton normal sebesar 2,5–3,8 MPa. Pola kerusakan yang terjadi berupa concrete spalling, bukan debonding, yang mengindikasikan ikatan sambungan lebih kuat daripada beton sekitarnya. Hubungan bond-slip yang diperoleh masih menunjukkan perilaku linear tanpa penurunan tegangan yang signifikan