Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembakaran dan Pembuangan Sampah di Desa Mekar Jaya Kazliani
Irajagaddhita Vol. 1 No. 2 (2023): Irajagaddhita : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/irajagaddhita.v1i2.276

Abstract

Pembakaran sampah dapat membahayakan kesehatan orang-orang yang berada di sekitarnya. Tindakan pembakaran sampah di Perumahan Desa Mekar Jaya menjadi sesuatu yang biasa dilakukan oleh warga setempat. Penelitian ini hendak menggali kondisi tempat pembakaran di Desa Mekar Jaya, faktor penyebab masyarakat setempat membuang dan membakar sampah sembarangan, dampak yang ditimbulkan oleh pembakaran sampah tersebut, dan peran pemerintahan desa untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menemukan bahwa penyebab masyarakat membuang sampah dan membakar sampah karena di desa masih belum memiliki sistem pengolahan sampah terutama sampah yang sulit untuk diuraikan. Keterbatasan biaya, lahan, dan pengetahuan menjadi salah satu penyebabnya.
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Mekanisme Pengembalian Barang Di Platform Shopee: Studi di Desa Mekar Jaya Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas Kazliani; Nashirun; Yuniartik
Cross-border Vol. 8 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme pengembalian barang di platform Shopee dari perspektif hukum ekonomi syariah dengan studi kasus pada masyarakat Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, Kabupaten Sambas. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya transaksi e-commerce di kalangan masyarakat pedesaan, namun masih dihadapkan pada kendala teknis dan administratif dalam proses retur barang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosiologis-empiris, serta pengumpulan data melalui wawancara terhadap tujuh informan pengguna aktif Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian masyarakat telah memahami fitur pengembalian barang, prosedur yang berlaku masih dinilai rumit, terutama terkait syarat video unboxing, kurangnya respons penjual, dan keterbatasan layanan ekspedisi. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, mekanisme tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip khiyār, keadilan, kemudahan, dan tanggung jawab. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan penyesuaian kebijakan e-commerce agar lebih adil dan sesuai dengan prinsip syariah, khususnya bagi konsumen Muslim di daerah terpencil. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan untuk pengembangan kebijakan platform digital yang lebih inklusif dan sesuai syariah.