Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FI’IL AMR DALAM QS. AL-A’RAF: 89 STUDI TENTANG PERMOHONAN KEPADA ALLAH Zulhijjan, Muhammad Aziz; Rizky Febriansyah Sinaga
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v9i1.8810

Abstract

Penggunaan fi’il amr dalam QS. Al-A’raf : 89 memiliki makna doa atau permohonan dari makhluk kepada Allah. Itu merupakan penyerahan diri kepada Allah, karena Allah lah yang dapat berkehendak dalam seluruh keputusannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Pustaka (Library Resarch). Adapun sumber yang di dapatkan di dalam penelitian ini berasal dari sumber primer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami berbagai macam sighat fi’il amr, salah satunya terdapat pada QS. Al-A’raf : 89 yang memiliki makna permohonan.
Mengubah Malu Menjadi Peduli : Edukasi Pola Asuh dan Nutrisi Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Ade Teo Wardana; Rizky Febriansyah Sinaga; Safinatunnaja; Alya Sahbrina; Zuhrinal Nawawi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18242

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya edukasi pola asuh dan nutrisi sebagai strategi pencegahan stunting di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Stunting masih menjadi tantangan kesehatan utama di wilayah tersebut, dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pola asuh dan asupan gizi yang tepat pada masa emas pertumbuhan anak. Edukasi yang dilakukan melibatkan 17 ibu dengan balita berisiko stunting, didukung oleh tenaga kesehatan Puskesmas dan mahasiswa KKN UINSU. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap orang tua mengenai pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Program ini berhasil mengatasi hambatan budaya berupa rasa malu menjadi kepedulian aktif dalam pencegahan stunting, serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan akademisi. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi berbasis partisipasi masyarakat sebagai kunci transformasi sosial dalam menurunkan angka stunting melalui perbaikan pola asuh, gizi, dan lingkungan yang mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.
Analisis Program Pembinaan Seni Baca Al-Qur’an pada LPTQ Provinsi Sumatera Utara Tantri Rizky Alviani; Rizky Febriansyah Sinaga; Rajab Al Fathin Muhammad Nasution; Sri Ahadah Nuril Fajar; Frasiska Sari Juwita; Shelma Shelma; Agung Julian Siregar; Muhammad Hidayat
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v3i2.8581

Abstract

The development of the art of reading the Qur'an (tilawah) plays an important role in maintaining the Qur'anic tradition in North Sumatra, especially since this region is one of the regions actively involved in organizing the Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). However, the quality of development at the district/city level is not evenly distributed, thus impacting the ability of qari and qari'ah to achieve professional tilawah standards. This study aims to analyze the development program of the art of reading the Qur'an implemented by the LPTQ of North Sumatra Province, including the form of activities, implementation mechanisms, and its effectiveness in improving participant competence. The research method uses a descriptive qualitative approach through direct observation of development activities, analysis of official institutional documents, and supporting documentation related to the training process and implementation of the MTQ. The results show that the LPTQ development program includes routine development, Training Center (TC), and Training of Trainers (ToT), each of which has a different contribution to improving participant abilities. Routine development serves as a foundation, TC has proven to be most effective in maturing participants before the MTQ, while ToT plays a role in increasing the capacity of trainers in the region. However, the program's overall effectiveness remains hampered by a limited number of expert trainers, limited facilities, regional disparities, and low interest among young people in the art of tilawah. This study concludes that training needs to be strengthened through equitable distribution of trainers, increased program intensity, utilization of digital media, and more stable budget support to achieve sustainable tilawah training in North Sumatra.