Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA SISTEM CASH ON DELIVERY (COD) DALAM MENGGUNAKAN KURIR J&T EXPRESS Balqis Anisa Janati; Safinatunnaja; Mahda Rizka Yolanda; Afryan Syah Putra; Arsyadona
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 10 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i10.10506

Abstract

Metode pembayaranCash on Delivery (COD) pada layananpengiriman J&T Express memilikirisiko yang dapatmempengaruhikelancarantransaksi. Risiko yang dihadapi oleh penjual dan kurir dalam sistem COD meliputi kesalahan pengiriman, ketidaksesuaian alamat, serta pembatalan pesanan oleh konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada sistem pembayaran COD menggunakan kurir J&T Express. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi oleh penjual dan kurir adalah ketidaktepatan pengiriman dan pembatalan pesanan oleh konsumen yang menyebabkan kerugian finansial dan reputasi. Meskipun J&T telah melakukan beberapa upaya mitigasi risiko, seperti pelatihan kurir dan sistem pelacakan yang lebih baik, masih diperlukan peningkatan dalam manajemen risiko terkait sistem COD untuk meminimalisir dampak negatif bagi penjual dan kurir. Kata Kunci: Cash on Delivery; ManajemenRisiko; Kurir J&T; Pengiriman.
ASPEK SYARIAH DAN HALAL Triya Harti Sholiha; Balqis Anisa Janati; Safinatunnaja
Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Vol. 14 No. 7 (2025): Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8734/musytari.v14i7.10631

Abstract

Artikel ini membahas aspek syariah dan kehalalan dalam konteks bisnis, dengan fokus pada penerapan sertifikasi halal di Indonesia. Metodologi yang digunakan pada artikel ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berasal dari literatur study yang diperoleh dari jurnal, buku, dan disertasi Google Scholar. Studi kasus yang diangkat adalah Siska Bakery, sebuah usaha kecil menengah di Surakarta yang telah mendapatkan sertifikat halal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Siska Bakery telah memenuhi beberapa standar kehalalan, masih terdapat kekurangan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berhubungan dengan pembelian bahan, produksi, dan distribusi produk. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan SOP yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas dan keamanan produk, serta melindungi hak konsumen, terutama di kalangan masyarakat Muslim. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa penguatan kebijakan sertifikasi halal dan SOP yang lebih baik dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keberlanjutan usaha dan kesejahteraan konsumen.Kata Kunci: Syariah, Halal, Sertifikasi Halal, SOP, Studi Kasus.
Pola Asupan Serat Individu Berdasarkan Preferensi Terhadap Sayur Safinatunnaja; Purnama, Endah Setyo Ayu
Nathiqiyyah Vol 8 No 2 (2025): Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v8i2.1717

Abstract

Abstract Daily fiber consumption plays a fundamental role in maintaining optimal health, yet fiber intake reality in Indonesia remains far below WHO's recommendation of 25 grams per day. Individual preferences toward vegetables as the main fiber source create diverse and complex intake patterns. This study aims to analyze fiber intake patterns in individuals with positive and negative preferences toward vegetables, and identify factors influencing these pattern differences. The study employed descriptive qualitative approach with in-depth interview techniques on four participants (two with positive preferences: CK and FN; two with negative preferences: NS and CC). Participants underwent a seven-day vegetable consumption challenge as intervention, with data collection through semi-structured interviews before and after intervention. Data were analyzed using thematic analysis. Individuals with positive preferences showed consistent and sustainable fiber intake patterns, with habits integrated into daily routines and strong intrinsic motivation. FN experienced increased positive scores (4.80→5.00) and reported physiological-psychological benefits, while CK showed stability in established habits. Individuals with negative preferences showed inconsistent patterns dependent on external factors. NS experienced significant negative score increase (2.00→4.10), while CC showed perceptual improvement (negative score 2.50→2.10). Fiber intake patterns are significantly influenced by vegetable preferences with determinant factors including childhood habit formation, health awareness, sensory preferences, social support, and accessibility. Development of personalized nutrition intervention strategies considering individual characteristics and tailored approaches for each preference group is recommended. Abstrak Konsumsi serat dalam pola makan sehari-hari memiliki peranan fundamental dalam menjaga kesehatan optimal, namun realitas konsumsi serat di Indonesia masih jauh di bawah rekomendasi WHO sebesar 25 gram per hari. Preferensi individu terhadap sayuran sebagai sumber utama serat menciptakan pola asupan yang beragam dan kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola asupan serat pada individu dengan preferensi positif dan negatif terhadap sayur, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan pola tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam pada empat partisipan (dua dengan preferensi positif: CK dan FN; dua dengan preferensi negatif: NS dan CC). Partisipan menjalani tantangan konsumsi sayur selama tujuh hari sebagai intervensi, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Individu dengan preferensi positif menunjukkan pola asupan serat yang konsisten dan berkelanjutan, dengan kebiasaan terintegrasi dalam rutinitas harian dan motivasi intrinsik kuat. FN mengalami peningkatan skor positif (4,80→5,00) dan melaporkan manfaat fisiologis-psikologis, sedangkan CK menunjukkan stabilitas kebiasaan mapan. Individu dengan preferensi negatif menunjukkan pola tidak konsisten dan bergantung faktor eksternal. NS mengalami peningkatan skor negatif signifikan (2,00→4,10), sedangkan CC menunjukkan perbaikan persepsi (skor negatif 2,50→2,10). Pola asupan serat sangat dipengaruhi preferensi sayur dengan faktor determinan meliputi pembentukan kebiasaan masa kanak-kanak, kesadaran kesehatan, preferensi sensorik, dukungan sosial, dan aksesibilitas. Disarankan pengembangan strategi intervensi gizi yang personalized dengan mempertimbangkan karakteristik individual dan pendekatan yang disesuaikan untuk setiap kelompok preferensi.
Kualitas Hubungan Interpersonal Pada Pengalaman Individu Toxic Relationship Safinatunnaja; Wahyuni, Indah Noor; Mareti, Vivitia; Anjani, Putri Nor
Nathiqiyyah Vol 8 No 1 (2025): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v8i1.1722

Abstract

Abstract This study aims to examine the quality of interpersonal relationships among young adults who have experienced toxic relationships, focusing on trust, sincerity, empathy, and communication. Using a qualitative approach, interviews and observations were conducted with four participants aged 20–25 who had been victims of toxic relationships. The findings reveal that such experiences have a significant impact on their capacity to build healthy relationships. Regarding trust, all participants reported a breakdown and became more selective in self‑disclosure. Sincerity was shaped by past experiences and expressed through the way individuals treat others. Empathy emerged through emotional regulation and the provision of social support, while interpersonal communication was mainly practiced with peers deemed safe and supportive. Thus, toxic relationship experiences deeply influence interpersonal patterns, and recovery occurs gradually through emotional support within secure relationships. These results can inform psychological interventions aimed at helping individuals rebuild adaptive and healthy interpersonal connections after relational trauma. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji kualitas hubungan interpersonal pada individu dewasa awal yang pernah mengalami toxic relationship dengan fokus aspek kepercayaan, ketulusan, empati, dan komunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi terhadap empat partisipan berusia 20–25 tahun yang menjadi korban toxic relationship. Hasil penelitian menunjukkan, pengalaman hubungan toksik berdampak signifikan pada kemampuan individu membangun relasi sehat. Pada aspek kepercayaan, seluruh partisipan mengalami keruntuhan kepercayaan dan cenderung selektif dalam membuka diri. Ketulusan dipengaruhi pengalaman masa lalu dan muncul melalui cara individu menyikapi orang lain. Aspek empati ditunjukkan pengelolaan emosi dan dukungan sosial, sementara komunikasi interpersonal dilakukan teman sebaya yang dianggap aman dan suportif. Jadi, pengalaman toxic relationship memengaruhi pola hubungan interpersonal secara mendalam, dan pemulihan bertahap melalui dukungan emosional dengan relasi yang aman. Hasil ini dapat menjadi dasar intervensi psikologis untuk mendukung individu membangun hubungan interpersonal adaptif dan sehat pasca trauma relasi.
THE INFLUENCE OF SMART LADDER LEARNING Media ON THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPETS IN ADDITION AND SUBRACTION MATERIAL FOR GRADE I STUDENT Safinatunnaja; Eka Fitri Puspa Sari; Imelda Ratih Ayu
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v5i3.556

Abstract

This study aims to determine the effect of smart ladder learning media on the understanding of mathematical concepts in the addition and subtraction material of grade I elementary school students at SDN 10 Payaraman. The type of research used is quantitative research with only posttest group design. The subjects of the study consisted of 35 grade I students divided into two groups, Class IA (20 students) as the experimental class and class IB (15 students) as the control class. Data collection techniques include observation, test methods and documentation. The results of the study showed that students who learned using the smart ladder learning media obtained better learning outcomes as evidenced by the average posttest score of the experimental class of 85.5, while the control class obtained an average score of 51.33%. This difference shows that the use of smart ladder learning media has a positive impact on the understanding of mathematical concepts in the addition and subtraction material. Therefore, this media is an alternative support in the mathematics learning process in the early grades of elementary school.
Mengubah Malu Menjadi Peduli : Edukasi Pola Asuh dan Nutrisi Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Ade Teo Wardana; Rizky Febriansyah Sinaga; Safinatunnaja; Alya Sahbrina; Zuhrinal Nawawi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.18242

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya edukasi pola asuh dan nutrisi sebagai strategi pencegahan stunting di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Stunting masih menjadi tantangan kesehatan utama di wilayah tersebut, dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pola asuh dan asupan gizi yang tepat pada masa emas pertumbuhan anak. Edukasi yang dilakukan melibatkan 17 ibu dengan balita berisiko stunting, didukung oleh tenaga kesehatan Puskesmas dan mahasiswa KKN UINSU. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap orang tua mengenai pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak. Program ini berhasil mengatasi hambatan budaya berupa rasa malu menjadi kepedulian aktif dalam pencegahan stunting, serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan akademisi. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi berbasis partisipasi masyarakat sebagai kunci transformasi sosial dalam menurunkan angka stunting melalui perbaikan pola asuh, gizi, dan lingkungan yang mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.