Kajian ini bertujuan untuk menganalisis asbab an-nuzul dalam perspektif tasawuf, dengan fokus pada dimensi spiritual yang terkandung dalam konteks turunnya ayat-ayat Al-Qur'an. Asbab an-nuzul tidak hanya dipahami sebagai latar belakang historis dari wahyu, tetapi juga sebagai cerminan kondisi spiritual umat manusia pada masa tersebut. Dalam tradisi tasawuf, asbab an-nuzul dipandang sebagai jembatan antara syariat dan hakikat, yang memberikan panduan tidak hanya dalam memahami hukum, tetapi juga dalam perjalanan spiritual individu menuju Allah SWT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memanfaatkan sumber-sumber primer seperti Al-Qur'an, kitab tafsir, dan literatur tasawuf. Analisis dilakukan dengan menelusuri keterkaitan antara asbab an-nuzul dan nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam tasawuf. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap ayat yang memiliki konteks historis tertentu juga mengandung hikmah yang mendalam, seperti pentingnya kesabaran, keadilan sosial, dan kesadaran akan hubungan manusia dengan Tuhan. Melalui perspektif tasawuf, asbab an-nuzul memberikan wawasan yang lebih luas tentang makna spiritual Al-Qur'an, memungkinkan individu untuk tidak hanya memahami pesan-pesan ilahi secara tekstual, tetapi juga merenungkan dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tentang asbab an-nuzul juga relevan bagi generasi modern dalam mengintegrasikan ajaran Al-Qur'an ke dalam praktik moral dan spiritual yang lebih mendalam.