Arham Selo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Jurnalistik Profetik dalam Media Massa: Upaya Mewujudkan Keadilan dan Kebenaran di Tengah Tantangan Politik dan Ekonomi: Implementation of Prophetic Journalism in Mass Media: Efforts to Realize Justice and Truth in the Midst of Political and Economic Challenges Ridwan, Ridwan; Arham Selo
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the principles of prophetic journalism that can be applied in mass media practices, analyze the challenges journalists face in implementing this approach, and explore strategies and practical solutions to support its application. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The findings reveal that prophetic journalism offers an approach that integrates the values of justice, truth, and humanity in news reporting, positioning mass media as a moral guardian of society and a positive agent of social change. However, implementing these principles faces challenges such as political and economic pressures, ethical dilemmas, and conflicts between idealism and commercial demands. Nevertheless, strategies such as strengthening ethical commitments, gaining public support, and developing media business models that ensure editorial independence can help overcome these obstacles. The study recommends developing internal mechanisms within media organizations to ensure the application of prophetic journalism principles, enhancing journalists' competencies through continuous training, and fostering active public participation in supporting media with integrity. Further research on the impact of implementing prophetic journalism is also suggested to strengthen the theoretical and practical foundation of this approach. Thus, prophetic journalism holds significant potential to contribute to the creation of a more just, civilized, and moral society.
Etika Jurnalisme Politik di Media Online: Analisis Framing dan Prinsip Dakwah Komunikasi dalam Pemberitaan Pemilu di Indonesia Andi Hadi Ibrahim Baso; Arham Selo; Hasan bin Juhanis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dimensi etika jurnalisme politik pada media daring di Indonesia, dengan fokus khusus pada pemberitaan pemilihan umum. Studi ini menyoroti percepatan sirkulasi informasi politik di ruang digital yang meningkatkan risiko polarisasi dan distorsi wacana publik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pembingkaian (framing) dan penerapan prinsip keberimbangan (multisumber, klarifikasi, proporsionalitas) dalam berita pemilu. Lebih lanjut, penelitian ini mengintegrasikan kerangka etika Dakwah dan Komunikasi, menggunakan prinsip-prinsip seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (kepercayaan informasi), qaulan sadidan (komunikasi yang jujur), dan maslahah (manfaat sosial) untuk mengevaluasi kontribusi media terhadap ruang publik yang sehat. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, metodologi penelitian melibatkan pengodean tematik terhadap elemen-elemen artikel berita seperti judul (headline), teras berita (lead), dan kutipan sumber. Temuan penelitian diharapkan dapat memetakan bingkai dominan (konflik elit, kebijakan publik, moral/identitas, prosedural-hukum) serta menilai kualitas keberimbangan dalam isu-isu kontroversial. Simpulan penelitian menekankan perlunya standar etika operasional untuk memastikan jurnalisme politik berfungsi sebagai komunikasi publik yang mencerahkan, informatif, rasional, dan adil, guna meminimalkan retorika yang memecah belah. Implikasi penelitian menyarankan penguatan verifikasi, proporsionalitas sumber, transparansi konteks, dan akuntabilitas linguistik untuk menjaga ruang publik yang demokratis.