Arham Selo
Program Pascasarjan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Jurnalistik Profetik dalam Media Massa: Upaya Mewujudkan Keadilan dan Kebenaran di Tengah Tantangan Politik dan Ekonomi: Implementation of Prophetic Journalism in Mass Media: Efforts to Realize Justice and Truth in the Midst of Political and Economic Challenges Ridwan, Ridwan; Arham Selo
DIRASAH: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): DIRASAH: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the principles of prophetic journalism that can be applied in mass media practices, analyze the challenges journalists face in implementing this approach, and explore strategies and practical solutions to support its application. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The findings reveal that prophetic journalism offers an approach that integrates the values of justice, truth, and humanity in news reporting, positioning mass media as a moral guardian of society and a positive agent of social change. However, implementing these principles faces challenges such as political and economic pressures, ethical dilemmas, and conflicts between idealism and commercial demands. Nevertheless, strategies such as strengthening ethical commitments, gaining public support, and developing media business models that ensure editorial independence can help overcome these obstacles. The study recommends developing internal mechanisms within media organizations to ensure the application of prophetic journalism principles, enhancing journalists' competencies through continuous training, and fostering active public participation in supporting media with integrity. Further research on the impact of implementing prophetic journalism is also suggested to strengthen the theoretical and practical foundation of this approach. Thus, prophetic journalism holds significant potential to contribute to the creation of a more just, civilized, and moral society.
Analisis Jurnalisme Ideologi Islam (Studi Pada Media Dakwah Arrahmah.com) Ramdani, Fauziah; Selo , Arham
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v6i1.275

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi mendorong pula pesatnya pertumbuhan dan perkembangan media dakwah Islam saat ini. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka baik dari telaah pada buku, jurnal maupun website. Juga dengan observasi online pada website media dakwah Arrahmah.Com. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi atau konten untuk menemukan ideologi khas dari media tersebut. Teori yang digunakan merupakan analisis framing Robert Etman dengan adanya seleksi dan makna penting pada berita akan membuat informasi tersebut semakin menjadi sorotan khalayak. Adapun berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Media dakwah Arrahmah.Com merupakan salah satu situs Islam yang tidak saja sekadar menyampaikan informasi agama, tetapi juga menginformasikan berita-berita umum baik peristiwa yang terjadi di Indonesia maupun di negara lainnya. Melalui sajian konten dan fitur yang bermacam-macam maka media dakwah Arrahmah.Com menunjukkan karakteristik media dakwah Islamnya yang inklusif. (2) peran jurnalisme dakwah islam yang ditunjukkan oleh media tersebut diantaranya meliputi aspek ; mauaddib (mendidik), mujaddid (pembaharu), dan musyaddid (meluruskan). (3) Ideologi Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi menjadi landasan gerakan media dakwah tersebut, dipertegas pula dalam visi media Arrahmah.Com. (4) Jurnalisme Ideologi media tersebut dapat dikategorikan pada tiga unsur penting jurnalisme yaitu Investigatif, Argumentatif, dan Persuasif. Realitas yang disajikan oleh Media Arramah.Com melibatkan pembaca untuk dapat memahami ‘ideologis’ medianya, dengan ikut melibatkan diri menelaah secara substansial pada nilainilai dari informasi/ berita yang disajikan.
Etika Jurnalisme Politik di Media Online: Analisis Framing dan Prinsip Dakwah Komunikasi dalam Pemberitaan Pemilu di Indonesia Andi Hadi Ibrahim Baso; Arham Selo; Hasan bin Juhanis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dimensi etika jurnalisme politik pada media daring di Indonesia, dengan fokus khusus pada pemberitaan pemilihan umum. Studi ini menyoroti percepatan sirkulasi informasi politik di ruang digital yang meningkatkan risiko polarisasi dan distorsi wacana publik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pembingkaian (framing) dan penerapan prinsip keberimbangan (multisumber, klarifikasi, proporsionalitas) dalam berita pemilu. Lebih lanjut, penelitian ini mengintegrasikan kerangka etika Dakwah dan Komunikasi, menggunakan prinsip-prinsip seperti tabayyun (klarifikasi), amanah (kepercayaan informasi), qaulan sadidan (komunikasi yang jujur), dan maslahah (manfaat sosial) untuk mengevaluasi kontribusi media terhadap ruang publik yang sehat. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, metodologi penelitian melibatkan pengodean tematik terhadap elemen-elemen artikel berita seperti judul (headline), teras berita (lead), dan kutipan sumber. Temuan penelitian diharapkan dapat memetakan bingkai dominan (konflik elit, kebijakan publik, moral/identitas, prosedural-hukum) serta menilai kualitas keberimbangan dalam isu-isu kontroversial. Simpulan penelitian menekankan perlunya standar etika operasional untuk memastikan jurnalisme politik berfungsi sebagai komunikasi publik yang mencerahkan, informatif, rasional, dan adil, guna meminimalkan retorika yang memecah belah. Implikasi penelitian menyarankan penguatan verifikasi, proporsionalitas sumber, transparansi konteks, dan akuntabilitas linguistik untuk menjaga ruang publik yang demokratis.
Gender Justice Dissemination via Afkaruna Official Instagram: Diseminasi Keadilan Gender melalui Instagram Afkaruna Official Cahyati, Lili; BM, ST. Aisyah; Selo, Arham; Tasruddin, Ramsiah; Siagian, Haidir Fitra
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13463

Abstract

General Background: Social media has become a strategic medium for mass communication in disseminating gender justice issues. Specific Background: Instagram is utilized by Afkaruna Official to communicate gender justice based on Islamic feminist perspectives to diverse audiences. Knowledge Gap: Existing studies rarely analyze communication strategies, message representation, and audience reception within Islamic feminist digital activism. Aims: This study examines the urgency of dissemination, communication strategies, and audience responses. Results: Instagram serves as a strategic space shaped by persistent gender bias and low literacy. Strategies include optimized content distribution, persuasive education, visual storytelling, and inclusive Islamic framing. Audience responses are generally positive through likes, comments, and shares, although active dialogue remains limited. Novelty: The study integrates digital communication strategies with Islamic feminist perspectives in social media activism. Implications: The findings indicate that social media contributes to gender justice literacy and public awareness while requiring more participatory communication approaches. Highlights• Instagram operates as a discourse space connecting religious values with equality narratives• Content strategies rely on narrative depth, visual formats, and inclusive language• Audience engagement shows acceptance through symbolic interaction rather than discussion KeywordsGender Justice; Information Dissemination; Mass Communication; Social Media; Islamic Feminism