Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBALUT EKSTRAK DAUN MIANA (COLEUS SCUTELLARIOIDES) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINIUM PADA IBU POSTPARTUM Utami, Fetty Satu Ryan; Rahayu, Sri; Supriyadi, Supriyadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2269

Abstract

Poor perineal wound care can cause infection and impact the wound-healing process. Miana leaves contain flavonoids that are antibacterial and anti-inflammatory and prevent infection. For this reason, researchers developed a sanitary napkin product with Miana leaf extract to accelerate the healing of perineal wounds in postpartum mothers. The study aimed to determine the effectiveness of Miana leaf extract dressings in accelerating the healing of perineal wounds in postpartum mothers. The research type was true experimental with a pretest post-test design and a control group design using a simple random sampling technique. The respondents were postpartum mothers with grade II perineal wounds divided into two groups of 20 samples. Provide miana leaf extract dressings and dry clean treatment 3 times a day for 7 days. Wound measurements using REEDA and Staphylococcus aureus bacteria in the laboratory. Bivariate analysis using Friedman and Wilcoxon. The average REEDA score pre-day 3, 5, and 7 in the intervention group was 12.10, 3.65, 0.95, and 0.15; in the control group, it was 13.20, 12.65, 10.95, and 9.35. The average pre and post-Staphylococcus aureus bacteria in the intervention group was 4.15, and 0.35 in the control group was 5.10 and 3.15. Miana leaf extract effectively reduced wound healing time (p=0.038) and the number of Staphylococcus aureus bacteria (p=0.006). Using Miana leaf extra dressing for 3 days effectively reduces the length of wound healing and the number of Staphylococcus aureus bacteria in postpartum mothers with grade II perinatal wounds.
SOSIALISASI PADA IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS KOMBA KABUPATEN JAYAPURA Lestari, Tiyan Febriyani; Lestari, Susi; Utami, Arum Surya; Utami, Fetty Satu Ryan; Putri, Harlinda Widia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30672

Abstract

Stunting is a condition of growth failure in toddlers, resulting from chronic malnutrition, resulting in the child being too short for their age. This malnutrition primarily occurs during the First 1,000 Days of Life (HPK), from the fetus to 23 months of age. Stunting impacts a child's physical and cognitive development, which can continue into adulthood and can affect the quality of life and productivity, thus threatening the quality of Indonesia's human resources and the nation's competitiveness. The purpose of this community service activity is to increase knowledge about the importance of the first thousand days of life in preventing stunting. The socialization method in this activity is through lectures, discussions, questions and answers, and giving questionnaires before and after the socialization. The results of this study showed an increase in knowledge of pregnant women after the socialization. Conclusion: This socialization has been proven to increase knowledge about the importance of the first thousand days of life regarding stunting prevention.
Peran Remaja Dalam Pencegahan HIV/AIDS di SMA IT Insan Cendekia Lestari, Susi; Utami, Arum Surya; Lestari, Tiyan Febriyani; Utami, Fetty Satu Ryan; Saldianti, Siti; Irianti, Oktavia Syam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3407

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih menjadi tantangan serius, termasuk di Indonesia, terutama di kalangan remaja yang berada pada fase perkembangan menuju kedewasaan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai cara penularan serta pencegahan HIV/AIDS menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS melalui sosialisasi dan penyuluhan di SMA IT Insan Cendekia. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi edukasi, pembagian leaflet, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap 63 siswa kelas X dan XI. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, ditandai dengan tingginya partisipasi aktif peserta selama sesi diskusi dan peningkatan nilai hasil evaluasi setelah penyuluhan. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mampu menjawab pertanyaan dengan benar mengenai cara pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara interaktif dan berulang menggunakan media edukatif sederhana dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan edukatif berkelanjutan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja.
Penyuluhan HIV/AIDS pada Ibu Nifas di Puskesmas Sentani Utami, Arum Surya; Lestari, Susi; Lestari, Tiyan Febriyani; Utami, Fetty Satu Ryan; Dinge, Fenny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.738

Abstract

HIV (Human ImmunoDefisiensi Virus) merupakan virus yang meyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan berbagai jenis penyakit. AIDS (Aquired Immune Defisiensy Syndrome), merupakan kumpulan dari gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang sistem imun. Tujuan: untuk membentuk sikap yang lebih bijak, mengurangi stigma, serta mendorong perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab dalam kehidupan seksual khususnya pada ibu nifas. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan melalui pendekatan yaitu analisis kondisi wilayah sasaran, pemberikan edukasi yaitu pemberian pretest, pemberian intervensi (edukasi), evaluasi (penilaian peningkatan pengetahuan remaja setelah intervensi). Hasil: kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa ibu nifas mendapatkan pengetahuan baru tentang HIV/AIDS setelah mengikuti pertemuan tersebut.
Optimalisasi Edukasi Pencegahan HIV Dengan Media Digital dan Cetak pada Siswa SMA Al Fatah YPKP Sentani Lestari, Susi; Utami, Arum Surya; Lestari, Tiyan Febriyani; Utami, Fetty Satu Ryan; Saldianti, Siti; Irianti, Oktavia Syam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.760

Abstract

HIV/AIDS Tetap Menjadi Isu Kesehatan Serius Di Kalangan Remaja, Termasuk Di Sentani Yang Masih Memiliki Keterbatasan Akses Informasi Kesehatan Yang Akurat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Ini Bertujuan Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesadaran Siswa SMA Al Fatah YPKP Sentani Mengenai Pencegahan HIV Melalui Edukasi Dengan Media Digital (E-Booklet) Dan Media Cetak (Leaflet). Metode Kegiatan Meliputi Analisis Kebutuhan, Koordinasi Dengan Pihak Sekolah, Pemberian Informed Consent, Serta Penyuluhan Tematis Selama Empat Minggu. Hasil Kegiatan Menunjukkan Adanya Peningkatan Pemahaman, Partisipasi Aktif, Serta Kemampuan Siswa Dalam Menjawab Evaluasi Terkait HIV/AIDS. Kombinasi Media Digital Dan Cetak Terbukti Efektif Dalam Memperkuat Daya Serap Informasi Dan Memotivasi Siswa Untuk Belajar. Secara Keseluruhan, Program Ini Memberikan Dampak Positif Dalam Meningkatkan Kesiapan Remaja Dalam Mencegah HIV. Kegiatan Serupa Direkomendasikan Untuk Dilaksanakan Secara Rutin Dan Diperluas Ke Sekolah Lain Sebagai Upaya Penguatan Promosi Kesehatan Remaja.