Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PASAL 1338 DAN 1343 KUH PERDATA TERHADAP PEMUTUSAN SEPIHAK PERJANJIAN BEASISWA DAN KEWAJIBAN PENGEMBALIAN BIAYA Tolinggilo, Havid Putra Awal
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum pemutusan sepihak perjanjian beasiswa dalam kaitannya dengan kewajiban pengembalian biaya yang telah dikeluarkan oleh pihak pemberi beasiswa, dengan mengacu pada Pasal 1338 dan 1343 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) Indonesia. Berdasarkan asas kebebasan berkontrak dan itikad baik, penelitian ini mengevaluasi apakah pemutusan sepihak yang dilakukan pemberi beasiswa memiliki dasar hukum yang sah atau justru melanggar prinsip keadilan bagi penerima beasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif normatif dan yuridis-analitis terhadap ketentuan kontrak, serta perbandingan dengan sistem hukum di negara lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemutusan sepihak yang tidak dilandasi alasan kuat dan itikad baik dapat menimbulkan ketidakadilan bagi penerima beasiswa, khususnya dalam hal pengembalian biaya. Solusi yang diusulkan mencakup pengaturan lebih spesifik dalam klausul perjanjian, penerapan asas proporsionalitas, dan penggunaan mediasi sebagai upaya penyelesaian sengketa. Dengan demikian, hukum perdata Indonesia dapat lebih melindungi hak-hak penerima beasiswa secara adil dan manusiawi.
The Role of State Regulation in Copyright Protection Within the Digital Ecosystem: A Case Study of TikTok Tolinggilo, Havid Putra Awal; Nirwan Junus; Nurul Fazri Elfikri
Siyasah Dusturiyah: State Law Review Vol. 1 No. 3 (2025): Siyasah Dusturiyah: State Law Review
Publisher : Yayasan Cahaya Generasi Positif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65101/zymeb992

Abstract

This research examines copyright infringement on TikTok, addressing the paradox between creative freedom and intellectual property protection. Digital technology expansion enables artistic expression while simultaneously creating enforcement gaps due to low legal awareness and inadequate public literacy regarding Law No. 28 of 2014 on Copyright. The study analyzes how TikTok's policies including takedown mechanisms, safe harbor principles, and fair use doctrine function as legal instruments balancing innovation and legal certainty. Employing normative legal methodology, this research investigates the synergy between national regulations and platform policies in protecting creators' moral and economic rights. Analysis reveals the urgent need for contextual legal education and collaboration among government, platforms, and society to establish a just digital ecosystem respecting originality while cultivating ethical, globally competitive creative culture. Furthermore, the research emphasizes the state's role as a primary actor in establishing legal frameworks protecting copyright in digital spaces. Article 28C (1) of the 1945 Indonesian Constitution provides constitutional foundation that the state must provide effective regulatory mechanisms and law enforcement protecting citizens' works. Through administrative instruments including Ministerial Regulations on Information and Communications (Permenkominfo) and governmental agency authorities (DJKI, Kominfo) this study evaluates how public policy creates accountable and constitutionally compliant digital governance, ensuring equitable copyright protection in contemporary information ecosystems.