Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Stability Modeling of Groyne-Type Structure with Embankment in Pelangai River, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Zulhendra, Riko; Arif, Maulana; Adi Putra; Dicky Febri Hadi
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i2.10007

Abstract

Erosion is one of the exogenic processes that commonly occur around river dynamics. Intensive erosion occurs at the riverbank area, which has the potential to cause the slope on that side to collapse. Therefore, a groyne-type structure is required to prevent this from happening. A groyne-type structure is planned to reduce the impact of erosion in the Pelangai River with embankment. This research aims to determine the stability of the groyne with embankment design using Plaxis 2D software. Plaxis 2D modeling uses soil input parameters based on CPT, SPT, and groyne structure with approximation parameters. The modeling results show that with the addition of groyne, embankment and traffic load, the safety number drops from 1.906 to 1.241. This figure does not meet the safe number limit according to SNI Geotechnical 8460 of 2017, which requires a minimum safe number of 1.25. In addition, the addition of groyne, embankment, and traffic load resulted in soil settlement of up to 6.3 cm, which is still considered safe.
Research Growth in the Topic of Soil Liquefaction between Indonesia and New Zealand: A Bibliometric Analysis from Scopus Database Arif, Maulana; Zulhendra, Riko
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v6i1.10318

Abstract

Soil liquefaction is important in geotechnical engineering, particularly in seismically active areas like Indonesia and New Zealand. With an emphasis on publications written by researchers from Indonesia and New Zealand between 2015 - 2025, This research is a bibliometric analysis that uses data from the Scopus database and the VOS viewer application to assist in interpreting the gathered bibliometric data. The author from New Zealand (Misko Cubrinovski) seems to be the most productive in researching and writing related to soil liquefaction, with 48 articles. Authors from Indonesia are relatively more evenly distributed, with 10-20 articles dominated by Sito Ismanti, Lindung Zalbuin Mase, and Teuku Faisal Fathani. In addition, compared to Indonesian institutions, New Zealand institutions are more likely to collaborate with external parties such as the United States (University of California, University of Texas, University of Washington, etc.), enabling them to obtain greater funding to encourage research productivity. The research map used Scopus RIS data showing three clusters: red (general liquefaction terms), blue (New Zealand-focused, e.g., CPT and shear waves), and green (Indonesia-focused, e.g., seismic response). Minor clusters (purple, yellow) link related topics.
Studi Komparatif Efisiensi Struktur Mall 7 Lantai pada Tanah SE dan SD terhadap Beban Gempa di Sumatera Barat Jeply Murdiaman Guci; Riko Zulhendra; Febi Putri Yastari; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.137

Abstract

Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga bangunan bertingkat seperti mal perlu mempertimbangkan karakteristik Kelas Situs untuk menjamin keamanan. Penelitian ini membandingkan efisiensi struktur mal 7 lantai pada dua lokasi dengan Kelas Situs berbeda, yaitu tanah lunak (SE) di Padang Pariaman dan tanah sedang (SD) di Pauh. Struktur yang dianalisis adalah beton bertulang dengan sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimodelkan menggunakan ETABS berdasarkan data SPT dan beban gempa sesuai standar Indonesia (SNI). Elemen struktur (kolom, balok, pelat) dirancang dalam beberapa tipe untuk mengoptimalkan dimensi dan penulangan. Analisis mencakup partisipasi massa efektif, spektrum respons desain, dan simpangan (drift), dilanjutkan dengan evaluasi optimasi material melalui perubahan volume beton dan jumlah tulangan longitudinal serta transversal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelas Situs memengaruhi nilai koefisien gempa (Cs), di mana Cs lebih tinggi pada tanah lunak. Efisiensi struktur dicapai melalui pengurangan dimensi elemen, terutama pada kolom dan balok penahan beban lateral. Volume beton kolom berkurang 16%, tulangan longitudinal 13,33%, dan transversal 25,82%. Pada balok, pengurangan terbesar terjadi, yakni 17,65% untuk beton dan 44,07% pada tulangan transversal. Lokasi dengan Kelas Situs SD memungkinkan optimasi lebih besar karena beban gempa lebih rendah. Pemilihan Kelas Situs yang tepat dan penyesuaian elemen struktur terbukti meningkatkan efisiensi material tanpa mengurangi kekuatan. Variasi zonasi dan tipe elemen disarankan untuk optimasi lanjutan. Studi ini membuktikan bahwa efisiensi dapat dicapai baik dalam volume beton maupun tulangan, memberikan wawasan penting dalam perencanaan struktur.
Optimasi Konfigurasi Bresing Konsentris Ditinjau Dari Biaya Konstruksi, Kemudahan Fabrikasi, Dan Metode Ereksi Struktur Baja Febiana Maulani; Jeply Murdiaman Guci; Riko Zulhendra; Suci Putri Elza
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 4 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.4.2.126-138.2026

Abstract

Pemilihan konfigurasi bresing konsentris pada struktur baja tidak hanya memengaruhi kinerja struktur, tetapi juga biaya konstruksi, kemudahan fabrikasi, dan metode ereksi. Penelitian ini merupakan pengembangan dari studi komparatif sistem bresing konsentris pada warehouse dengan konfigurasi X, Inverted V, K, dan Diagonal. Kajian difokuskan pada pekerjaan bresing saja, tanpa memasukkan elemen struktur lain seperti kolom, balok, rafter, gording, dan ikatan angin. Berat total bresing yang dianalisis adalah 2.917,18 kg untuk tipe X, 2.103,61 kg untuk Inverted V, 2.492,44 kg untuk K, dan 2.625,46 kg untuk Diagonal. Biaya dihitung menggunakan HSP Kota Padang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp60.618,43/kg. Hasil analisis menunjukkan bahwa Inverted V memiliki biaya terendah, yaitu Rp127.517.536 atau 27,89% lebih murah dibandingkan tipe X. Namun, berdasarkan batasan kinerja struktur, tipe X tetap menjadi konfigurasi paling layak secara teknis.
ANALISIS PERBANDINGAN DAYA DUKUNG AKSIAL DAN PENURUNAN FONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN BEBERAPA METODE INTERPRETASI DATA SONDIR Rina Yuliet; Riko Zulhendra; Maulana Arif; Shafira Ayasha
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 4 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.4.2.148-161.2026

Abstract

Perbedaan formulasi empiris berbasis data sondir dapat menghasilkan estimasi kapasitas daya dukung fondasi tiang yang berbeda, sehingga diperlukan evaluasi menggunakan beberapa metode untuk memperoleh desain fondasi yang aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan membandingkan kapasitas daya dukung aksial dan penurunan fondasi tiang pancang pada Proyek Gedung Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Sumatera Barat berdasarkan dua titik pengujian sondir. Kapasitas daya dukung aksial tiang tunggal dianalisis menggunakan metode Meyerhof, LCPC atau Bustamante dan Gianeselli, serta Nottingham–Schmertmann. Kapasitas kelompok tiang dianalisis menggunakan pendekatan jumlah kapasitas tiang tunggal dan pendekatan blok, sedangkan penurunan kelompok tiang dihitung menggunakan metode Meyerhof dan dibandingkan dengan batas penurunan yang diizinkan. Beban aksial maksimum hasil pemodelan struktur adalah sebesar 1.967,344 kN. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung ultimit tiang tunggal berada pada rentang 2.451,664–3.811,212 kN. Nilai tertinggi diperoleh menggunakan metode LCPC pada Sondir 2, sedangkan nilai terendah diperoleh menggunakan metode Nottingham–Schmertmann pada Sondir 1. Perbedaan hasil antar metode terutama dipengaruhi oleh besarnya kontribusi tahanan ujung dan tahanan sisi, dengan metode LCPC menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap variasi data sondir. Pada konfigurasi kelompok yang terdiri atas empat tiang, diperoleh efisiensi kelompok sebesar 1,00 dan kapasitas daya dukung izin seluruh metode lebih besar daripada beban struktur. Penurunan kelompok tiang berkisar antara 0,431–0,666 cm dan masih berada di bawah batas penurunan izin. Dengan demikian, fondasi tiang pancang yang direncanakan memenuhi persyaratan keamanan terhadap daya dukung aksial dan penurunan.
Stability Evaluation of Tiered Retaining Walls Supporting an Islamic Boarding School Dormitory in Solok City Riko Zulhendra; Maulana Arif; Nabila Siti Burnama; Febiana Maulani; Febi Putri Yastari; Jeply Murdiaman Guci; Dwi Jenita Maharani
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 4 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.4.2.162-174.2026

Abstract

This study evaluates the stability of tiered gravity retaining walls supporting an Islamic boarding school dormitory in Solok City, Indonesia. The investigation was motivated by observed ground deformation, surface erosion, and damage to structures located near the slope. Subsurface conditions were characterised using cone penetration test data from two investigation points, CPT-1 and CPT-2. The CPT results were interpreted to establish soil stratigraphy and estimate the geotechnical parameters required for numerical analysis. A two-dimensional finite element model was developed using the Mohr–Coulomb constitutive model, incorporating the existing slope geometry, soil layers, dormitory loads, groundwater conditions, and retaining wall dimensions designed in accordance with SNI 8460:2017. Slope stability was evaluated using the shear strength reduction method. The existing slope produced a factor of safety of 2.43, indicating a relatively high stability margin against deep-seated failure. After the addition of the tiered retaining walls, the factor of safety increased to 2.60, corresponding to an improvement of approximately 7%. The results indicate that the retaining walls improve stability by supporting the stepped ground and restricting lateral soil movement. However, the relatively small increase suggests that the overall response remains primarily governed by the soil properties and slope geometry. Since both calculated safety factors exceeded 2.0, the observed damage was inferred to be more closely associated with shallow surface erosion and local soil loss during rainfall rather than global slope failure. These erosion processes were not explicitly modeled and represent a limitation of the study. Effective drainage and erosion protection are therefore essential to complement the proposed retaining wall system.
PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI KECEPATAN ALIRAN SUNGAI BERDASARKAN VARIABILITAS CURAH HUJAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI Nabila Siti Burnama; Maulana Arif; Riko Zulhendra
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 4 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.4.2.175-185.2026

Abstract

Sungai Kuranji merupakan salah satu sungai utama di Kota Padang, Sumatera Barat. Hulu sungai ini berada di area permukiman, pusat perdagangan, dan pusat pendidikan. Oleh karena itu, bagian hulu Sungai Kuranji rawan tergenang banjir dan membutuhkan perencanaan mitigasi bencana yang memadai. Pemanfaatan machine learning untuk meningkatkan mitigasi bencana, seperti prediksi dan peringatan dini banjir. Machine learning mempermudah pekerjaan manusia dengan mempelajari data yang diberikan, sehingga dapat mempercepat serta meningkatkan perhitungan dan analisis hidrologi, hidrolika, dan lain-lain dalam waktu yang lebih singkat. Pada penelitian ini, kecepatan aliran saluran diprediksi menggunakan metode regresi, yaitu regresi linier dan regresi logistik. Data masukan yang digunakan adalah data curah hujan, kecepatan aliran, dan geometri sungai. Kondisi aliran dibagi menjadi dua, yaitu saat curah hujan rata-rata dan saat curah hujan ekstrem. Data dibagi menjadi 70% untuk training dan 30% untuk testing. Validasi hasil prediksi model menggunakan koefisien korelasi (R²), di mana model dikatakan berhasil jika nilai koefisien korelasi di atas 0,8 atau 80%. Validasi hasil prediksi kecepatan aliran menggunakan metode regresi linier menunjukkan nilai R² untuk kecepatan aliran rata-rata sebesar 0,52 dan untuk kecepatan aliran maksimum sebesar 0,59. Sedangkan validasi untuk model dengan metode regresi logistik menghasilkan kecepatan aliran rata-rata sebesar 0,32 dan kecepatan aliran maksimum sebesar 0,36. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan jumlah data masukan dan variabel prediksi untuk meningkatkan pembelajaran machine learning, sehingga model prediksi yang dihasilkan memberikan hasil yang lebih baik.