Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN KESEJAHTERAAN DALAM PENGATURAN KONSELING Setyaningrum, Dhiya Ayu; Pratama , Rivan Saghita; Purwoto , Septyaningrum Putri
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam mendukung kesehatan mental, terutama terkait konseling untuk mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak positif aktivitas fisik terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis dalam pengaturan konseling. Metode penulisan yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini melalui studi pustaka. Hasil yang didapatkan yaitu aktivitas fisik menunjukkan bahwa gerakan tubuh yang melibatkan energi ini memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik terbagi dalam tiga tingkat: ringan, sedang, dan berat. Selain memperkuat tubuh, aktivitas fisik juga memengaruhi kesehatan mental melalui pelepasan hormon seperti endorfin, yang meningkatkan suasana hati. Kesimpulannya, integrasi aktivitas fisik dalam konseling dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis dan fisik secara keseluruhan.
Dinamika Perilaku Agresif Klitih dan Peran Bimbingan Konseling dalam Upaya Preventif: Tinjauan Literatur Setyaningrum, Dhiya Ayu; Hadi, Tsania Intan Mulia; Saraswati, Sekar Wilujeng; M, Muslikah; Mahfud, Ashari
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 9 (2025): Vol. 2. No. 9, April 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15254448

Abstract

The phenomenon of klitih in Yogyakarta has become a worrying social issue, especially because of the involvement of adolescents in violent acts that are often carried out without clear motives. This article aims to examine the dynamics of aggressive behavior of klitih perpetrators and examine the strategic role of guidance and counseling in preventive efforts against this deviant behavior. The method used is a literature review of scientific articles, journals, and relevant books obtained through academic platforms. The results of the study indicate that aggressive behavior in adolescents, including klitih, can be minimized through a guidance and counseling approach that focuses on developing emotional regulation, self-control, and social skills. School counselors have an important role in designing preventive programs based on student needs, such as mindfulness training and conflict resolution simulations. Thus, guidance and counseling services become a key instrument in creating a safe, supportive educational environment that is able to shape adolescent character positively in order to prevent the emergence of aggressive behavior in the future.
DAMPAK AKTIVITAS FISIK TERHADAP KESEHATAN MENTAL DAN KESEJAHTERAAN DALAM PENGATURAN KONSELING Setyaningrum, Dhiya Ayu; Pratama , Rivan Saghita; Purwoto , Septyaningrum Putri
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik berperan penting dalam mendukung kesehatan mental, terutama terkait konseling untuk mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak positif aktivitas fisik terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis dalam pengaturan konseling. Metode penulisan yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini melalui studi pustaka. Hasil yang didapatkan yaitu aktivitas fisik menunjukkan bahwa gerakan tubuh yang melibatkan energi ini memainkan peran penting dalam kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik terbagi dalam tiga tingkat: ringan, sedang, dan berat. Selain memperkuat tubuh, aktivitas fisik juga memengaruhi kesehatan mental melalui pelepasan hormon seperti endorfin, yang meningkatkan suasana hati. Kesimpulannya, integrasi aktivitas fisik dalam konseling dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis dan fisik secara keseluruhan.