Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimasi Komposisi Ekstrak Etanol Herba Ciplukan dan Kulit Buah Pinang menggunakan Metode Simplex Lattice Design dengan Parameter Daya Hambat Bakteri Ismaurasi, Marcelina Fransisca Alecia; Rollando; Yanuar, Michael Resta Surya
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i2.35

Abstract

Indonesia has a diversity medicinal plants as traditional medicine. Traditional medicine has shortcomings in the use of the main composition and components used, making it less effective. Therefore, medicinal plants need to be optimized in composition and add two or more plants to maximize treatment. Medicinal plants can be antibacterial. Indonesia has the ciplukan and areca nut plants that have antibacterial potential. There are 5 stages of work procedures in the research method. The first is plant determination. The second is the optimization composition using the simplex lattice design method. The third is extraction by the maceration method. The fourth is an antibacterial activity test. The last of data analysis uses software design experts and SPSS. The results were composition optimization with the simplex lattice design method resulting in 8 compositions. The results of the antibacterial activity test were presence of antibacterial activity in composition 7 (87.5 μg and areca nut shell 62.5 μg) with an inhibition diameter of 11.32 mm and composition number 8 (62.5 μg and areca nut shell 87.5 μg) with an inhibition diameter of 11.58 mm. The final result of the confirmation of composition 8 has the strongest antibacterial potential shown by the diameter of inhibition of 15.27 mm and the desirability value, which is 1.
PENAPISAN SENYAWA DARI REMPAH-REMPAH KHAS INDONESIA TERHADAP MMP9 DAN TNFα SEBAGAI TARGET PENYEMBUHAN LUKA DIABETES DENGAN METODE PENAMBATAN MOLEKUL Yanuar, Michael Resta Surya; Raharja, Albert; Rollando, Rollando
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.421

Abstract

Pada luka diabetes, kadar TNFα meningkat dan menginduksi sekresi MMP9 secara berlebihan sehingga meningkatkan laju degradasi ECM. Hal ini beresiko menyebabkan luka kronis yang tak kunjung sembuh dan kemungkinan terjadinya infeksi. Oleh karena itu peningkatan proses penyembuhan luka menjadi sangat penting, salah satunya dengan menghambat aktivitas MMP9 dan TNFα. Bahan alam terutama rempah-rempah khas Indonesia dipilih karena memiliki efek samping yang minimal dan ketersediaannya melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah skrining aktivitas konstituen utama dalam rempah-rempah khas Indonesia terhadap MMP9 dan TNF-α dengan metode penambatan molekul secara in silico. Dari skrining terhadap 106 senyawa diperoleh hasil sebanyak 4 senyawa yang memiliki energi ikatan terendah pada kedua protein yaitu hinokinin, procyanidin, xanthorrhizol, cubebin, dan rosmarinic acid yang menunjukkan potensi untuk menghambat kedua protein tersebut sekaligus. Terlebih lagi, procyanidin memiliki energi ikatan yang lebih rendah dibandingkan ligan natif masing-masing protein (-9,2 kkal/mol terhadap MMP9 dan -9,1 kkal/mol terhadap TNFα) dengan nilai Ki sebesar 0,180 µM dan 0,213 µM secara berturut-turut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa procyanidin merupakan kandidat yang paling menjanjikan sebagai agen terapeutik dalam penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus.
The Association of Respondent Characteristics with Hyperglycemia among Obesity at the Outpatient Clinic Aditya, Martanty; Nugraha, Dhanang Prawira; Zita, Hestyana; Yanuar, Michael Resta Surya; Afthoni, Muhammad Hilmi
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i2.7515

Abstract

The prevalence of obesity continues to increase and has become one of the significant risk factors for insulin resistance. This condition contributes to the rising prevalence of diabetes mellitus and various metabolic disorders. This study aimed to investigate the association between risk factors andblood glucose levels in individuals with obesity. The respondents were individuals with obesity who had existing medical records and subsequently registered at the outpatient clinic of IHC Lavalette Hospital, Malang. This research employed an observational study design with a cross-sectional method. Sampling was conducted using purposive sampling based on inclusion criteria, resulting in 121 respondents. Data were collected through interviews and medical records and analysed using Fisher exact test. The results showed that certain risk factors were significantly associated with the occurrence of hyperglycemia, including male (OR = 8.376; 95% CI: 1.619–83.695), age 51–75 years (OR = 10.283; 95% CI: 1.979– 102.917), and not taking OADs (OR = 8.426; 95% CI: 1.855–52.901). No significant associations were observed for employment status, marital status, family history of diabetes mellitus, sleep habits, or class I and II obesity. Results related to comorbidity and several odds ratio estimates had wide confidence intervals, reflecting uncertainty due to the small number of cases. Further studies with larger sample sizes are warranted.
Potensi Senyawa pada Tanaman Secang (Caesalpinia Sappan) dalam Menghambat Enzim COX-2 sebagai Antiinflamasi Lealita; Anastasia Risvina Easter Ajie Pramesti; Rollando; Yanuar, Michael Resta Surya
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i2.79

Abstract

Inflamasi merupakan respon imun terhadap infeksi atau kerusakan jaringan yang melibatkan enzim Siklooksigenase-2 (COX-2) dalam sintesis prostaglandin. Menghambat COX-2 merupakan strategi penting dalam pengembangan obat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyalakan potensi senyawa aktif dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai inhibitor COX-2 melalui pendekatan in silico. Docking molekuler dilakukan pada protein COX-2 (PDB ID: 5KIR) menggunakan PyRx, dilanjutkan dengan metode validasi dan analisis interaksi ligan. Simulasi dinamika molekuler (MD) menggunakan YASARA dilakukan pada senyawa dengan afinitas terbaik. Hasil docking menunjukkan bahwa protosappanin A memiliki afinitas pengikatan sebesar –9,7 kkal/mol, lebih tinggi dari brazilin (–9,2 kkal/mol) dan sappanone B (–9,3 kkal/mol), meskipun masih lebih rendah daripada ligan asli (–10,3 kkal/mol). Simulasi MD selama 100 ns menunjukkan stabilitas stabilitas dengan nilai RMSD 1,5–2,0 Å dan RMSF rata-rata 1,0 Å. Hasil ini menunjukkan bahwa protosappanin A berpotensi sebagai inhibitor COX-2 dan kandidat antiinflamasi alami yang menjanjikan. Temuan ini memerlukan validasi lebih lanjut untuk mengonfirmasi potensinya. Oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi titik awal yang kuat untuk penelitian lebih lanjut melalui uji in vitro dan in vivo, untuk mendukung potensi terapeutiknya yang menjanjikan dan membuka peluang baru untuk mengembangkan pengobatan yang lebih efektif.