Rosli, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN KAIDAH RASM MANUSKRIP MUSHAF QUR`AN MASJID ASASI PADANG PANJANG (QS. AN-NISA`: 24-147) Syamsi, Nur; Rosli, Muhammad; Aqilah, Siti; Aisyah, Siti
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v5i2.26020

Abstract

AbstractManuscripts are cultural and historical heritage that contain handwriting, such as Javanese script, Pegan, etc. In Indonesia there are various ancient manuscripts, one of which is the Al-Qur'an mushaf. In accordance with the ijtihad of the ulama, the manuscripts of the Al-Qur'an were written in the Ottoman pattern. Rasm refers to the writing of the Al-Qur'an which is done in a special way, both in writing the pronunciations and in the shapes of the letters used. Meanwhile, the Ottoman rasm is a written, mushaf of the Al-Quran attributed to the caliph Uthman bin Affan which aims to equalize the reading and writing of the Al-Qur'an. However, some Al-Qur'an manuscripts do not use the Ottoman script as a writing guide, such as the Al-Qur'an manuscript stored in the Asasi Padang Panjang mosque. Therefore, it is important to carry out research on rasm, because many people think that the writing of the Al-Qur'an is impossible to bear because its authenticity is guaranteed, and as a form of cultural preservation because manuscripts are part of the cultural and historical heritage of mankind. This research aims to identify the rasm aspects contained in the Al-Qur'an manuscripts of the Asasi Padang Panjang mosque, then compare them with the Indonesian printed Al-Qur'an. The research results show that the use of rasm in this manuscript is inconsistent and uses two different rasm, namely Ottoman and Imla`i. The method used in this research is a qualitative method with a library research model. 
PENGGUNAAN KAIDAH RASM MANUSKRIP MUSHAF QUR`AN MASJID ASASI PADANG PANJANG (QS. AN-NISA`: 24-147) Syamsi, Nur; Rosli, Muhammad; Aqilah, Siti; Aisyah, Siti
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v5i2.26020

Abstract

Manuskrip merupakam warisan budaya dan sejarah yang berisi tulisan tangan, seperti aksara jawa, pegan, dan lain-lain. Di Indonesia terdapat berbagai manuskrip kuno, salah satunya adalah mushaf Al-Qur`an. Sesuai ijtihad ulama, mushaf Al-Qur`an di tulis dengan pola rasm Utsmani. Rasm merujuk pada penulisan Al-Qur`an yang dilakukan dengan cara khsuus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Adapun, rasm Utsmani adalah tulisan, mushaf Al-Quran yang dinisbatkan kepada khalifah Utsman bin Affan yang bertujuan menyamakan bacaan dan tulisan Al-Qur`an. Namun, bebrapa manuskrip Al-Qur`an tidak menggunakan rasm Utsmani sebagai pedoman penulisan seperti manuskrip Al-Qur`an yang tersimpan di masjid Asasi Padang Panjang. Maka dari itu penting untuk melakukan penelitian tentang rasm, sebab banyak yang beranggapan tulisan Al-Qur`an tidak mungkin beruah karena sudah terjamin keotentikannya, serta sebagai bentuk pelestarian budaya karena manuskrip merupakan bagian dari warisan budaya dan sejarah umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek rasm yang terdapat dalam manuskrip mushaf Al-Qur`an masjid Asasi Padang Panjang, kemudian membandingkannya dengan Al-Qur`an cetakan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan rasm pada manuskrip ini tidak konsisten dan menggunakan dua rasm yang berbeda, yaitu Utsmani dan Imla`i. metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model kajian kepustakaan (Library Research).