Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR Wijayanti, Sri Hapsari; Harrison, Alfonso; Rodemeus Ristyantoro; Kasdin Sihotang; Theodora Jessica; Cecilia Francessa6
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.69195

Abstract

Variasi media pembelajaran berupa video pembelajaran dilaporkan efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Masalahnya, membuat video pembelajaran membutuhkan keahlian tersendiri yang belum dikuasai oleh guru-guru di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Tujuan kegiatan ini ialah membantu guru-guru SDN yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Gugus 10 Kecamatan Cisauk agar dapat membuat video pembelajaran menggunakan Canva free untuk mendukung pembelajaran. Jumlah peserta sebanyak 23 guru dari sembilan SDN di Kecamatan Cisauk. Metode kegiatan berupa pelatihan, pendampingan, penugasan, monitoring dan evaluasi. Pelatihan diselenggarakan secara luring selama dua kali pertemuan, sedangkan pendampingan secara daring dalam dua kali pertemuan. Dari hasil pretest dan postest diketahui ada peningkatan pengetahuan guru terhadap teknik pembuatan video dan penggunaan Canva. Hasil evaluasi terhadap video yang dihasilkan guru menunjukkan bahwa guru sudah dapat membuat video secara kreatif dengan memanfaatkan fitur-fitur di dalam Canva. Selain disampaikan dengan bahasa sederhana, video pembelajaran dilengkapi dengan soal dan latihan yang siap dibagikan kepada siswa.
Redesain Kemasan Suvenir Ondel-Ondel Betawi Wijayanti, Sri Hapsari; Harrison, Alfonso; Gunawan, Reinandus Aditya; Tobing, Michelle Angela Allegra; Natalie, Jessica
Abdimas Mandalika Vol 4, No 3 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v4i3.30251

Abstract

Abstract: Sanggar Seni Citra Argawana is one of the Ondel-Ondel Souvenir craftsmen in the Setu Babakan-Jagakarsa area, South Jakarta since 1995, which is the target of this community service activity. The problem faced by the target of the service is their difficulty in designing attractive packaging for the Ondel-Ondel Souvenir products that they offer to their consumers. The packaging problem is a problem that is often experienced by small and medium entrepreneurs in almost all cities in Indonesia. The appearance of the packaging needs to have an appeal to be touched, and then purchased. Unattractive packaging will result in consumers not being moved to touch, let alone buy. Therefore, this community service aims to help Sanggar Seni Citra Argawana UMKM in redesigning the packaging of Ondel-Ondel Souvenir products that have been used so far to become packaging that has more visual appeal but remains functional, which can help increase consumer purchasing interest. The method used in this service is a practical workshop in creating new packaging designs for craftsmen at Sanggar Seni Citra Argawana UMKM. The results obtained were that the craftsmen at the UMKM Sanggar Seni Citra Argawana succeeded in creating a new packaging design for their Ondel-Ondel souvenir products which had more visual appeal and were functional for their consumers.Abstrak: Sanggar Seni Citra Argawana adalah salah satu UMKM perajin Suvenir Ondel-Ondel di wilayah Setu Babakan-Jagakarsa, Jakarta Selatan sejak tahun 1995, yang menjadi target aktivitas pengabdian masyarakat ini. Permasalahan yang dihadapi oleh target pengabdian adalah kesulitan mereka mendesain kemasan yang menarik untuk produk Suvenir Ondel-Ondel yang mereka tawarkan kepada para konsumennya. Masalah kemasan merupakan masalah yang banyak dialami oleh pengusaha kecil dan menengah di hampir semua kota di Indonesia. Tampilan kemasan perlu memiliki daya tarik untuk disentuh, lalu kemudian dibeli. Kemasan yang kurang menarik akan berakibat konsumen tidak tergerak untuk menyentuh apalagi membeli. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM Sanggar Seni Citra Argawana dalam mendesain ulang (Redesain) kemasan produk Suvenir Ondel-Ondel yang selama ini telah digunakan agar menjadi kemasan yang lebih memiliki daya tarik visual namun tetap fungsional, yang dapat membantu meningkatkan minat beli dari konsumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah workshop praktis dalam membuat desain kemasan yang baru bagi para perajin di UMKM Sanggar Seni Citra Argawana. Hasil yang diperoleh adalah para perajin di UMKM Sanggar Seni Citra Argawana berhasil membuat desain kemasan baru untuk produk Suvenir Ondel-Ondelnya yang lebih memiliki daya tarik visual serta fungsional bagi para konsumennya.
Audience Meaning of Teenage Life Delinquency Through Euphoria Series as Mass Media Effect Harrison, Alfonso; Jessica, Theodora; Francessa, Cecilia
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol. 13 No. 1 (2025): May - October 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46806/jkb.v13i1.1387

Abstract

This research aims to find out the meaning that emerges in the audience about the reality of adolescent life as a result of mass media, in this case, the soap opera Euphoria, which is watched with intense viewing behavior. This study uses a constructivist paradigm and a qualitative approach. This research chooses Generation Z teenagers, aged 18 to 22 years, as subjects. Data collection was carried out by interviewing informants, whose results were compared with semiotic analysis of the Euphoria series as the object of research. data was obtained that informants, as heavy viewers who watch films intensively, find teenage life scary, as depicted in Euphoria. Informants with their own life experiences tend to want to imitate the characters in Euphoria. This illustrates the concept of resonance working in forming the effects of mass media, namely, cognitive and affective. In addition, through the Euphoria series, the media displays the diversity of behavior in the culture of today's teenage life, and informants also show inclusive acceptance of cultural behavior that tends to be considered difficult to accept by the conventional culture of Indonesian society. The conclusion is that the mainstreaming and resonance concepts are discovered in informants, therefore, these two concepts might trigger the mass communication effects that are cognitive, affective, and behavioral in the audience of the show.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK KOMUNIKASI PEMASARAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) MASYARAKAT LOMBOK-NUSA TENGGARA BARAT Andriano, Stefanus; Harrison, Alfonso; Jessica, Theodora; Francessa, Cecilia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.27076

Abstract

The Covid-19 pandemic has been going on since 2020 and for two years has dealt a serious blow to the tourism industry in Indonesia. One step taken to increase the number of tourist visits is to set a long-term target which is expected to be achieved by 2024. Certain cultures have been developed to become the main pillars of replacing natural tourism, examples of which are woven cloth craft products produced by the Sasak tribe in Rembitan Village, Central Lombok, as well as Virgin Coconut Oil (VCO) which not only has various benefits, but is also produced directly. by residents of Selamat Village, North Lombok. The main focus in this community service project is to overcome obstacles where community groups in the area have limited knowledge and skills in marketing the products they produce. Based on this context, Titian Foundation partners invited the Community Service Team from the Communication Studies Program at the Indonesian Catholic University Atma Jaya Jakarta to collaborate in holding training on the use of social media and improving skills in using these platforms for marketing communications purposes. Taking place in two locations, two groups of craftsmen in two different villages finally learned about the importance of creating and utilizing social media as a marketing medium for craft products. After the training is complete, the community can regularly implement marketing communication activities to potential consumers through the use of social media under the supervision of the Titian Foundation   ABSTRAK Pandemi Covid-19 berlangsung sejak 2020 dan selama dua tahun memberikan pukulan telak bagi dunia industri pariwisata di Indonesia. Satu langkah yang diambil untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan adalah menetapkan target jangka panjang yang diharapkan tercapai pada tahun 2024. Beberapa budaya tertentu dikembangkan menjadi pilar utama pengganti pariwisata alam, contoh di antaranya adalah produk kerajinan kain tenun yang dihasilkan oleh suku Sasak di Desa Rembitan-Lombok Tengah, serta Virgin Coconut Oil (VCO) yang tak hanya memiliki beragam manfaat, namun juga diproduksi secara langsung oleh warga Desa Pemenang-Lombok Utara. Fokus utama dalam proyek pengabdian masyarakat ini adalah mengatasi hambatan di mana kelompok masyarakat di daerah tersebut memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memasarkan produk-produk yang mereka hasilkan. Berdasarkan konteks tersebut, mitra Titian Foundation mengajak Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta untuk bekerjasama dalam menyelenggarakan pelatihan penggunaan media sosial serta meningkatkan keterampilan menggunakan platform tersebut untuk keperluan komunikasi pemasaran. Bertempat di dua lokasi, dua kelompok pengrajin di dua desa berbeda akhirnya belajar mengenai pentingnya membuat dan memanfaatkan media sosial sebagai salah satu media pemasaran produk kerajinan. Setelah pelatihan selesai masyarakat bisa secara reguler menerapkan sebuah aktivitas komunikasi pemasaran kepada para calon konsumennya melalui pemanfaatan media sosial dibawah pengawasan Titian Foundation.