Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Berwisata di Alam Filsafat Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 23 No 01 (2018): Respons: Jurnal Etika Sosial
Publisher : Center for Philosophy and Ethics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/respons.v23i01.482

Abstract

Man cannot live without philosophy, demikian pernyataan JacobNeedleman, yang terpampang dalam ‘Introduction’ dari buku Th e Heart ofPhilosophy. Bagi dia, pernyataan ini bukanlah sebuah kata kiasan, namunsebuah fakta yang sebenar-benarnya. Ada sebuah kerinduan dalam hatimanusia, tulisnya, yang hanya dapat terpuaskan melalui filsafat yang riil.1Filsafat adalah hidup itu sendiri. Tanpa fi lsafat manusia mati.
Keutamaan Dalam Tembang Sinom dari Gending Sekar Macapat Febiana Rima; Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 20 No 02 (2015): Respons: Jurnal Etika Sosial
Publisher : Center for Philosophy and Ethics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/respons.v20i02.550

Abstract

Gending merupakan salah satu tradisi bernyanyi yang tidak pernahditinggalkan oleh orang Jawa. Dalam budaya Jawa, gending bukan sekedar artefakyang menggambarkan jiwa estetis orang Jawa tetapi di dalam gending ada nasihatnasihatbijak dan cara berpikir filosofis yang akan diajarkan kepada anak-anak generasipenerusnya tentang bagaimana sejatinya manusia harus hidup. Menghargai alam,menjaga relasi antar sesama manusia dan membangun kesadaran diri sebagai manusiamerupakan inti ajaran dari seni tersebut. Macapat adalah salah satu jenis gending Jawaberisi kumpulan lagu. Macapat muncul pada akhir Majapahit saat mulainya pengaruhWalisanga di Jawa Tengah sedangkan di Jawa Timur dan Bali macapat telah dikenalsebelum datangnya Islam. Tujuan dari tulisan ini adalah memperkenalkan Macapatsebagai ajaran tentang tentang hidup yang baik melalui menghargai hidup bersamasemua makluk hidup. Gending is one of the Javanese living traditions in teaching childrenabout virtue by singing. Gendhing in Javanese culture is not mere artifact expressingJavanese sense of art but it is more an art of teaching and developing practical wisdomto children in order to have virtue in living a live as human being. Respect to livingbeings both nature and human is the main concern of Gending. Macapat is consideredas a kind of gending consisting songs. Macapat in the end of Majapahit empire mainlyduring the time of Walisanga spreading their Islamic influences in Central Java whilein East Java and Bali Island sedangkan di Jawa Timur dan Bali macapat telah dikenalsebelum datangnya Islam Macapat was developed before the coming of Islam. The aimof this paper is to introduce as a kind of moal taching how to live a good live throughrespect to all living beings.
Dibalik Bayang-Bayang Realitas Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 23 No 02 (2018): Respons: Jurnal Etika Sosial
Publisher : Center for Philosophy and Ethics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/respons.v23i02.558

Abstract

Hidup adalah kenyataan apakah itu terjadi sebagaimana yang kita pikirkanatau tidak, sebagaimana yang kita harapkan atau tidak. Ada jurang yanglebar antara bagaimana seharusnya orang hidup dan bagaimana senyatanyaorang hidup. Konsep hidup bahwa kebaikan akan dibalas dengan kebaikan,dan orang baik mestinya akan menikmati kehidupan yang baik tidak selalusejalan. Hidup bisa saja tampak absurd dan kadangkala dirasakan hopeless.Tetapi, Anthony de Mello memberi nasehat bahwa kehidupan itu tidak sehopelessyang dikatakan orang. “Anda tahu, para mistik – Katolik, Kristen,bukan Kristen, tidak peduli apa pun teologi yang mereka anut – dengansuara bulat sepakat mengenai satu hal yaitu bahwa segala sesuatu dalamhidup ini baik adanya. Walaupun semua kelihatan kacau”, ia melanjutkan“hidup sesungguhnya baik adanya”.1
Evolusi Pasar: Dari Pasar Tertanam ke Pasar Tercerabut Perspektif Karl Polanyi Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 15 No 02 (2010): Respons: Jurnal Etika Sosial
Publisher : Center for Philosophy and Ethics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/respons.v15i02.570

Abstract

Dalam sepanjang sejarah, pasar mempunyai bentuk dan fungsi yangberbeda. Dalam masyarakat praindustri kehadiran pasar dan uang tidak mempunyaipengaruh penting dalam sistem ekonomi. Karl Polanyi bahkan menekankan bahwapasar hanyalah salah satu cara yang mungkin untuk mengalokasikan sumber-sumberpenghidupan. Redistribusi dan resiprositas merupakan alternatif lain, dan secarahistoris lebih penting daripada pasar. Pasar mendominasi aktivitas manusia hanyaketika pasar mengubah tanah, tenaga kerja dan uang menjadi ‘komoditas fiktif ’. Dalamhal itu, income bergantung pada pasar. Polanyi mendeskripsikan proses itu sebagaitransformasi dari pasar sebagaimana dipraktikkan dalam masyarakat praindustrikuno ke dalam ekonomi pasar. Transformasi tersebut akan menyebabkan degradasi.Pemerintah berperan untuk melindungi semua aktivitas masyarakat dari dominasipasar. Throughout history, market has developed in different forms and functions.In pre-industrial societies, the presence of market and money did not necessarilyaffect the economic system. Karl Polanyi even stressed that the market was only onepossible way of allocating resources. Redistribution and reciprocityare other alternatives,and historically more important than the market. The market dominates thehuman activities only when it transformed land, labor and money into “fictitiouscommodities”. In such case, the income, the bulk of survival, was dependent upon themarket. Polanyi described the process as transformation from market as practiced inthe old pre-industrial society into market economy. This process, in turn, caused thedegradation that urges government to protect all human activities from the marketdomination.
Hutan Untuk Kesejahteraan Masyarakat Studi Kasus Cileuksa, Bogor, Jawa Barat Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 16 No 01 (2011): Respons: Jurnal Etika Sosial
Publisher : Center for Philosophy and Ethics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/respons.v16i01.724

Abstract

Perjuangan untuk mendapatkan keadilan bukanlah jalan mudah untuk digapai. Seringkali penegak keadilan menjadi tembok besar yang menghalangi keberhasilan menggapai keadilan. Di manapun rakyat selalu dalam posisi yang tidak diuntungkan. Namun demikian, keadilan harus tetap diperjuangkan lepas dari apakah akan berhasil atau tidak. Mungkin saja kita harus sabar untuk menunggunya. Itulah yang dialami masyarakat Cileuksa yang hidupnya terhimpit tembok raksasa dalam memperjuangkan keadilan untuk mencapai kesejahteraan. Di sini pemegang otoritas tentu tidak boleh bersikap sewenang-wenang terhadap rakyat yang semestinya harus dilindungi, karena menjaga keadilan tujuannya tidak lain adalah menjaga hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Keyakinan harus ada bahwa segala persoalan akan dapat dicarikan jalan keluar apabila kedua belah pihak mau duduk Bersama saling menghormati dan saling mendengarkan untuk menemukan jalan keluar yang terbaik. Pastinya, pemerintah mempunyai kewajiban menegakkan keadilan, terutama bagi masyarakat Cileuksa yang merasa diperlakukan tidak adil setelah pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Hutan Lindung.
Negara Untuk Rakyat dan Rakyat Untuk Negara Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 18 No 01 (2013): Respons: Jurnal Etika Sosial
Publisher : Center for Philosophy and Ethics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/respons.v18i01.747

Abstract

Paham Negara integralistik Soepomo seringkali disalahpahami. Ada yang menganggap paham ini mengarah ke totaliter, di mana penguasa bisa bersikap sewenang-wenang. Ada juga yang menganggap paham ini anti-demokrasi. Pandangan seperti itu bisa saja muncul jika kita tidak begitu menyelami pandangan Soepomo secara utuh. Pada intinya, Soepomo ingin menawarkan sesuatu yang sesuai dengan paham ketimuran dan menolak faham Barat yang pada waktu itu memang sedang diperangi. Jadi, sebenarnya, inti paham Negara integralistik adalah menyatunya pemimpin dengan rakyat, Jika ada kesatuan tentunya keinginan-keinginan dari kedua belah pihak tidak akan saling menyimpang. Mereka akan saling melengkapi sebab pemimpin dan rakyat merupakan satu-kesatuan organik. Itulah inti dari semangat manunggaling kawulo gusti. Sementara itu, penolakan demokrasi di sini terutama demokrasi Barat, karena demokrasi Barat bersifat liberal, individualistik. Masyarakat Indonesia itu tidak individualistik, melainkan berdasarkan pada rasa bersama, kolektif. Bentuk negara Indonesia harus mengungkapkan “semangat kebatinan bangsa Indonesia”, yaitu hasrat rakyat akan persatuan: persatuan hidup, persatuan antara dunia luar dan batin, antara rakyat dan para pemimpinnya.
Berwisata di Alam Filsafat Rodemeus Ristyantoro
Respons: Jurnal Etika Sosial Vol 23, No 01 (2018): Respons
Publisher : Respons: Jurnal Etika Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.967 KB)

Abstract

Man cannot live without philosophy, demikian pernyataan Jacob Needleman, yang terpampang dalam ‘Introduction’ dari buku Th e Heart of Philosophy. Bagi dia, pernyataan ini bukanlah sebuah kata kiasan, namun sebuah fakta yang sebenar-benarnya. Ada sebuah kerinduan dalam hati manusia, tulisnya, yang hanya dapat terpuaskan melalui fi lsafat yang riil. Filsafat adalah hidup itu sendiri. Tanpa fi lsafat manusia mati.
PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN SISWA SEKOLAH DASAR Wijayanti, Sri Hapsari; Harrison, Alfonso; Rodemeus Ristyantoro; Kasdin Sihotang; Theodora Jessica; Cecilia Francessa6
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.69195

Abstract

Variasi media pembelajaran berupa video pembelajaran dilaporkan efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Masalahnya, membuat video pembelajaran membutuhkan keahlian tersendiri yang belum dikuasai oleh guru-guru di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Tujuan kegiatan ini ialah membantu guru-guru SDN yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Gugus 10 Kecamatan Cisauk agar dapat membuat video pembelajaran menggunakan Canva free untuk mendukung pembelajaran. Jumlah peserta sebanyak 23 guru dari sembilan SDN di Kecamatan Cisauk. Metode kegiatan berupa pelatihan, pendampingan, penugasan, monitoring dan evaluasi. Pelatihan diselenggarakan secara luring selama dua kali pertemuan, sedangkan pendampingan secara daring dalam dua kali pertemuan. Dari hasil pretest dan postest diketahui ada peningkatan pengetahuan guru terhadap teknik pembuatan video dan penggunaan Canva. Hasil evaluasi terhadap video yang dihasilkan guru menunjukkan bahwa guru sudah dapat membuat video secara kreatif dengan memanfaatkan fitur-fitur di dalam Canva. Selain disampaikan dengan bahasa sederhana, video pembelajaran dilengkapi dengan soal dan latihan yang siap dibagikan kepada siswa.