Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Filsafat Dakwah: Kajian Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Ramadhan, Dias Rafah; Alexsa; Nashrillah
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v5i1.279

Abstract

Filsafat menawarkan pemahaman mendalam tentang kebijaksanaan dan kebenaran. Dalam konteks Islam, konsep dakwah berfungsi untuk mengenalkan individu pada ajaran Islam dan mengkaji bagaimana ajaran tersebut mempengaruhi pergeseran nilai-nilai masyarakat. Kita dapat memahami keberadaan dan realitas ajaran agama yang mendasarinya yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah, serta bagaimana ajaran tersebut berhubungan dengan tantangan masyarakat saat ini, dengan menerapkan ontologi. Menemukan metode dan sumber informasi yang menghubungkan sains dan spiritualitas menjadi lebih mudah dengan epistemologi. Aksiologi, sebaliknya, menekankan pentingnya nilai dalam menilai penelitian, khususnya yang berkaitan dengan etika dan kebenaran. Secara keseluruhan, filosofi dakwah yang memadukan ontologi, epistemologi, dan aksiologi menawarkan metode yang berhasil dalam memahami dan menyebarkan ajaran Islam secara lebih menyeluruh dan relevan bagi masyarakat.
Konflik Antaragama, Resolusi dan Rekonsiliasi Alexsa; Amanda, Tasya; Lingga, Hani Wulan Sari
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026 : Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i1.290

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik antaragama di Indonesia dengan fokus pada faktor penyebab, bentuk penyelesaian, serta upaya rekonsiliasi yang ditempuh. Konflik keagamaan tidak semata-mata muncul karena perbedaan keyakinan, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dalam banyak kasus, agama justru dijadikan simbol atau alat legitimasi dari pertentangan yang sebenarnya berakar pada persoalan struktural lain. Penyelesaian konflik di masyarakat yang majemuk menuntut pendekatan yang adil, terbuka melalui dialog, serta berlandaskan nilai kemanusiaan. Lebih jauh, rekonsiliasi dipandang sebagai langkah penting untuk memulihkan kepercayaan antar kelompok sekaligus membangun perdamaian yang berkelanjutan. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menunjukkan bahwa konflik, resolusi, dan rekonsiliasi merupakan tiga aspek yang saling berkaitan erat dan perlu dipahami secara menyeluruh agar tercipta harmoni dalam kehidupan masyarakat plural.