Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Kenyamanan Audial dalam Akustik Gereja: Studi Kasus Gereja Mater Dei Lampersari Semarang Fransiska Helena Putri; Bonifacio Bayu Senasaputro
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i3.393

Abstract

Gereja menjadi tempat yang dipandang khusuk, hening dan damai bagi umat Katolik, namun pada kondisi Gereja Mater Dei-Lampersari dirasa belum cukup ideal dalam menanggapi isu tersebut. Hal ini dipengaruhi karena letak bangunan yang berada di lingkup permukiman dan persimpangan jalan. Oleh karena itu kualitas akustik sebuah gereja dianggap penting untuk menunjang kenyamanan audial umat gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas akustik gereja berdasarkan parameter akustik dengan acuan teori menurut Les E. Doolie. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan adanya pengukuran parameter akustik dan tanggapan umat gereja sebagai faktor pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akustik ruang gereja dapat mempengaruhi kenyamanan pendengar, dengan beberapa aspek seperti kejelasan suara, bising latar belakang, tata letak sumber bunyi/penguat bunyi dan tingkat dengung. Hasil perhitungan  membuktikan nilai kebisingan lingkungan sekitar tidak mempengaruhi kekhusyukan ibadah, namun hasil perhitungan angka reverberation time gereja mencapai 2.1 detik sehingga belum dapat dikatakan sudah mencapai tingkat ideal, dalam rentang 1.6 hingga 1.9 detik. Langkah yang dilakukan berupa optimalisasi akustik untuk mencapai waktu dengung yang optimal dan menginsulasi kebocoran-kebocoran suara, dengan melibatkan material-material akustik.
Representation of Liturgical Symbolic Meaning in the Temporary Worship Space of the St. Pius X Catholic Church, Karanganyar Bonifacio Bayu Senasaputro; Riandy Tarigan; Fransiska Helena Putri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): JLBI ( on Progress )
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v15i1.582

Abstract

In the Catholic Church tradition, the worship space serves as a critical architectural framework for liturgical activities and for spatial articulations of symbolic meaning that structure ritual experience. Previous studies have predominantly addressed permanent church buildings, while investigations into temporary worship spaces remain limited, particularly in terms of their spatial adaptability and symbolic performance. This study aims to examine how the Pastoral Service Building, adapted as a temporary worship space at St. Pius X Catholic Church, Karanganyar, spatially represents liturgical symbolic meaning and constructs a sense of sacredness through architectural configuration. The research adopts a qualitative case study approach, employing direct observation of spatial geometry, circulation patterns, visual orientation, and lighting conditions during liturgical celebrations, complemented by in-depth interviews with the pastor, church administrators, and congregants. A semiotic framework is used to analyze and interpret spatial signs and architectural elements within the liturgical context. The findings show that despite physical constraints and the absence of permanent sacred elements, strategic spatial arrangement, such as geometry, circulation, congregation–altar orientation, sanctuary configuration, and lighting, preserves the symbolic structure of Catholic liturgy and supports a coherent ritual experience. The study offers insights into adaptive design strategies for temporary worship spaces, particularly in addressing spatial constraints while preserving symbolic and ritual functions.