Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemanfaatan Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Antiseptik Alami dalam Menghambat Resistensi Bakteri Escherichia coli yang disebabkan oleh Gen fimH di Desa Langenharjo Kalista, Alya Sabrina Putri; Kurniady, Aprillia Tasya; Nurhaliza, Arimbi Titis; Cahyaningrum, Astuti Dwi; Khoirudin, Ridwan; Regiana, Shyndiayu; Dewangga, Vector Stephen; Adi, Omry Tri Asmara
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i3.33

Abstract

Pengabdian masyarakat dalam bentuk Praktik Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM)  ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan bahan alam seperti serai sebagai antiseptik alami yang mudah dibuat dan dapat menghambat resistensi bakteri Escherichia coli beserta, pengabdian ini ditujukan untuk ibu-ibu PKK di Desa Langenharjo. Resistensi Escherichia coli merupakan masalah yang penting dalam bidang kesehatan, isu mengenai terjadinya penyalahgunaan antibiotik hingga kebalnya bakteri terhadap beberapa antibiotik semakin marak. Dari riset yang telah dilakukan, penggunaan bahan alami seperti serai terbukti dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli yang resisten.  Secara umum kandungan serai terdiri kariofilen bersifat antibakteri, antifungi, antiinflamasi, antitumor. Pengabdian ini melibatkan sebanyak 22 responden yang diberikan penyuluhan mulai dari manfaat serai, pembuatan antiseptik berbahan serai, hingga aplikasi penggunaan serai dalam mengatasi infeksi bakteri. Responden diberi pre-test dan post-test yang akan digunakan sebagai tolak ukur pengetahuan pemahaman sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan. Hasil analisis dengan metode paired sample t-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari responden secara signifikan dengan nilai < 0,05. Dari pengabdian ini disimpulkan bahwa pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman responden seputar manfaat serai dalam menghambat  resistensi Escherichia coli.
IMPROVING KNOWLEDGE OF REPRODUCTIVE-AGE WOMEN ON DIABETES MELLITUS AND CANDIDIASIS THROUGH HEALTH EDUCATION IN LANGENHARJO VILLAGE Muhammad Taufiq Qurrohman; Sayekti, Fitria Diniah Janah; Heryanti, Nabiilah Nuur Ainii; Oktavia, Nadya Putri; Fadhilla, Nadyah Saffana; Puspanegari, Ni Luh Larasati; Khoirudin, Ridwan; Purnomo, Rochmad Agung
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 04 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan pada wanita usia produktif di Desa Langenharjo, Sukoharjo, dengan fokus pada diabetes melitus dan kandidiasis. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi kesehatan tentang gaya hidup sehat, pola makan, serta pemanfaatan lidah buaya (Aloe vera) untuk pencegahan diabetes, serta deteksi dini kandidiasis berbasis pendekatan molekuler. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan kesehatan, demonstrasi produk, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, dengan rata-rata nilai meningkat dari 56,88 (pre-test) menjadi 83,12 (post-test). Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan minuman fungsional dari bahan Aloe vera. Program ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman, keterampilan masyarakat, serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat. Luaran kegiatan mencakup peningkatan pengetahuan, produk kesehatan berbasis bahan alami, dan materi edukatif yang dapat digunakan kembali di lingkungan masyarakat. Inisiatif ini berhasil memberdayakan perempuan untuk melakukan tindakan pencegahan kesehatan melalui pendekatan inovatif yang mudah diakses dan berbasis komunitas.
Correlation Between Glucosuria Positivity Values in Patients Diabetes Mellitus and The Incidence of Candiduria Setya, Adhi Kumoro; Khoirudin, Ridwan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11882

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by persistent hyperglycemia and is associated with various complications, including opportunistic infections such as candiduria. Hyperglycemic conditions, glucose detected in urine (glucosuria) is presumed to provide a supportive environment for the growth of microorganisms, including Candida spp. The relationship between the degree of glucosuria positivity and the incidence of candiduria still requires further investigation. Therefore, this study aimed to analyze the association between the level of glucosuria positivity and the occurrence of candiduria among diabetes mellitus patients enrolled in the Chronic Disease Management Program (PROLANIS). This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. Samples were selected using a purposive sampling technique based on predetermined inclusion criteria, resulting in 21 female respondents aged ≥45 years. Glucosuria examination was performed using the urine dipstick method based on the glucose oxidase–peroxidase enzymatic reaction principle. Urine culture was conducted on CHROMagar Candida (CAC) medium using the 100-conversion method to calculate colony counts, and candiduria was defined as colony growth ≥10³ CFU/mL. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test.The results showed that most respondents had positive glucosuria with varying degrees, and the prevalence of candiduria was 66,6%. Statistical analysis indicated no significant association between the level of glucosuria positivity and the occurrence of candiduria 0,892 (p>0.05). In conclusion, glucosuria was not significantly associated with candiduria in the study population.