Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Terjadi Stunting di Kenagarian Taratak Baru Kabupaten Sijunjung Asnur, Lise; Sinaga, Enjelina C.; Hidayat, Febrian; Gulistina, Ghania Raisa; Maulana, Ilham; Syahrani, Jihan; Misrani, Misrani; Widara, Raisya Haruni; Fianri, Rahmat Yasin; Adha, Rahmi Aulia; Oktavia, Rindu
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 24, No 3 (2024): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.05470

Abstract

Berdasarkan survei dari RDK terdapat 8 anak yang terkena stunting di Nagari Taratak Baru, disebabkan oleh beberapa hal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab peningkatan angka stunting di Nagari Taratak Baru. Metode pelaksanaan yang dipergunakan adalah pendekatan kualitatif atau metode yang menitikberatkan pada hasil yang mendalam. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa Nagari Taratak Baru, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung memiliki angka stunting yang cukup rendah karena berada di bawah 15%. Menurut hasil penimbangan massal pada bulan Agustus 2023, prevalensi stunting sebesar 10,5% dan hasil penimbangan massal pada bulan Januari 2024 menunjukkan prevalensi sebesar 11,1%. Hal ini dapat dibandingkan dengan fakta bahwa akan ada peningkatan angka stunting dari Agustus 2023. Menurut riset dan penelitian selama KKN, saat Musyawarah Rembuk Stunting terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab terjadinya stunting. 1. Pola asuh yang salah. 2. Kurangnya pengetahuan keluarga tentang gizi. 3. Kondisi sosial dan ekonomi. 4. Kesalahan pengukuran.
Peran Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam Penyelesaian Sengketa Aparatur Sipil Negara (ASN) Ramadhani, Nurul Suci; Oktavia, Rindu; Novari, Tahani Haura; Putri, Tefani Yelzah; Hanoselina, Yulia
Orasi: Jurnal Ilmu Politik dan Sosial Vol. 2 No. 2 (2025): Orasi: Jurnal Ilmu Politik dan Sosial
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orasi.v2i2.286

Abstract

Indonesia as a legal state places the rule of law as the main foundation in the administration of government, including in the management of the Civil State Apparatus (ASN) which consists of Civil Servants (PNS) and Government Employees with Work Agreements (PPPK) who often face employment disputes due to official decisions deemed detrimental, such as dismissal, transfer, or disciplinary sanctions. This study aims to analyze the role of the Administrative Court (PTUN) in resolving ASN disputes, examine dispute resolution mechanisms, identify implementation constraints, and formulate strategic efforts to strengthen the effectiveness of PTUN. The research method uses a literature study by examining various scientific sources such as journal articles, books, and relevant laws and regulations. The research findings indicate that PTUN has a vital role in providing legal protection for ASN through the examination of the legality of State Administrative Decisions (KTUN), with resolution mechanisms through administrative efforts to the ASN Consideration Agency (BPASN) and lawsuits to PTUN. However, its effectiveness is hindered by overlapping authorities, lack of legal understanding among ASN, non-compliance with court decisions, and slow judicial processes, thus requiring regulatory harmonization, institutional capacity building, digitalization of the judicial system, legal education, and enforcement of decision implementation to realize justice and legal certainty for ASN as well as a professional and accountable bureaucracy.