Fitria, Afifah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS SOAL BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI Fitria, Afifah; Zubaidah; Edy Yusmin; Halini; Ade Mirza
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4142

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan mengevaluasi kualitas butir-butir soal dengan mempertimbangkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, tingkat daya pembeda, serta efektivitas pengecohnya. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan dan menguraikan pemetaan dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan yang didasarkan pada taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menggunakan metodologi campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan teknik kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini meliputi 218 lembar jawaban siswa serta butir-butir soal matematika dari Penilaian Akhir Semester (PAS) kelas VIII pada semester genap tahun ajaran 2022-2023 di SMPN 5 Pontianak. Untuk menentukan jumlah sampel yang representatif dari populasi tersebut, peneliti mengumpulkan 141 lembar jawaban siswa dengan menerapkan rumus Slovin. Pedoman penilaian dan tabel yang berisi klasifikasi butir-butir pertanyaan yang dipetakan ke dalam pemetaan ranah kognitif merupakan instrumen yang digunakan. Teknik analisis data dilakukan secara bertahap, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan memiliki tingkat validitas yang cukup baik, reliabilitas yang baik, dan sebagian besar memiliki tingkat kesulitan sedang. Soal-soal juga mampu membedakan siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta memiliki tingkat efektivitas pengecoh yang baik. Namun, pada aspek proses kognitif belum dipetakan secara proporsional. Soal hanya memetakan tingkatan C1, C2, dan C3. Dengan demikian, kemampuan proses kognitif tingkat tinggi belum dapat diukur dengan soal-soal tersebut. Pemetaan tingkat dimensi pengetahuan telah memuat secara proporsional.
ANALISIS KUALITAS SOAL BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI Fitria, Afifah; Zubaidah; Edy Yusmin; Halini; Ade Mirza
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4142

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan mengevaluasi kualitas butir-butir soal dengan mempertimbangkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, tingkat daya pembeda, serta efektivitas pengecohnya. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan dan menguraikan pemetaan dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan yang didasarkan pada taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menggunakan metodologi campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan teknik kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini meliputi 218 lembar jawaban siswa serta butir-butir soal matematika dari Penilaian Akhir Semester (PAS) kelas VIII pada semester genap tahun ajaran 2022-2023 di SMPN 5 Pontianak. Untuk menentukan jumlah sampel yang representatif dari populasi tersebut, peneliti mengumpulkan 141 lembar jawaban siswa dengan menerapkan rumus Slovin. Pedoman penilaian dan tabel yang berisi klasifikasi butir-butir pertanyaan yang dipetakan ke dalam pemetaan ranah kognitif merupakan instrumen yang digunakan. Teknik analisis data dilakukan secara bertahap, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan memiliki tingkat validitas yang cukup baik, reliabilitas yang baik, dan sebagian besar memiliki tingkat kesulitan sedang. Soal-soal juga mampu membedakan siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta memiliki tingkat efektivitas pengecoh yang baik. Namun, pada aspek proses kognitif belum dipetakan secara proporsional. Soal hanya memetakan tingkatan C1, C2, dan C3. Dengan demikian, kemampuan proses kognitif tingkat tinggi belum dapat diukur dengan soal-soal tersebut. Pemetaan tingkat dimensi pengetahuan telah memuat secara proporsional.
ANALISIS KUALITAS SOAL BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM REVISI Fitria, Afifah; Zubaidah; Edy Yusmin; Halini; Ade Mirza
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 2 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.2 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i2.4142

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan mengevaluasi kualitas butir-butir soal dengan mempertimbangkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, tingkat daya pembeda, serta efektivitas pengecohnya. Selain itu, penelitian ini juga memaparkan dan menguraikan pemetaan dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan yang didasarkan pada taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menggunakan metodologi campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan teknik kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini meliputi 218 lembar jawaban siswa serta butir-butir soal matematika dari Penilaian Akhir Semester (PAS) kelas VIII pada semester genap tahun ajaran 2022-2023 di SMPN 5 Pontianak. Untuk menentukan jumlah sampel yang representatif dari populasi tersebut, peneliti mengumpulkan 141 lembar jawaban siswa dengan menerapkan rumus Slovin. Pedoman penilaian dan tabel yang berisi klasifikasi butir-butir pertanyaan yang dipetakan ke dalam pemetaan ranah kognitif merupakan instrumen yang digunakan. Teknik analisis data dilakukan secara bertahap, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa soal-soal yang digunakan memiliki tingkat validitas yang cukup baik, reliabilitas yang baik, dan sebagian besar memiliki tingkat kesulitan sedang. Soal-soal juga mampu membedakan siswa dengan kemampuan yang berbeda, serta memiliki tingkat efektivitas pengecoh yang baik. Namun, pada aspek proses kognitif belum dipetakan secara proporsional. Soal hanya memetakan tingkatan C1, C2, dan C3. Dengan demikian, kemampuan proses kognitif tingkat tinggi belum dapat diukur dengan soal-soal tersebut. Pemetaan tingkat dimensi pengetahuan telah memuat secara proporsional.
Exploring Sociomathematical Norms Based on Students’ Interest in Mathematics Learning: A Qualitative Study at the Junior High School Level Fitria, Afifah; Wilsher, Elijah
jurnal matematika Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijome.v4i1.3062

Abstract

Purpose of the study: This study aims to explore sociomathematical norms based on students’ interest in mathematics learning at the junior high school level, and to identify how different levels of learning interest influence students’ interaction, participation, and communication during mathematics learning activities. Methodology: This study used a descriptive qualitative approach with purposive sampling involving six students. Instruments included Likert-scale questionnaires, observation sheets, and semi-structured interview guidelines. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires, and analyzed using the Miles and Huberman model with triangulation techniques. Main Findings: Students mostly show good sociomathematical norms, with the majority categorized at a moderate level of learning interest. Students with high interest demonstrate very good participation and communication, while those with moderate interest show consistent but less optimal interaction. Students with low interest tend to be passive and have difficulty expressing mathematical ideas clearly. Novelty/Originality of this study: This study integrates sociomathematical norms and learning interest in a single qualitative analysis, focusing on students’ real classroom behavior. It provides a deeper understanding of how different levels of interest shape interaction and communication, offering a more comprehensive perspective compared to previous studies that examined these aspects separately.