Bobo, Kornelis Ruben
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MEMPERKUAT PENGGEMBALAAN PENTAKOSTA BAGI PENDIDIKAN KRISTEN DI INDONESIA Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 1 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i1.238

Abstract

Artikel ini berjudul Memperkuat Pengembalaan Pentakosta untuk Peserta Didik Kristen di Indonesia berdasarkan Matius 9:35-38.  Tujuan penulisan artikel ini adalah agar setiap pendidik Kristen di Indonesia dapat memperkuat pengembalaan Pentakosta bagi Peserta Didiknya.  Setiap peserta didik Kristen dapat digembalakan secara misional dan holistik. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber yang kompatibel dan berbagai literatur yang mendukung. Penulis menemui bahwa Matius 9:35-38 tidak hanya dipahami sebagai strategi penginjilan dan pelayanan yang terintegrasi, tetapi juga dipahami sebagai suatu teks yang menekankan pengembalaan Pentakosta untuk Peserta Didik Kristen di Indonesia.  Frase, “karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (aya 36) memberikan petunjuk bahwa dalam realita dan dinamika hidup Peserta Didik Kristen di Indonesia, kerapkali mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Oleh karena itu, mereka perlu digembalakan.  Mereka adalah jemaat yang menggereja di sekolah.  Sekolah harusnya dipandang sebagai gereja.  Dengan demikian, setiap  pendidik Kristen pun perlu semakin diperkuat untuk menggembalakan setiap peserta didik Kristen di sekolah.  Mereka tidak hanya mengemban jabatan struktural, tetapi juga peran fungsional yang dimainkan di mana setiap Pendidik Kristen perlu menggembalakan peserta didiknya.
MENGENAL IDENTITAS “DUA SAKSI ALLAH” DALAM KITAB WAHYU 11:3-6 DAN RELEVANSI BAGI ORANG KRISTEN MASA KINI Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i2.200

Abstract

Artikel ini merupakan suatu penelitian tentang “Dua Saksi Allah” dalam Wahyu 11:3-6.  Teks ini merupakan salah satu bagian dalam kitab Wahyu yang menjadi perdebatan oleh berbagai kelompok penafsiran.  Banyaknya perdebatan identifikasi kedua saksi Allah tersebut, membatasi penulis paling tidak terdapat dua kelompok utama yang mempunyai penafsiran yang berbeda-beda terhadap topik tersebut.  Pertama, kelompok yang menafsirkan bahwa kedua saksi Allah adalah kedua figur eskatologis dalam Perjanjian Lama yaitu: Elia dan Henokh, juga Elia dan Musa.  Kedua, kelompok yang menafsirkan bahwa kedua saksi Allah adalah kedua figur historis dalam Perjanjian Baru yaitu Petrus dan Paulus.  Melalui proses studi eksegesis dengan pendekatan historico-gramatical ditemukan ternyata kedua saksi Allah tersebut sebagai simbol perwakilan gereja, orang percaya yang dengan suara kenabian akan menyampaikan berita Allah meskipun di tengah-tengah penganiayaan.
Studi Eksegesis Kisah Para Rasul 19:2a “Sudahkah Kamu Menerima Roh Kudus, Ketika Kamu Menjadi Percaya?” Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i2.151

Abstract

Abstraksi:Karya tulis ini merupakan suatu studi ekesegesis terhadap Kisah Para Rasul 19:2a, yang berbunyi, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”  Tujuan utama penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui apakah pengalaman “menerima Roh Kudus terjadi seketika itu juga waktu seseorang menjadi percaya kepada Yesus (bersamaan)?  Atau justru sesuatu pengalaman yang langsung mengikuti setelah seseorang menjadi percaya kepada Yesus?  Atau ada selang beberapa waktu kemudian setelah seseorang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus?  Proses penulisan karya tulis ini akan menggunakan studi pustaka secara eksegetikal - historikal.  Setelah mengerjakan karya tulis ini, ditemukan bahwa pengalaman menerima Roh Kudus terjadi setelah seseorang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.  Jadi, pengalaman menerima Roh Kudus merupakan sesuatu pengalaman yang mengikuti setelah seseorang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.  Hanya, tidak dapat dipastikan apakah pengalaman itu sesuatu yang langsung terjadi atau masih dalam beberapa waktu kemudian setelah seseorang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.  Namun, berdasarkan studi eksegesis, pengalaman menerima Roh Kudus terjadi setelah (bukan bersamaan - ketika) seseorang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.  Jadi, jika kita terjemahkan Kisah Para Rasul 19:2a akan berbunyi demikian, “Dan dia [Paulus] berkata kepada mereka [beberapa orang murid]: apakah kamu sekalian telah menerima Roh Kudus,  [sesudah] kamu sekalian sungguh-sungguh percaya?   AbstractThis paper is an exegetical study of Acts 19:2a, which reads, "Have you received the Holy Spirit when you believed?" There is one reason why this text needs to be studied, namely the absence of the word "when" in the Greek text. While the LAI, NIV (New International Version), NASB (New American Standard Bible), RSV (Revised Standard Version) translate with when (when, when, when). However, there are also some English Bibles such as the KJV (Kings James Version), WBT (Webster's Bible Translation) which translate with since (since, after, after). This difference in translation makes us ask what the translation of the original Greek text actually sounds like. A further question, after knowing the original Greek text, is whether the experience of receiving the Holy Spirit occurs when someone believes in Jesus (at the same time - right away) or is it an experience that occurs after someone believes in Jesus. Through writing this paper, it can be seen whether the experience of "receiving the Holy Spirit occurs immediately when a person believes in Jesus (simultaneously)? Or is it actually an experience that immediately follows after someone believes in Jesus? Or does it take some time after someone believes in the Lord Jesus? Writing this paper will use qualitative methods. After completing this paper, it was discovered that the experience of receiving the Holy Spirit occurs after a person believes in the Lord Jesus. The experience of receiving the Holy Spirit is an experience that follows after a person believes in the Lord Jesus. However, it cannot be ascertained whether the experience was something that happened immediately or some time later after someone believed in the Lord Jesus. However, based on exegetical studies, the experience of receiving the Holy Spirit occurs after (not simultaneously - when) someone believes in the Lord Jesus. So, if we translate Acts 19:2a it will read like this, “And he [Paul] said to them [some of the disciples]: Have you all received the Holy Spirit, [after] you truly believed?Keywords: Exegesis, Receive the Holy Spirit, When, Believe.
Konsep Materialitas Keselamatan Dalam Teologi Pentakosta Klasik Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Logia
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i1.154

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah deskripsi tentang dimensi materialitas keselamatan dalam teologi Pentakosta Klasik.  Teologi Pentakosta Klasik meyakini bahwa dimensi materialitas keselamatan Allah di dalam Kristus tidak hanya menyelamatkan manusia dari dosa dan pelanggaran, tetapi juga menyembuhkan tubuh secara menyeluruh dari segala sakit penyakit, kuasa setan, penderitaan dan kemiskinan serta realisasi sebahagian dari kerajaan Allah dalam kehidupan orang percaya melalui tanda-tanda dan mujizat.  Konstruksi Kristologi Pentakosta Klasik ini bertolak dari apa yang disebut dengan Full Gospel, yakni Kristus sebagai Penyelamat, Penyembuh, Pembaptis dan Raja yang akan segera datang.  Adapun tindakan dan perubahan sosial yang dilakukan oleh Pentakosta Klasik sebagai bentuk implikasi dan kesaksian iman serta komitmen mereka kepada Kristus.  Mereka sungguh diberdayakan oleh Roh Kudus untuk memberitakan Injil, bersaksi dan melakukan pelayanan-pelayanan sosial yang non-spritual.  
KARAKTERISTIK IBADAH PENTAKOSTA: INTEGRASI PELUANG DAN ANTISIPASI TANTANGANNYA DI DUNIA METAVERSE Girawan, Yosia Donny; Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.308

Abstract

This study is entitled “Characteristics of Pentecostal Worship: Integration of Opportunities and Anticipation of Challenges in the Metaverse World.”  This study aims to explain the characteristics of Pentecostal worship that can be integrated in the Metaverse world.  The author wants to show that there are opportunities and challenges if the characteristics of Pentecostal worship can be integrated in the Metaverse world.  The author will take a descriptive literature study approach using accurate and related sources.  First, the author will explain the main characteristics of the Metaverse.  Then, the author will analyze the characteristics of Pentecostal Worship contained in Acts 2: 1-13; 42-47. The results of this study suggest that the characteristics of Pentecostal worship based on Acts 2: 1-13; 42-47 can be integrated in the Metaverse world.  The conclusion of this study confirms that there are opportunities and can anticipate challenges in integrating the characteristics of Pentecostal Worship in the Metaverse world. Penelitian ini berjudul “Karakteristik Ibadah Pentakosta: Integrasi Peluang dan Antisipasi Tantangannya di Dunia Metaverse.”  Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang karakteristik ibadah Pentakosta yang dapat diintegrasikan di dunia Metaverse.  Penulis ingin menunjukkan adanya peluang sekaligus tantangan jika karakteristik ibadah Pentakosta dapat diintegrasikan di dunia Metaverse.  Penulis akan melakukan pendekatan studi pustaka deskriptif dengan menggunakan sumber-sumber akurat dan terkait.  Pertama-tama penulis akan memaparkan karakteristik utama Metaverse.  Kemudian, penulis akan menganalisa karakteristik Ibadah Pentakosta yang terkandung dalam Kisah Para Rasul 2:1-13; 42-47. Hasil penelitian ini mengemukan bahwa karakteristik ibadah Pentakosta berdasarkan Kisah Para Rasul 2:1-13; 42-47 dapat diintegrasikan di dunia Metaverse.  Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ada peluang sekaligus bisa antisipasi tantangannya dalam mengintegrasikan karakteristik Ibadah Pentakosta di dunia Metaverse.