Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS TEKNOLOGI DALAM MENGATASI KENDALA SHIFT GANDA DI SMK PAB 8 SAMPALI Rezi Akbar Zarnazi; Kiki Yolanda Gultom; Nazli Aisyah Khoirani; Ana Tasya Afriza Putri; Monika Evalerina Gultom; Muhammad Yusro Alasa’ari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kendala penerapan sistem shift ganda di SMK PAB 8 Sampali yang berdampak pada berkurangnya waktu tatap muka, meningkatnya kelelahan guru dan siswa, serta menurunnya efektivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan manajemen kurikulum berbasis teknologi, mengidentifikasi kendala utama yang dihadapi sekolah, serta menganalisis strategi yang digunakan untuk mengoptimalkan pembelajaran di tengah keterbatasan ruang kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan analisis tematik, sehingga dapat menggali informasi mendalam mengenai implementasi manajemen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan, seperti Learning Management System (LMS), Android TV, dan laboratorium komputer, masih belum optimal akibat keterbatasan literasi digital guru dan lemahnya koordinasi antarpendidik. Faktor kunci yang mendukung efektivitas manajemen kurikulum adalah pelatihan berkelanjutan bagi guru, optimalisasi pemanfaatan teknologi, penguatan infrastruktur, pengelolaan waktu yang fleksibel, serta peningkatan kolaborasi guru dan keterlibatan orang tua. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis teknologi dapat menjadi solusi strategis dalam mengatasi hambatan shift ganda, dengan catatan harus ditopang oleh kepemimpinan sekolah yang adaptif, dukungan infrastruktur, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.
STUDI LITERATUR: FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS TERHADAP RETENSI TENAGA PENDIDIK Rezi Akbar Zarnazi; Qarien Nia Tente; Sayla Shabina Begum; Alifa Dwi Anjani; Adinda Dwi Suciari; Azizah Nayla Alqindi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas terhadap retensi tenaga pendidik, mengingat loyalitas guru dan dosen merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas serta kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, prosiding, buku, dan laporan penelitian relevan yang diterbitkan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir, baik nasional maupun internasional. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan faktor-faktor ke dalam tiga kategori besar, yaitu intrinsik, ekstrinsik, dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor intrinsik meliputi motivasi, kepuasan kerja, komitmen profesional, dan religiusitas; faktor ekstrinsik mencakup kompensasi, beban kerja, kepemimpinan, dan pengembangan profesional; sedangkan faktor kontekstual meliputi budaya organisasi, iklim kerja, kebijakan, serta tanggung jawab sosial dan keberlanjutan institusi. Interaksi antara faktor-faktor tersebut menentukan tingkat loyalitas tenaga pendidik, di mana kepuasan kerja berperan penting sebagai mediator. Loyalitas yang kuat terbukti mendukung retensi guru, mengurangi perputaran tenaga pendidik, serta meningkatkan stabilitas proses pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa strategi retensi tenaga pendidik harus bersifat holistik, mengintegrasikan faktor-faktor internal dan eksternal agar tercapai keseimbangan antara kebutuhan individu dan tujuan organisasi.
An Analysis of Digital Social Validation Behavior in Adolescents: Implications for Creative Counseling Ristra Sandra Ritonga; Annisa May Syarah Nasution; Utami Nurhafsari Putri; Rizki Ananda Syafitri; Rezi Akbar Zarnazi
INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY Vol. 6 No. 2 (2026): INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/icp.v6i2.75587

Abstract

The rapid growth of social media has transformed the way adolescents build social relationships and seek recognition through various forms of digital social validation, such as likes, comments, and followers. This phenomenon has the potential to influence adolescents' social and psychological behavior, thereby requiring greater attention within Guidance and Counseling services. This study aimed to explore adolescents' digital social validation behavior and identify its implications for the development of creative counseling. A descriptive-exploratory research design was employed involving 125 adolescents aged 18–23 years who actively use social media. The research instrument consisted of a Digital Social Validation Behavior Questionnaire developed using a five-point Likert scale and open-ended questions. The data were analyzed using descriptive statistical analysis, while responses to the open-ended questions were examined through thematic analysis. The findings revealed that the attention to digital feedback indicator demonstrated the highest tendency (mean = 3.56–4.42), whereas the remaining indicators were categorized as moderate to high. The thematic analysis further indicated that adolescents primarily use social media for communication, entertainment, and self-expression. In addition, respondents preferred experience-based counseling activities, particularly nature-based activities (56.5%), storytelling (43.5%), and music-based activities (42.4%). The study concludes that Guidance and Counseling services should adopt more contextual, participatory, and developmentally appropriate creative counseling approaches that align with the characteristics of adolescents in the digital era. The findings are expected to serve as an empirical foundation for guidance and counseling teachers and professional counselors in designing creative counseling services that are more responsive to the dynamics of adolescents' digital behavior.