Elsyan R. Marlissa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Dana Desa Di Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Valdano Barnabas Buinei; Balthazar Kambuaya; Elsyan R. Marlissa
Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Vol 7 No 1 (2026): Periode Jauari-Juni
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/ers72k08

Abstract

Kebijakan Dana Desa merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Dana Desa di Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, berdasarkan aspek perencanaan, penganggaran, penatausahaan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparat kampung, BAMUSKAM, pendamping Dana Desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 74,20%. Aspek perencanaan memperoleh skor 73,27%, penganggaran 73,29%, penatausahaan 75,80%, serta pelaporan dan pertanggungjawaban 74,46%. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan internal berupa keterbatasan kompetensi aparatur, keterlambatan penyusunan SPJ, RKP, dan APB Kampung, serta belum konsistennya transparansi kepada masyarakat. Hambatan eksternal meliputi belum optimalnya pendampingan, bertambahnya persyaratan pencairan, perbedaan persepsi masyarakat, serta perlunya menyesuaikan program pembangunan dengan adat dan budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Dana Desa telah berjalan baik, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas aparatur, ketepatan administrasi, transparansi, koordinasi, dan partisipasi masyarakat.
Pengaruh Anggaran dan Realisasi terhadap Efisiensi Keuangan Daerah Kabupaten Jayapura Petrus Marthen Jaroseray; Elsyan R. Marlissa; Westim Ratang
Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Vol 7 No 1 (2026): Periode Jauari-Juni
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/y89vrc17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh anggaran dan realisasi anggaran terhadap efisiensi keuangan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara target anggaran yang ditetapkan dan realisasi pendapatan yang dicapai, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas, efisiensi, dan kemandirian keuangan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan anggaran dan realisasi keuangan Kabupaten Jayapura periode 2017–2023. Analisis data dilakukan melalui perhitungan rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio kemandirian, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah sebesar 82,42% dan termasuk dalam kategori cukup efektif. Rata-rata rasio efisiensi keuangan daerah sebesar 91,70% dan termasuk dalam kategori kurang efisien. Sementara itu, rata-rata rasio kemandirian sebesar 10,06% menunjukkan bahwa Kabupaten Jayapura masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Secara parsial, anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi keuangan, dengan nilai t hitung sebesar ?0,458 dan signifikansi 0,6782. Realisasi anggaran berpengaruh signifikan terhadap efisiensi keuangan, dengan nilai t hitung sebesar 3,186 dan signifikansi 0,0499. Secara simultan, anggaran dan realisasi anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi keuangan, dengan nilai F hitung sebesar 5,074 dan signifikansi 0,109. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas realisasi pendapatan dan pengendalian belanja untuk memperbaiki efisiensi keuangan daerah.