Kebijakan Dana Desa merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat pembangunan dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Dana Desa di Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, berdasarkan aspek perencanaan, penganggaran, penatausahaan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparat kampung, BAMUSKAM, pendamping Dana Desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana Desa secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 74,20%. Aspek perencanaan memperoleh skor 73,27%, penganggaran 73,29%, penatausahaan 75,80%, serta pelaporan dan pertanggungjawaban 74,46%. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan internal berupa keterbatasan kompetensi aparatur, keterlambatan penyusunan SPJ, RKP, dan APB Kampung, serta belum konsistennya transparansi kepada masyarakat. Hambatan eksternal meliputi belum optimalnya pendampingan, bertambahnya persyaratan pencairan, perbedaan persepsi masyarakat, serta perlunya menyesuaikan program pembangunan dengan adat dan budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Dana Desa telah berjalan baik, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas aparatur, ketepatan administrasi, transparansi, koordinasi, dan partisipasi masyarakat.