Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI MORFOMETRIK DAN MERISTIK BARBODES SELLIFER (Kottelat & Lim 2021) (CYPRINIFORMES; CYPRINIDAE) SEBAGAI TAHAP AWAL DOMESTIKASI Valen, Fitri Sil; Prananda, Mustobi; Qothrunnada, Qothrunnada; Azizah, Nur; Yupita, Yupita; Firnanda, Teguh; Swarlanda, Swarlanda
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3500

Abstract

Barbodes sellifer merupakan merupakan ikan air tawar dari keluarga cyprinid. Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 2021 oleh Kottelat dan Lim. Saat ini spesies Barbodes sellifer dapat ditemukan di Singapore dan malaysia. Di Indonesia sendiri barbodes sellifer ditemukan di Sumatera, Kepulauan Riau hingga pulau Natuna. Kehadiran Barbodes sellifer di Kepulauan Bangka merupakan catatan baru. Meskipun spesies ini dapat ditemukan di Pulau Bangka, namun jumlahnya tidak banyak, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya domestifikasi untuk mempertahankan populasi. Agar kegiatan domestifikasi dapat berjalan dengan baik, perlu melakukan beberapa penelitian mendasar yang salah satunya adalah studi morfometrik dan meristik untuk memastikan validasi spesies dan sebagai dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Dalam penelitian ini kami melakukan analisis karakter morfometrik dan meristik spesies Barbodes sellifer yang ditemukan di Pulau Bangka dan sebagai langkah awal dalam proses domestikasi. Hasil studi karakter morfometrik menujukan panjang total (TL) 7,4 cm, panjang standar (SL) 6,0 cm, tinggi kepala (HD) 1,0 cm, diameter mata (ED) 0,5 cm, tinggi badan (BD) 2,0 cm, panjang sirip ekor bagian atas (LUCL) 1,2 cm, panjang sirip ekor bagian tengah (LMCL) 0,8 cm, panjang sirip ekor bagian bawah (LCLL) 1,6 cm. Sedangkan meristik spesies Barbodes sellifer yaitu jari-jari sirip punggung memiliki rumus D.I-II.7, jari-jari sirip anal memiliki rumus A.6, Jari-jari sirip dada memiliki rumus P.I-II.10, Jari-jari sirip perut memiliki rumus V.I.7. Ikan barbodes sellifer memiliki tipe mulut terminal,bentuk tubuh compressed, tipe sisik ctenoid dan bentuk ekor forked. Berdasarkan karakter morfologi dan ciri khusus jenis Barbodes sellifer yang ditemukan dialiran sungai Jada Bahrin juga termasuk spesies Barbodes sellifer yang ditemukan di Singapura.
PENGAMATAN PENGAMATAN PERKEMBANGAN TELUR CUMI BANGKA (Uroteuthis chinensis) DAN MODIFIKASI PAKAN PASCA MENETAS Firnanda, Teguh; Indra, Indra; Putri, Isra Mulia; Robin, Robin
Journal of Aquatropica Asia Vol 9 No 2 (2024): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v9i2.5795

Abstract

Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) merupakan komdoditas perikanan yang memiliki nilai ekonimis yang tinggi dan salah satu komoditas unggulan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan karena memiliki kualitas terbaik di pasar ekspor. Namun dikarenakan eksploitasi penangkapan cumi-cumi yang berlebihan, dan rusaknya habitat penempelan telur, sekaligus habitat pemijahan cumi-cumi akibat berbagai aktivitas teresterial, khususnya aktivitas penambangan pasir timah laut, menjadikan jumlah tangkapan cumi Bangka jauh menurun. Perubahan iklim global yang ekstrim, juga menjadi pemicu berkurangnya jumlah cumi di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan morfologi telur cumi Bangka (U. Chinensis) sebelum menetas dan mengukur survival rate larva cumi pasca menetas, yang diberikan pakan buatan dan pakan egg custard di modifikasi. Pengamatan morfologi dilakukan secara langsung setiap 24 jam, sejak diambil dari alam samapi menetas di bak pemeliharaan. Dengan mengamati perubahan bentuk morfologi, bobot dan panjang telur. Selanjutnya pemberian pakan buatan dan egg custard di modifikasi setelah telur menetas diberikan lima kali dalam sehari, yakni pada jam 07.00 pagi, jam 11.00 siang, jam 15.00 sore, jam 19.00 malam, 23.00 malam. Hasilnya menunjukkan bahwa, dimedia tetas dibutuhkan waktu 6-9 hari bagi telur cumi untuk menetas. Setiap hari terjadi perubahan morfologi telur yang semakin membesar dan pemisahan jonjot yang jelas disetiap kapsul telur. Hatching Rate cumi mencapai 65,40 %, pada salinitas 31-35 ppt. Pemberian tiga jenis pakan buatan, yakni Otohime B2, Feng-Li 0 dan Scretting Stella B-2 mampu membuat larva cumi bertahan selama 3 dan 4 hari. Pemberian pakan tiga jenis egg custard di modifikasi hanya mampu membuat larva cumi bertahan selama 4 dan 5 hari.
PENGAMATAN PENGAMATAN PERKEMBANGAN TELUR CUMI BANGKA (Uroteuthis chinensis) DAN MODIFIKASI PAKAN PASCA MENETAS Firnanda, Teguh; Indra, Indra; Putri, Isra Mulia; Robin, Robin
Journal of Aquatropica Asia Vol 9 No 2 (2024): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v9i2.5795

Abstract

Cumi Bangka (Uroteuthis chinensis) merupakan komdoditas perikanan yang memiliki nilai ekonimis yang tinggi dan salah satu komoditas unggulan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan karena memiliki kualitas terbaik di pasar ekspor. Namun dikarenakan eksploitasi penangkapan cumi-cumi yang berlebihan, dan rusaknya habitat penempelan telur, sekaligus habitat pemijahan cumi-cumi akibat berbagai aktivitas teresterial, khususnya aktivitas penambangan pasir timah laut, menjadikan jumlah tangkapan cumi Bangka jauh menurun. Perubahan iklim global yang ekstrim, juga menjadi pemicu berkurangnya jumlah cumi di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan morfologi telur cumi Bangka (U. Chinensis) sebelum menetas dan mengukur survival rate larva cumi pasca menetas, yang diberikan pakan buatan dan pakan egg custard di modifikasi. Pengamatan morfologi dilakukan secara langsung setiap 24 jam, sejak diambil dari alam samapi menetas di bak pemeliharaan. Dengan mengamati perubahan bentuk morfologi, bobot dan panjang telur. Selanjutnya pemberian pakan buatan dan egg custard di modifikasi setelah telur menetas diberikan lima kali dalam sehari, yakni pada jam 07.00 pagi, jam 11.00 siang, jam 15.00 sore, jam 19.00 malam, 23.00 malam. Hasilnya menunjukkan bahwa, dimedia tetas dibutuhkan waktu 6-9 hari bagi telur cumi untuk menetas. Setiap hari terjadi perubahan morfologi telur yang semakin membesar dan pemisahan jonjot yang jelas disetiap kapsul telur. Hatching Rate cumi mencapai 65,40 %, pada salinitas 31-35 ppt. Pemberian tiga jenis pakan buatan, yakni Otohime B2, Feng-Li 0 dan Scretting Stella B-2 mampu membuat larva cumi bertahan selama 3 dan 4 hari. Pemberian pakan tiga jenis egg custard di modifikasi hanya mampu membuat larva cumi bertahan selama 4 dan 5 hari.
STUDI MORFOMETRIK DAN MERISTIK BARBODES SELLIFER (Kottelat & Lim 2021) (CYPRINIFORMES; CYPRINIDAE) SEBAGAI TAHAP AWAL DOMESTIKASI: MORFOMETRIC AND MERISTIC STUDY OF BARBODES SELLIFER (Kottelat & Lim 2021) (CYPRINIFORMES; CYPRINIDAE) AS THE EARLY STAGE OF DOMESTICATION Valen, Fitri Sil; Prananda, Mustobi; Qothrunnada, Qothrunnada; Azizah, Nur; Yupita, Yupita; Firnanda, Teguh; Swarlanda, Swarlanda
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Program Studi Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3500

Abstract

Barbodes sellifer merupakan merupakan ikan air tawar dari keluarga cyprinid. Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 2021 oleh Kottelat dan Lim. Saat ini spesies Barbodes sellifer dapat ditemukan di Singapore dan malaysia. Di Indonesia sendiri barbodes sellifer ditemukan di Sumatera, Kepulauan Riau hingga pulau Natuna. Kehadiran Barbodes sellifer di Kepulauan Bangka merupakan catatan baru. Meskipun spesies ini dapat ditemukan di Pulau Bangka, namun jumlahnya tidak banyak, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya domestifikasi untuk mempertahankan populasi. Agar kegiatan domestifikasi dapat berjalan dengan baik, perlu melakukan beberapa penelitian mendasar yang salah satunya adalah studi morfometrik dan meristik untuk memastikan validasi spesies dan sebagai dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya. Dalam penelitian ini kami melakukan analisis karakter morfometrik dan meristik spesies Barbodes sellifer yang ditemukan di Pulau Bangka dan sebagai langkah awal dalam proses domestikasi. Hasil studi karakter morfometrik menujukan panjang total (TL) 7,4 cm, panjang standar (SL) 6,0 cm, tinggi kepala (HD) 1,0 cm, diameter mata (ED) 0,5 cm, tinggi badan (BD) 2,0 cm, panjang sirip ekor bagian atas (LUCL) 1,2 cm, panjang sirip ekor bagian tengah (LMCL) 0,8 cm, panjang sirip ekor bagian bawah (LCLL) 1,6 cm. Sedangkan meristik spesies Barbodes sellifer yaitu jari-jari sirip punggung memiliki rumus D.I-II.7, jari-jari sirip anal memiliki rumus A.6, Jari-jari sirip dada memiliki rumus P.I-II.10, Jari-jari sirip perut memiliki rumus V.I.7. Ikan barbodes sellifer memiliki tipe mulut terminal,bentuk tubuh compressed, tipe sisik ctenoid dan bentuk ekor forked. Berdasarkan karakter morfologi dan ciri khusus jenis Barbodes sellifer yang ditemukan dialiran sungai Jada Bahrin juga termasuk spesies Barbodes sellifer yang ditemukan di Singapura.