Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIGITAL LITERACY AND ONLINE TRUST TO AVOID CYBERBULLYING ANONYMITY AMONG TWITTER ROLE PLAYERS COMMUNITY Hendrayani, Putri Fajar Ayu
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.13.1.37-59

Abstract

This study aims to present the importance of digital literacy skills and the developed of an online trust to avoid cyberbullying anonymity mechanisms among Twitter role players as a virtual community. This study uses three main theories, namely: “Digital Identities: Creating and Communicating the Online Self”; “Online trust: A Stakeholder Perspective, Concepts, Implications, And Future Directions”; and “Anonymity, Pseudonymity, and Deliberation: Why Not Everything Should Be Connected”. This study uses a quantitative method using a descriptive approach to describe the findings of the results in the field in detail. The cross-table is used as an analytical tool to see whether there is an impact on the variable being tested. In this study, it was found that the results of the analysis on the impact of digital literacy and cyberbullying anonymity using a cross-table showed no impact between the two variables, which means that digital literacy skills have no impact whatsoever on avoiding cyberbullying anonymity among Twitter role players. While the results of the analysis on the impact of online trust and cyberbullying anonymity using a cross-table show that there is an impact in the moderate category between the two variables, which means that the formation of online trust has quite an impact on avoiding cyberbullying anonymity among Twitter role players.
Benefit of Knowledge Sharing in Virtual Community of Practice (VCoP): A Systematic Literature Review Hendrayani, Putri Fajar Ayu; Salim, Tamara Adriani; Wibowo, Muhammad Prabu; Sani, Mad Khir Johari Abdullah
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 1 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i1.65880

Abstract

Latar belakang: Knowledge sharing (KS) di Virtual Communities of Practice (VCoP) telah menjadi elemen kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif organisasi, terutama di era digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat KS dalam VCoP melalui metode systematic literature review. Metode: Penelitian dilakukan dengan menganalisis 11 artikel primer yang dipilih menggunakan pendekatan PRISMA, mencakup publikasi dari 2019 hingga 2024, yang berfokus pada bagaimana KS meningkatkan pembelajaran individu, menciptakan pengetahuan baru, dan mendukung inovasi organisasi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa KS dalam VCoP mendukung kolaborasi yang efektif di antara anggota, memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan solusi, dan mengembangkan kebijakan yang lebih relevan. Faktor kunci keberhasilan KS mencakup kepercayaan antar anggota, dukungan teknologi yang memadai, dan peran fasilitator yang kompeten. Kepercayaan menciptakan lingkungan yang aman untuk berbagi pengetahuan tacit maupun eksplisit, sementara teknologi mendukung interaksi lintas geografis. Fasilitator memainkan peran penting dalam memoderasi diskusi, membangun kepercayaan, dan memastikan keterlibatan aktif anggota. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa KS dalam VCoP berkontribusi pada peningkatan pembelajaran individu, pengembangan keterampilan profesional, dan penciptaan pengetahuan baru yang relevan. Dengan menciptakan lingkungan kolaboratif yang terorganisir, VCoP menjadi sarana efektif untuk meningkatkan daya saing dan inovasi organisasi. Oleh karena itu, investasi dalam pengelolaan VCoP dan pelatihan anggota komunitas sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas KS. Studi ini memberikan wawasan penting bagi para praktisi dan peneliti dalam mengembangkan strategi manajemen pengetahuan yang holistik.   Background: Knowledge Sharing (KS) in Virtual Communities of Practice (VCoP) has become a key element in creating organizational competitive advantage, especially in the digital era. Purpose: This study aims to explore the benefits of KS in VCoP using the systematic literature review method. Methods:The research was conducted by analyzing 11 primary articles selected through the PRISMA approach, covering publications from 2019 to 2024, focusing on how KS enhances individual learning, facilitates knowledge creation, and supports organizational innovation. Results: The analysis revealed that KS in VCoP fosters effective collaboration among members, enabling them to share experiences, discuss solutions, and develop more relevant policies. Key success factors of KS include trust among members, adequate technological support, and the role of competent facilitators. Trust creates a safe environment for sharing both tacit and explicit knowledge, while technology supports interactions across geographical boundaries. Facilitators play a crucial role in moderating discussions, building trust, and ensuring active member engagement. Conclusion: This study concludes that KS in VCoP contributes to enhancing individual learning, developing professional skills, and creating relevant new knowledge. By creating an organized collaborative environment, VCoP serves as an effective medium to boost organizational competitiveness and innovation. Therefore, investment in managing VCoP and training community members is essential to ensure the sustainability and effectiveness of KS. This study provides valuable insights for practitioners and researchers in developing holistic knowledge management strategies.
User Satisfaction Analysis of ICE Institute from a Knowledge Creation Perspective: Implementation of the SECI Model on a MOOC Platform Hendrayani, Putri Fajar Ayu; Putri, Rezi Anjelia; Nababan, Yorika Indah Pratiwi; Mentari, Nadya; Haq, Nidaul
Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol. 16 No. 2 (2025): PALIMPSEST: JURNAL ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pjil.v16i2.70307

Abstract

Latar belakang: Perkembangan pembelajaran digital di Indonesia menyoroti adanya celah penting dalam pemahaman terkait kepuasan pengguna pada platform Massive Open Online Course (MOOC) yang melampaui aspek teknis dan motivasi belajar. Penelitian sebelumnya sebagian besar belum mengaitkan peran knowledge creation dalam membentuk pengalaman pengguna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pengguna pada platform ICE Institute melalui perspektif model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization), dengan integrasi kerangka evaluasi DeLone dan McLean untuk memahami dinamika pembelajaran digital secara komprehensif. Metode: Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan desain analisis asosiatif dan uji pengaruh bivariat. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berbasis dimensi knowledge creation, dengan teknik simple random sampling pada mahasiswa pengguna ICE Institute. Respon diukur menggunakan skala interval paksa 1–4 dan skala diferensial semantik, kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna sangat dipengaruhi oleh proses penciptaan pengetahuan. Externalization menjadi kontributor paling signifikan sebesar 41,4% terhadap kualitas informasi, diikuti oleh socialization (14,1%) dan combination (11,1%). Ketiga dimensi ini memiliki pengaruh minimal terhadap kualitas sistem dan layanan, menunjukkan ketidakseimbangan antara interaksi pengguna dan kemampuan platform. Internalization tidak signifikan dan memiliki korelasi negatif terhadap kualitas layanan, menandakan keterbatasan dukungan platform dalam internalisasi pengetahuan pribadi. Kesimpulan: Meskipun penelitian ini terbatas pada sampel mahasiswa dan menggunakan kuesioner kuantitatif, temuan ini memberikan implikasi strategis bagi pengembangan platform MOOC. ICE Institute dapat meningkatkan kepuasan pengguna dengan mengintegrasikan proses knowledge creation bersama peningkatan keandalan sistem, responsivitas layanan, desain interaksi adaptif, dan mekanisme dukungan proaktif. Optimalisasi aspek ini diharapkan dapat memperkuat hasil belajar digital, mendukung pendidikan inklusif, dan mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi di Indonesia.   Background: The rapid expansion of digital learning in Indonesia has highlighted a critical gap in understanding user satisfaction on Massive Open Online Course (MOOC) platforms beyond technical and motivational aspects. Previous studies have largely overlooked the role of knowledge creation in shaping user experiences. Purpose: This study aims to examine user satisfaction on the ICE Institute platform through the lens of the SECI model (Socialization, Externalization, Combination, Internalization), integrating it with the DeLone and McLean framework to provide a holistic understanding of digital learning dynamics. Methods: A quantitative approach was employed, using an associative design and bivariate inferential analysis. Data were collected via an online questionnaire based on knowledge creation dimensions, distributed through simple random sampling among ICE Institute student users. Responses were measured using a 1–4 forced-answer interval scale and semantic differential scales, and analyzed with SPSS. Results: The findings indicate that user satisfaction is predominantly influenced by knowledge creation processes. Externalization was the most significant contributor, accounting for 41.4% of the impact on information quality, followed by socialization (14.1%) and combination (11.1%). Socialization, combination, and externalization had minimal influence on system and service quality, highlighting a misalignment between active user interactions and platform capabilities. Internalization showed no significant effect and negatively correlated with service quality, indicating limited support for personal knowledge assimilation. Conclusion: Despite limitations such as a sample restricted to students and reliance on quantitative surveys, this study provides strategic insights for improving MOOC platforms. ICE Institute can enhance user satisfaction by integrating knowledge creation processes with system reliability, service responsiveness, adaptive interaction design, and proactive user support. Optimizing these aspects can strengthen digital learning outcomes, support inclusive education, and accelerate sustainable higher education transformation in Indonesia.