Abdul Jalil
Universitas Al-Hikmah Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN PEGON KEYBOARD DAN RUMAH KITAB SEBAGAI KETERAMPILAN DASAR SANTRI DALAM MENINGKATKAN DIGITALISASI PESANTREN Aya Mamlu’ah; Abdul Jalil
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pegon keybard dab rumah kitab dini dilatarbelakangi dengan adanya suatu keharusan dan kesiapan pesantren dalam menyeimbangkan proses pembelajaran pesantren dengan kemajuan digitalisasi yang ada, fokus pelatihan ini di kecamatan Senori yang merupakan daerah dengan banyak jumlah pesantren yang ada, namun tidak semua pesantren mampu dan siap dalam penerapan digitalisasi yang ada oleh karenanya memerlukan perhatian untuk pemeliharaan baik sarana prasarana maupun kegiatan-kegiatan yang positif yang diadakan pesantren-pesantren tersebut. Sementara itu pesantren kurang mendapatkan perhatian dari Lembaga Pendidikan terlebih dalam penerapan digitalisasi pesantren sehingga pesantren tertinggal jauh dengan penerapan digitalisasi tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali dan mengedukasi pesantren agar siap dan mampu mengembangkan dan membranding pesantrennya dalam hal meningkatkan kualitas pembelajaran dari segi media pembelajaran dengan memanfaatkan pegon keyboard dan rumah kitab sebagai Upaya menumbuhkan digitalisasi pesantren. Pelatihan ini dilakukan di Kecamatan Senori dengan jumlah 20 pesantren dengan peserta 40 yang diambil dari ustadz-ustadzah pesantren itu sendiri. Metode yang digunakan adalah ABCD yaitu dengan mengembangkan asset yang dimiliki oleh Pesantren-pesantren di Kec. Senori, salah satu asset yaitu Ustadz-Ustadzah yang memiliki kemampuan dalam menerapkan pegon keyboard dan rumah kitab sebagai ketreampilan dasar dalam meningkatkan digitalisasi pesantren. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara pada pihak-pihak yang terkait dengan Pesantren. Hasil pelatihan ini adalah para pihak pesantren (pengasuh, ustadz-ustadzah dan santri) mengetahui penerapan pegon keyboard dan rumah kitab sebagai keterampilan dasar santri dalam meningkatkan digitalisasi. Kesimpulan dari pelatihan ini hampir 99% pihak pesantren sudah mampu menerapkan aplikasi pegon keyboard dan rumah kitab sesuai dengan aturannya, dengan penerapan pegon keyboard dan rumah kitab mulai dari caranya penggunaan aplikasi, alur pembelajarannya bagaimana dengan fokus pada kitab tentang apa dan sampai pada berhasil serta mahir dalam menerapkan aplikasi pegon keyboard dan rumah kitab.
KONTROL SOSIAL ORANG TUA DAN FENOMENA DISPENSASI KAWIN DI BOJONEGORO: PERSPEKTIF TRAVIS HIRSCHI: PARENTAL SOCIAL CONTROL AND THE PHENOMENON OF MARRIAGE DISPENSATION IN BOJONEGORO: A TRAVIS HIRSCHI PERSPECTIVE Abdul Jalil; Aya Mamlu'ah; Hanif Azhar; Fatimah Fittrotuzzahro
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1394

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran orang tua dalam keluarga upaya preventif  dalam menurunkan angka despensasi nikah di bojonegoro dengan menggunakan kacamata teori kontrol sosial travis hirschi. Dengan menggunakan metode metode penelitian yang kami gunakan adalah metode kualitatif, deskriptif analisis dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Tujuannya untuk mengetahui dinamika despensasi kawin di kabupten Bojonegoro, serta untuk mengetahu peran orang tua dalam preventif menurunkan angka despensasi nikah di kabupaten bojonegoro dengan menggunakan pendekatan teori kontrol sosial travis hirschi Hasil analisis menunjukkan dengan menggunakan teori kontrol sosial travis hirschi akan mampu menekan tingginya permohonan despensasi kawin di Bojonegoro dengan cara melibatkan orang tua dalam kelurga meliputi: Attachment (ikatan emosional), Involvement (keterlibatan aktif), Commitment (komitmen kuat terhadap nilai-nilai positif), dan Belief (keyakinan terhadap norma moral yang berlaku) dengan melibatkan dan dukungan lembaga sosial lain, seperti masyarakat, institusi pendidikan, serta aparat penegak hukum.
Pendampingan Digitalisasi Al-Qur'an dalam Meningkatkan Literasi Membaca Dan Literasi Digital Pada Santri Tahfidz Al-Qur'an Aya Mamlu’ah; Ulva Badi’ Rohmawati; Fahmi Khumaini; Abdul Jalil
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28405

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada digitalisasi Al-Qur'an untuk meningkatkan membaca dan literasi digital di kalangan santri tahfidz di Kecamatan Senori, kegiatan pengabdian masyarakat selama kurang lebih enam bulan. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 santri melalui pelatihan digitalisasi Al-Qur'an untuk meningkatkan membaca dan literasi digital menggunakan aplikasi Memo Qur'an. Metode implementasi termasuk sosialisasi melalui pembelajaran dan diskusi untuk meningkatkan pengetahuan peserta, pelatihan praktis menggunakan simulasi untuk meningkatkan keterampilan aplikasi, dan implementasi teknologi untuk membantu santri menerapkan Al-Qur'an digital dalam proses pembelajaran mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan penerapan Al-Qur'an digital. Skor pra-tes, awalnya antara 50% dan 55%, menunjukkan pemahaman awal yang terbatas. Namun, skor pasca-tes naik menjadi 80% -90%, Keberhasilan ini menyoroti efektivitas program dalam memfasilitasi transfer pengetahuan, pengembangan keterampilan, dan internalisasi nilai terkait penggunaan aplikasi Memo Qur'an untuk digitalisasi Al-Qur'an . Pendekatan pesantren digital berfungsi sebagai langkah penting dalam meningkatkan membaca dan literasi digital di antara santri. Sehingga program ini berhasil mengintegrasikan teknologi digital ke dalam menghafal Al-Qur'an, secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca dan literasi digital santri tahfidz Al-Qur’an melalui pelatihan praktis dan bimbingan berkelanjutan.