Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMK NURUL ISLAM SEKARBELA Arda, Nurul; Iqbal, Muhammad; Najwa, Lu’luin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i3.6741

Abstract

This research aims to describe: the role of school principals in improving the quality of education at Nurul Islam Sekarbela Vocational School. This research method uses qualitative. Data sources are school principals, teachers and students. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data obtained was analyzed by presenting the data, reducing the data and drawing conclusions. The results of this research show that 1) the role of the school principal: a) the role of the school principal as a manager, namely carrying out his role well and the program is structured and running well. b) the role of the school principal as a leader in improving the quality of education, namely by monitoring, guiding and making decisions. c) the role of the school principal as a motivator always sets a good example and appreciates the performance that has been carried out. 2) the quality of education in the implementation of learning so that professional skills and attitudes are able to improve the quality of education. 3) the role of the school principal in improving the quality of education at Nurul Islam Sekarbela Vocational School has the aim of developing educators and educating them well so that they can maintain good and maximum quality of education in the school. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMK Nurul Islam Sekarbela. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Sumber data adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan penyajian data, reduksi data dan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peran kepala sekolah: a) peran kepala sekolah sebagai manajer yaitu melakukan perannya dengan baik serta program sudah terstruktur dan sudah berjalan dengan baik. b) peran kepala sekolah sebagai leader dalam meningkatkan kualitas  pendidikan yaitu dengan cara memantau, membimbing dan pengambilan keputusan. c) peran kepala sekolah sebagai motivator selalu memberikan contoh yang baik dan mengapresiasi kinerja yang sudah dilakukan. 2) kualitas pendidikan dalam penyelenggaraan pembelajaran sehingga keterampilan dan sikap profesional yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan. 3) peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMK Nurul Islam Sekarbela mempunyai tujuan untuk membina pendidik dan mendidik dengan baik sehingga dapat mempertahankan kualitas pendidikan yang baik dan maksimal di sekolah.
Penguatan Kapasitas Berbasis Characterapy (Terapi Karakter) Pada Kasus Bullying di SMAN 7 Mataram Mujib, Mujiburrahman; Najwa, Lu’luin; Endriani, Ani; Kartiani, Baiq Sarlita; Musrifin, Musrifin
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4668

Abstract

Kasus bullying diberbagai sekolah di wilayah Mataram banyak terjadi namun sifatnya tertutup sehingga tidak banyak yang mengetahui, dengan berbagai jenis perundungan fisik, verbal, dan psikologis. Dalam rangka meningkatkan kapasitas guru dalam mencegah dan menangani kasus ini, SMAN 7 Mataram mengikuti program penguatan berbasis Characterapy (terapi karakter). Program ini bertujuan untuk membekali guru dengan keterampilan dalam mengenali tanda-tanda awal bullying, memahami psikologi pelaku dan korban, serta mengembangkan strategi intervensi yang efektif. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMAN 7 Mataram. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan konseling berbasis karakter, diskusi, dan proyek seni yang melibatkan siswa. Selain itu, pendampingan pasca-pelatihan dilakukan melalui dukungan daring dan sesi konsultasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep bullying dan teknik Characterapy, serta kemampuan mengidentifikasi dan mengelola kasus perundungan di sekolah. Harapannya, program ini dapat diperluas dengan melibatkan orang tua untuk menciptakan koordinasi yang optimal antara sekolah dan keluarga dalam upaya mengurangi kejadian bullying.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI OLIMPIADE AKADEMIK SISWA DI SMAN 5 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Herlina, Nesti Nadia; Suhardi, Muhamad; Najwa, Lu’luin
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8554

Abstract

ABSTRACT Students’ achievement in academic olympiads reflects not only individual competence but also the effectiveness of school-based coaching strategies and leadership. The success of SMAN 5 Mataram in national competitions such as the National Science Olympiad (OSN), Islamic Education Olympiad (PAI), and National Student Sports Olympiad (O2SN) highlights the importance of systematic and sustainable coaching programs. This study aims to analyze the planning, implementation, as well as the supporting and inhibiting factors of the principal’s strategies in improving students’ olympiad achievements at SMAN 5 Mataram in the 2024/2025 academic year. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The research participants consisted of the principal, olympiad coaches, and students involved in the coaching program. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the principal’s strategies are systematically planned from the student admission process through interest and talent mapping, implemented through structured coaching outside regular class hours, involving subject teachers and alumni, and supported by adequate school facilities. Supporting factors include the principal’s strong commitment, collaboration among coaches, and students’ motivation, while inhibiting factors involve time constraints, scheduling conflicts, and the high level of difficulty of olympiad materials. The study concludes that directed, collaborative, and adaptive school leadership plays a crucial role in sustainably enhancing students’ olympiad achievements. ABSTRAK Prestasi olimpiade siswa mencerminkan keberhasilan strategi pembinaan yang diterapkan oleh sekolah serta efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola program akademik unggulan. Keberhasilan SMAN 5 Mataram dalam meraih prestasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menunjukkan pentingnya strategi pembinaan yang terencana dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung dan penghambat strategi kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi olimpiade siswa di SMAN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina, dan siswa peserta olimpiade. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah direncanakan secara sistematis sejak penerimaan peserta didik baru melalui pemetaan minat dan bakat siswa, dilaksanakan melalui pembinaan terstruktur di luar jam pelajaran dengan melibatkan guru pembina dan alumni, serta didukung oleh fasilitas sekolah yang memadai. Faktor pendukung utama meliputi komitmen kepala sekolah, kerja sama guru pembina, dan motivasi siswa, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, benturan jadwal, dan tingkat kesulitan materi olimpiade. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang terarah, kolaboratif, dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan prestasi olimpiade siswa secara berkelanjutan.
PERAN GURU PENGGERAK DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD NEGERI SE-KECAMATAN MOYO UTARA KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Ramdani, Nadila; Hardiansyah, Hardiansyah; Najwa, Lu’luin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7622

Abstract

The quality of learning in elementary schools located in remote areas such as North Moyo District still faces various challenges, particularly limited facilities, restricted access, and the insufficient capacity of teachers to manage effective instruction. These conditions require the presence of Driving Teachers (Guru penggerak) as learning leaders capable of initiating meaningful changes in school practices. This study aims to explain the role of Driving Teachers in improving reciprocal learning, the strategies they employ, as well as the supporting and inhibiting factors encountered during implementation. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, involving five public elementary schools through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Driving Teachers enhance learning quality through instructional leadership, the application of interactive and differentiated learning methods, and the development of a reflective culture among teachers. Key strategies include establishing learning communities, collaborating with stakeholders, and implementing contextual learning based on local potential. These findings highlight the need for a more systematic support system to replicate the innovative practices of Driving Teachers and strengthen the collaborative school ecosystem to improve learning quality sustainably. ABSTRAK Mutu pembelajaran di sekolah dasar di wilayah terpencil seperti Kecamatan Moyo Utara masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana, akses, serta kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran yang efektif. Kondisi tersebut menuntut hadirnya guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menginisiasi perubahan praktik mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran guru penggerak dalam meningkatkan pembelajaran timbal balik, strategi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat yang ditemukan dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada lima SD Negeri melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memperkuat mutu pembelajaran melalui kepemimpinan instruksional, penerapan metode belajar interaktif, diferensiasi, serta pengembangan budaya reflektif di kalangan guru. Strategi utama meliputi pembentukan komunitas belajar, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan penerapan pembelajaran kontekstual berbasis potensi lokal. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan sistem yang lebih sistematis agar praktik inovatif guru penggerak dapat direplikasi dan memperkuat ekosistem kolaboratif sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.  
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK Haidah, Masaad; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu’luin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9852

Abstract

ABSTRACT The Merdeka Curriculum is an educational policy designed to provide flexibility for schools in developing students’ potential based on their characteristics, interests, and talents. This curriculum emphasizes student-centered learning, collaboration, and project-based approaches to strengthen the Pancasila Student Profile. This study aims to examine the implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 2 Mataram and to identify the supporting and inhibiting factors in improving students’ competencies. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The informants include the vice principal for curriculum affairs, subject teachers, and twelfth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has been carried out gradually and systematically. Teachers refer to Learning Outcomes, develop Learning Objective Flows, and apply differentiated learning strategies. The Pancasila Student Profile Strengthening Project plays a role in fostering students’ character, creativity, and collaboration. Its implementation is supported by school commitment, teacher readiness, and adequate facilities, although challenges remain, such as limited instructional time and differences in students’ abilities. ABSTRAK Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam mengembangkan potensi peserta didik sesuai karakteristik, minat, dan bakatnya. Kurikulum ini menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, kolaborasi, serta penggunaan pendekatan berbasis proyek untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 2 Mataram serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan terdiri atas wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah berjalan secara bertahap dan sistematis. Guru mengacu pada Capaian Pembelajaran, mengembangkan Alur Tujuan Pembelajaran, serta menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berperan dalam mengembangkan karakter, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Keberhasilan didukung oleh komitmen sekolah, kesiapan guru, dan fasilitas, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa.
EKSPLORASI PERAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU Kalo, Maria Goreti; Rohiyatun, Baiq; Najwa, Lu’luin
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.9914

Abstract

ABSTRACT Academic supervision is an important strategy for improving teachers’ professionalism in schools. The effectiveness of its implementation is influenced by the quality of planning, implementation, and follow-up of the supervision process. This study aims to describe the implementation of academic supervision at SMAN 5 Mataram and its role in improving teachers’ professionalism, including pedagogical, personal, social, and professional competencies, as well as to identify the supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research informants consisted of the principal, the vice principal for curriculum affairs, and subject teachers. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that academic supervision planning is carried out systematically through an annual coordination meeting preceded by mapping teachers’ needs. The implementation of supervision emphasizes a collaborative approach through classroom observations and individual conferences, while follow-up activities are conducted in the form of coaching and constructive feedback. Supporting factors include effective principal leadership, a collaborative school culture, and the availability of adequate facilities and infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors include limited time, teachers’ workload, and limited technological facilities. Overall, consistent and participatory academic supervision contributes positively to improving teachers’ professionalism at SMAN 5 Mataram. ABSTRAK Supervisi akademik merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah. Keberhasilan pelaksanaannya dipengaruhi oleh kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta tindak lanjut supervisi yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan supervisi akademik di SMAN 5 Mataram serta perannya dalam meningkatkan profesionalisme guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan supervisi akademik dilakukan secara terstruktur melalui rapat awal tahun yang diawali dengan pemetaan kebutuhan guru. Pelaksanaan supervisi menekankan pendekatan kolaboratif melalui observasi kelas dan pembicaraan individual, sedangkan tindak lanjut dilakukan dalam bentuk pembinaan serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Faktor pendukung pelaksanaan supervisi meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, budaya sekolah yang kolaboratif, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, beban kerja guru, serta keterbatasan fasilitas teknologi. Secara keseluruhan, supervisi akademik yang dilaksanakan secara konsisten dan partisipatif terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profesionalisme guru di SMAN 5 Mataram.