Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dalam Pendampingan Kepesertaan BPJS (Dandaman BPJS) Restu Pertiwi, Melinda; Raziansyah, Raziansyah; Ifansyah, M. Noor; Reviagana, Kusnindyah Praedevy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1.1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.1.5015

Abstract

BPJS merupakan badan hukum yang wajib diikuti oleh penduduk Indonesia. Kepesertaan BPJS di Indonesia masih 83,89%, di bawah target minimal 95% dari total penduduk Indonesia. Namun, kader masih belum memahami tentang kepesertaan termasuk jenis dan alur pendaftaran peserta. Tujuan pengabdian ini yaitu berdayanya kader dalam pendampingan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan melalui sosialisasi langsung. Sehingga bertambahnya angka kepesertaan BPJS di Desa Tanjung Rema. Metode pelaksanaan yaitu melalui pengkajian, penentuan masalah, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian didapatkan data pengetahuan masyarakat tentang JKN dan BPJS sebelum dilaksanakan pendampingan yaitu baik 64%, cukup 28%, dan kurang 8%. Setelah diberikan pendampingan dan sosialisasi pengetahuan meningkat menjadi baik 92% dan cukup 8%. Masyarakat kurang mendapatkan informasi terkait JKN dan layanan yang diberikan BPJS. Kendala yang dialami seperti kurang pengetahuan tentang cara mendaftar hingga asumsi Masyarakat yang merasa rugi jika tidak memanfaatkan layanannya. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu pengetahuan kader tentang BPJS Kesehatan masih kurang sehingga perlu mendapatkan sosialisasi langsung dari narasumber yang kompeten untuk meningkatkan kepesertaan BPJS.
STRATEGI PENINGKATAN KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL (SIPATUH ARV) PADA ORANG DENGAN HIV AIDS (ODHIV) Reviagana, Kusnindyah Praedevy; Raziansyah, Raziansyah; Pertiwi, Melinda Restu; Ifansyah, M. Noor
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2025): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i2.35327

Abstract

Pengobatan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan antiretroviral (ARV) merupakan terapi utama untuk meningkatkan kualitas hidup ODHIV, namun rendahnya pemahaman mengenai terapi masih menjadi hambatan dalam mencapai kepatuhan. Kegiatan pengabdian ini menghadirkan kebaruan melalui pengembangan media edukasi digital berupa e-poster berjudul “Si Patuh ARV, Mengenal TLD” yang berfokus pada pengenalan regimen TLD (Tenofovir, Lamivudine, Dolutegravir) dan disusun bersama Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) agar sesuai dengan kebutuhan ODHIV, terutama mereka yang baru memulai pengobatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ODHIV mengenai terapi ARV jenis TLD melalui media yang mudah diakses secara daring. Metode yang digunakan meliputi penyebaran e-poster kepada 20 ODHIV dampingan KDS disertai pengisian kuesioner pretest dan posttest, dengan analisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan P-value = 0,001, yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian e-poster, meskipun mayoritas responden telah memiliki dasar pemahaman yang baik sebelumnya. Kesimpulannya, e-poster ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan ODHIV terkait pengobatan TLD dan dapat menjadi rekomendasi untuk pengembangan kegiatan selanjutnya dengan mempertimbangkan durasi pengobatan agar pemahaman dasar seluruh ODHIV lebih merata.Kata Kunci: Antiretroviral; E-poster; HIV-AIDS; Sipatuh; TLD.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Posyandu Plus Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Reviagana, Kusnindyah Praedevy; Kirana, Cut Ika Anugrah; Wirandi, Muhammad
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.495

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan tikar pertumbuhan terhadap 24 balita di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, ditemukan bahwa 16,7% (2 balita) berada pada zona merah yang menandakan risiko stunting. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi Balita yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan pedoman gizi seimbang serta stimulasi tumbuh kembang anak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang, pelatihan kader, serta pendampingan stimulasi balita. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader dan ibu balita. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui pre-test, kuesioner, dan observasi. Hasil kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta, di mana pengetahuan peserta saat pre-test tentang gizi seimbang pada balita diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori cukup (56,67%). Setelah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada balita, hasil post test menunjukkan mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori baik (70%). Hasil pengukuran keterampilan kader saat pre-test tentang stimulasi perkembangan pada balita diperoleh bahwa mayoritas keterampilan kader sebelum pelatihan berada pada kategori kurang (100%). Setelah diberikan pelatihan tentang stimulasi perkembangan pada balita, hasil post-testmenunjukkan mayoritas pengetahuan kader berada pada kategori baik (60%). Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan ibu balita dalam pencegahan stunting. Disarankan kegiatan ini dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor.