Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Aktivitas Antioksidan Fraksi Metanol Biji Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dan Fraksi Metanol Biji Kacang Hijau (Phaseolus radiatus) Menggunakan Metode DPPH Rezkiyah Anatasya Dwi Murni Hulungo; Hamsidar Hasan; A. Mu'thi Andy Suryadi; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Wiwit Zuriarti Uno
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i2.69

Abstract

Senyawa antioksidan merupakan suatu kelompok senyawa fitokimia yang berpotensi dalam menangkal radikal bebas dan sering ditemukan dalam tumbuhan. Phaseolus radiatus L. dan Phaseolus vulgaris L. merupakan tumbuhan yang berasal dari family yang sama yaitu Fabaceae. Dimana kedua tanaman ini memiliki banyak potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan pada fraksi metanol biji kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dan biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) menggunakan metode DPPH. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan metode skrining fitokimia dan analisis Kromatografi Lapis Tipis, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan variasi konsentrasi 20, 40, 60, 80 dan 100 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC 50 pada fraksi biji kacang merah sebesar 27.51 µg/mL. Sedangkan pada fraksi biji kacang hijau sebesar 51.62 µg/mL. Berdasarkan analisis statistik Mann Whitney Test, analisis antioksidan pada fraksi biji kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) lebih besar dibandingkan dengan fraksi biji kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) dimana terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua sampel (Asymp Sig. < 0.05).
Analisis Kandungan Formalin Dalam Tahu Putih Yang Beredar Di Pasar Tradisional Kota Gorontalo Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ni Kadek Yuniarti; La Ode Aman; A. Mu'thi Andy Suryadi; Widy Susanti Abdulkadir; Rifka Anggraini Anggai
Journal of Pharmacology and Natural Products Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jpnp.v3i2.208

Abstract

Formalin adalah larutan tak berwarna dengan aroma tajam yang mengandung 37% formaldehid dalam air dan digunakan sebagai pengawet untuk bahan non-pangan. Namun, penyalahgunaannya dalam industri pangan, terutama di pasar tradisional, menjadi masalah serius. Formalin sering ditambahkan kedalam tahu untuk memperpanjang masa simpan, tetapi hal ini dapat menyebabkan keracunan dan gangguan pernapasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan formalin dalam tahu putih yang beredar di pasar tradisional kota Gorontalo. Metode yang digunakan pada penelitian adalah uji kualitatif dengan larutan KMnO₄ dan uji kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Vis. Sebanyak dua belas sampel tahu diperoleh dari empat pasar tradisional Kota Gorontalo. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dua sampel dari pasar C salah satu pasar di Kota Gorontalo positif mengandung formalin. Uji kuantitatif lebih lanjut menunjukkan kadar formalin sebesar 12,27 mg/kg pada sampel C1 dan 25,72 mg/kg pada sampel C3. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat tahu yang mengandung formalin yang beredar di pasar tradisional Kota Gorontalo.