Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problem dan Solusi Madrasah Diniyah: (Kajian Manajemen dan Kebijakan Madin dalam Permenag Nomor 13 Tahun 1964) Musayyidi, Musayyidi
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.630

Abstract

Salah satu hasil yang mengembirakan bagi tranformasi pendidikan Islam di zaman orde reformasi adalah hasil amandemen ke-4 pasal 31 UUD 1945 dan diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas serta diberlakukannya PP. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dengan demikian eksistensi pendidikan Islam semakin diakui dalam tatanan pendidikan nasional. Madrasah diniyah dianggap sebagai pusat pendidikan keagamaan. Perkembangan Madrasah diniyah telah mengalami kemajuan pesat, namun dibalik itu, Perkembangan Madrasah diniyah masih mangalami berbagai kendala, baik dalam sistem Kurikulum, Metode, Pendanaan, Ketenagaan dan lain sebagainya. Dalam sejarah Awal Lahirnya Madrasah Diniyah Yang Diatur Dalam Permenag No 13 Tahun 1964 Serta Potret Madrasah Diniyah Hingga Problema Dan Solusi Madrasah Diniyah. Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah, Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi Permintaan masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam. Kebijakan Madrasah Diniyah dalam permenag no 13 tahun 1964, pengelolaanya masih sederhana, dibagi menjadi tiga jenjang: ula (4) tahun, wustha (3) tahun, ulya (3) tahun. Dari tiap-tiap jenjang tersebut hanya 10 jam perminggu UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan disyahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Karena itu berarti negara telah menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di Indonesia. Keberadaan peraturan perundangan tersebut telah menjadi ”tongkat penopang” bagi madrasah diniyah yang sedang mengalami krisis identitas. Karena selama ini, penyelenggaraan pendidikan diniyah ini tidak banyak diketahui bagaimana pola pengelolaannya. Tapi karakteristiknya yang khas menjadikan pendidikan ini layak untuk dimunculkan dan dipertahankan eksistensinya.
Al-Tadākhul al-Naḥwī li-Lughah al-Madriyyah fī Muḥādathah al-Lughah al-‘Arabiyyah ladā Ṭullāb Ṣaff al-Nashāṭāt al-Iḍāfiyyah: Interferensi Sintaksis Bahasa Madura terhadap Percakapan Bahasa Arab Siswa Kelas Ekstrakurikuler Kiswatul Mar’ah; Sri Wahyuni; Musayyidi
Al-Kafaah : Journal of Arabic Language and Linguistics Education (ALLE) Vol 3 No 1 Desember 2024
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/alle.vi.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Bentuk-bentuk Interferensi Sintaksis Bahasa Madura pada Percakapan Bahasa Arab Siswa Kelas Ekstrakurikuler MI Jauharul Ulum Batuputih Sumenep Madura dan Penyebab Terjadinya Interferensi Sintaksis Bahasa Madura pada Percakapan Bahasa Arab Siswa Kelas Ekstrakurikuler MI Jauharul Ulum Batuputih. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: Observasi, Wawancara, Rekaman Audio, dan Dokumentasi. Sedangkan metode analisis data ini menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan dari hasil pengumpulan data. Hasil analisis menggambarkan bahwa interferensi sintaksis bahasa Madura terjadi karena siswa MI Jauharul Ulum sudah terbiasa menggunakan bahasa lain, sehingga ketika berkomunikasi dengan bahasa Arab pada saat kegiatan ekstrakurikuler akan berpengaruh dan akan banyak ditemukan kesalahan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Kata Kunci: Interferensi Sintaksis, Bahasa Madura, Bahasa Arab