This Author published in this journals
All Journal Jurnal al Hikmah
Chalida, Noer
Jurnal al Hikmah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Hasbi Ash-Siddieqy Tentang Hadis Chalida, Noer
Jurnal al Hikmah Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Kependidikan dan Syariah
Publisher : Jurnal al Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.508 KB)

Abstract

Tulisan ini membicarakan tentang pemikiran teori hadis menurut tokoh hadis Indonesia, Hasbi Ash-Siddieqy. Beliau merupakan pionir pada masanya dalam hal kodifikasi periodesasi hadis. Meski sebelumnya telah banyak para sarjana awal menulis tentang hadis. Akan tetapi penulisan tersebut baru pada tataran periwayatan, belum pada tahap pembahasan epistemoligi hadis. Menurutnya, secara terminologi, hadis dan sunnah tidak bisa diharmonisasikan dalam aspek devinisi. Ada perbedaan yang cukup tajam antara keduanya hingga berimbas pada legalitas penetapan syariat yang telah dipraktekkan kaum muslim. Jika pada umumnya para pakar hadis mengatakan sunnah lebih umum daripada hadis, maka pandangan Hasbi Ash-Siddieqy jutru sebaliknya
Bedah Pe mikiran Ibnu ‘Āsyur dalam Maqāsid Syarī’ah al-Islāmiyyah: Maqāsid Syarī’ah Sebagai Pisau Analisis Pembacaan Hadis Chalida, Noer
Jurnal al Hikmah Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kependidikan dan Syariah
Publisher : Jurnal al Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibn Āsyūr merupakan guru kedua [al-mu „allim al-tsāni] dalam maqāshid al-syarī„ah, setelah al-Syāthibi. Dalam perkembangan kontemporer, pemikiran maqāshid al-syarī„ah telah meluas mulai dari lapangan fiqh, ushūl al- fiqh, tafsir dan bahkan strategi kebijakan perusahaan/negara. Tulisan ini berusaha membedah konsep maqāshid al-syarī„ah Ibn Āsyūr dalam bukunya Maqāshid al-Syarī„ah al-Islāmiyyah, terutama relasinya dengan model pemahaman hadis. Ketika maqāshid al-syarī„ah menjadi acuan asumsi awal, pra-pemahaman, dan perspektif tentunya hasil penilaian akan berbeda jika kita menggunakan perspektif lain. Hal ini dapat dilihat secara jelas dalam pemikiran Ibn Āsyūr seperti yang akan dikaji dalam tulisan ini.
REKONSTRUKSI FIQH: TAWARAN METODOLOGIS MUH{AMMAD SYAH{RÛR Chalida, Noer
Jurnal al Hikmah Vol 4, No 2 (2016): Kependidikan dan Syariah
Publisher : Jurnal al Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.508 KB)

Abstract

Of the overall effort to reformulate legal theory, the views Muhammad Shahrour up to now is the most convincing. The successful culmination of a legal methodology relies not only on the intellectual integrity and the level of sophistication in theorizing but depends also on the possibility that law enforcement methodology in the social context. It is unfortunate, legal concepts and methodological new law offered by Shahrour is still foreign to the majority of Muslims. In fact, not only the methodology has been prepared in a coherent and well, but also the methodology more in line with the thinking of Islamic system. Shahrour’s methodology not subject to the textual concept is understood, but it combines textual and contextual analysis to put a humane law which provides general guidelines. Strictly speaking, Shahrour’s methodology not want to be dictated literal and textually by the will revelation. Based on the Shahrour’s premise, then this article focuses on the perspective of the Shahrour associated with the construction of Islamic law (fiqh) and an offer that he gave