Tulisan ini membicarakan tentang pemikiran teori hadis menurut tokoh hadis Indonesia, Hasbi Ash-Siddieqy. Beliau merupakan pionir pada masanya dalam hal kodifikasi periodesasi hadis. Meski sebelumnya telah banyak para sarjana awal menulis tentang hadis. Akan tetapi penulisan tersebut baru pada tataran periwayatan, belum pada tahap pembahasan epistemoligi hadis. Menurutnya, secara terminologi, hadis dan sunnah tidak bisa diharmonisasikan dalam aspek devinisi. Ada perbedaan yang cukup tajam antara keduanya hingga berimbas pada legalitas penetapan syariat yang telah dipraktekkan kaum muslim. Jika pada umumnya para pakar hadis mengatakan sunnah lebih umum daripada hadis, maka pandangan Hasbi Ash-Siddieqy jutru sebaliknya
Copyrights © 2017