Ibn ÄsyÅ«r merupakan guru kedua [al-mu âallim al-tsÄni] dalam maqÄshid al-syarÄ«âah, setelah al-SyÄthibi. Dalam perkembangan kontemporer, pemikiran maqÄshid al-syarÄ«âah telah meluas mulai dari lapangan fiqh, ushÅ«l al- fiqh, tafsir dan bahkan strategi kebijakan perusahaan/negara. Tulisan ini berusaha membedah konsep maqÄshid al-syarÄ«âah Ibn ÄsyÅ«r dalam bukunya MaqÄshid al-SyarÄ«âah al-IslÄmiyyah, terutama relasinya dengan model pemahaman hadis. Ketika maqÄshid al-syarÄ«âah menjadi acuan asumsi awal, pra-pemahaman, dan perspektif tentunya hasil penilaian akan berbeda jika kita menggunakan perspektif lain. Hal ini dapat dilihat secara jelas dalam pemikiran Ibn ÄsyÅ«r seperti yang akan dikaji dalam tulisan ini.
Copyrights © 2015