Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Hutang Piutang Sujana, I Kadek Eka; Sari, Novi Eka; Lorentzon, Elmend; Juliantary, Sella Romika; Satrio, Andri Putro; Anggraeni, Happy Yulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24897

Abstract

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah menjadi alternatif utama dalam penyelesaian sengketa hutang piutang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi BANI sebagai lembaga alternatif yang efektif dan terpercaya dalam menangani sengketa tersebut. Dalam penelitian ini, pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menggali dasar hukum dan prinsip-prinsip yang mendukung keberadaan BANI sebagai lembaga penyelesaian sengketa. Berdasarkan studi literatur dan wawancara dengan praktisi hukum, hasil penelitian menunjukkan bahwa BANI menawarkan solusi yang cepat, efisien, dan adil dalam penyelesaian sengketa hutang piutang. Meskipun memiliki kelebihan seperti kerahasiaan proses, fleksibilitas, dan efisiensi biaya, BANI juga dihadapkan pada tantangan seperti tingginya biaya arbitrase, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap mekanisme arbitrase, serta eksekusi putusan yang belum sepenuhnya efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi perlunya pengembangan skema biaya yang lebih terjangkau, sosialisasi yang lebih luas, dan kolaborasi internasional guna memperkuat posisi BANI di tingkat nasional dan global.
The Deficit of Legal Effectiveness: A Juridical Review of Illegal Dental Practice by Non-Dentist Practitioners in Indonesia Juliantary, Sella Romika; Jamaludin, Ahmad
Research Horizon Vol. 5 No. 6 (2025): Research Horizon - December 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.6.2025.864

Abstract

The rise of dental procedures performed by non-dentists, especially high-risk aesthetic services such as illegal braces and veneer installations, has created significant legal and public health concerns in Indonesia. This study provides a juridical assessment of unauthorized dental practice and evaluates the effectiveness of law enforcement through the illegal veneer case in Karanganyar based on Decision Number 51/Pid.Sus/2019/PN.Krg). Using a normative juridical method with statutory and case approaches, it analyzes the hierarchy and consistency of relevant regulations, including the health law, medical practice law, and the Ministry of Health regulation on dental technicians. Guided by Soerjono Soekanto’s theory of law enforcement effectiveness, the findings show that such practices remain widespread due to inconsistent application of administrative and criminal sanctions, weak coordination among law-enforcement and health authorities, and low public legal awareness. The Karanganyar decision illustrates how lenient penalties and the absence of automatic administrative measures, such as closing the illegal practice undermine deterrence. The study concludes that effective enforcement of health law requires stronger institutional integration and improved legal culture. It proposes developing an integrated sanction system that links criminal rulings with mandatory administrative penalties to enhance deterrence and curb illegal dental practice nationwide.