Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksistensi Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Hutang Piutang Sujana, I Kadek Eka; Sari, Novi Eka; Lorentzon, Elmend; Juliantary, Sella Romika; Satrio, Andri Putro; Anggraeni, Happy Yulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24897

Abstract

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) telah menjadi alternatif utama dalam penyelesaian sengketa hutang piutang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi BANI sebagai lembaga alternatif yang efektif dan terpercaya dalam menangani sengketa tersebut. Dalam penelitian ini, pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menggali dasar hukum dan prinsip-prinsip yang mendukung keberadaan BANI sebagai lembaga penyelesaian sengketa. Berdasarkan studi literatur dan wawancara dengan praktisi hukum, hasil penelitian menunjukkan bahwa BANI menawarkan solusi yang cepat, efisien, dan adil dalam penyelesaian sengketa hutang piutang. Meskipun memiliki kelebihan seperti kerahasiaan proses, fleksibilitas, dan efisiensi biaya, BANI juga dihadapkan pada tantangan seperti tingginya biaya arbitrase, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap mekanisme arbitrase, serta eksekusi putusan yang belum sepenuhnya efektif. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi perlunya pengembangan skema biaya yang lebih terjangkau, sosialisasi yang lebih luas, dan kolaborasi internasional guna memperkuat posisi BANI di tingkat nasional dan global.
Penguatan Perlindungan Hukum Konsumen dalam Jasa Kesehatan: Perbandingan Hukum Nasional dan Internasional Prayuti, Yuyut; Lany, Arman; Sari, Novia Eka; Sujana, I Kadek Eka; Widya, Widya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i3.15398

Abstract

Jasa kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang esensial. Di era globalisasi ini, banyak masyarakat yang mencari layanan kesehatan di luar negeri karena berbagai alasan. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan sistem perlindungan hukum konsumen dalam jasa kesehatan di tingkat nasional dan internasional serta merumuskan rekomendasi untuk memperkuat perlindungan hukum konsumen dalam jasa kesehatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum. Teknik pengumpulan data pada peneltian ini yakni dengan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum konsumen dalam jasa kesehatan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan telah secara resmi menetapkan hak dan tanggung jawab serta konsekuensi hukum yang harus dipatuhi oleh penyedia layanan kesehatan dan penerima layanan tersebut. Sedangkan dalam tingkat internasional yang dalam hal ini adalah Singapura, perlindungan konsumen diatur oleh Consumer Protection (Fair Trading) Act 2003 (CPFTA). Undang-undang ini telah mengalami sejumlah revisi, yang paling baru terjadi pada tahun 2020. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat perlindungan hukum konsumen dalam jasa kesehatan di Indonesia antara lain meningkatkan edukasi dan informasi kepada konsumen tentang hak-hak mereka, memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap penyedia layanan kesehatan, meningkatkan kerjasama internasional dalam bidang perlindungan konsumen dalam jasa kesehatan.
No-Fault Compensation System and Restorative Justice in Medical Dispute Resolution: A Lesson from New Zealand for Indonesia Sujana, I Kadek Eka; Fikri, Ahmad Ma’mum
Research Horizon Vol. 5 No. 6 (2025): Research Horizon - December 2025
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.5.6.2025.857

Abstract

Medical dispute resolution in Indonesia relies on a fault-based litigation model, which burdens patients with high evidentiary standards, stigmatizes physicians, and hinders systemic learning in healthcare. This article aims to explore the potential of integrating a no-fault compensation system with restorative justice as an alternative framework. The research adopts a normative juridical method combined with comparative legal analysis, using New Zealand’s accident compensation corporation as a primary comparative model. Findings indicate that Indonesia’s mechanism fails to ensure equitable remedies and often results in defensive medicine. New Zealand’s no-fault compensation system demonstrates efficiency and patient-centeredness. However, the no-fault compensation system alone may lack the relational repair component that restorative justice provides. The proposed hybrid no-fault restorative justice model combines material justice (compensation without proof of negligence) with relational justice (acknowledgement, apology, and trust restoration). This integrated approach is normatively consistent with Indonesia’s constitutional commitment to social justice and resonates with cultural values of deliberation. The hybrid no-fault restorative justice model could transform Indonesia’s health law from a punitive, adversarial paradigm into a preventative, restorative, and patient-centered system.