Nurul Arabia
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN HADITS-HADITS DAN AYAT-AYAT EKONOMI DALAM TRANSAKSI KEUANGAN DI KSPPS MUHARJAM KOLAKA Nurul Arabia; Nahda Afniatul Ataya; Nurul Hildayani; Abd. Rizal
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v2i3.3908

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan hadits-hadits dan ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait dengan ekonomi dalam transaksi keuangan di Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Muharjam, Kolaka. Fokus utama penelitian adalah pada implementasi prinsip-prinsip fiqh muamalah dalam produk dan layanan koperasi, seperti pembiayaan syariah, tabungan, serta gadai syariah. Studi ini menemukan bahwa hadits-hadits tentang larangan riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi) menjadi pedoman penting dalam operasi koperasi. Namun, tantangan muncul dalam penerapan nilai-nilai syariah ini, terutama dalam aspek edukasi dan pemahaman anggota dan karyawan mengenai akad-akad yang sah sesuai syariah, seperti murabahah, mudharabah, dan ijarah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan karyawan serta edukasi literasi keuangan syariah bagi anggota, guna memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam transaksi yang adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip Islam.
TINJAUAN EKONOMI ISLAM TENTANG ASURANSI BPJS KESEHATAN Mustabsyirah; Nurul Arabia; Abd Rizal
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 1 (2025): September
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i1.5725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Fokus utama penelitian meliputi aspek akad, pengelolaan dana, serta keberadaan unsur gharar, riba, dan maysir dalam praktik penyelenggaraan BPJS. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis beberapa jurnal ilmiah nasional yang relevan dan kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa BPJS Kesehatan belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip syariah. Ketidakjelasan akad antara peserta dan penyelenggara, tidak adanya pemisahan dana, penerapan denda keterlambatan, serta ketimpangan manfaat antarpeserta menjadi indikator ketidaksesuaian sistem BPJS dengan ketentuan muamalah Islam. Simpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya reformasi struktural melalui penerapan akad tabarru’, penghapusan denda, pemisahan dana secara jelas, dan pelibatan Dewan Pengawas Syariah agar BPJS dapat diselaraskan dengan nilai-nilai keadilan, transparansi, dan tolong-menolong dalam ekonomi Islam.
DAMPAK PROGRAM BANTUAN SOSIAL PEMERINTAH TERHADAP KETAHANAN EKONOMI KELUARGA Jumasrah; Nahda Afniatul Ataya; Nurul Arabia; Anggun Pratiwi
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6543

Abstract

Ketahanan ekonomi keluarga merupakan aspek penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok miskin dan rentan. Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST), untuk menjaga kesejahteraan keluarga dan mengurangi kerentanan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan pendekatan kualitatif, menelaah berbagai penelitian terdahulu dan dokumen akademik terkait dampak bansos terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Hasil kajian menunjukkan bahwa bantuan sosial berperan signifikan dalam menjaga konsumsi, menstabilkan pendapatan, dan mengurangi risiko kemiskinan ekstrem. Bantuan bersyarat seperti PKH juga memberikan efek jangka panjang melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak. Meskipun demikian, efektivitas program masih dipengaruhi oleh ketepatan sasaran, mekanisme distribusi, dan potensi ketergantungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan sistem pendataan, peningkatan transparansi penyaluran, dan integrasi bansos dengan program pemberdayaan ekonomi untuk memastikan manfaat yang berkelanjutan bagi ketahanan ekonomi keluarga.
ANALISIS KESIAPAN FATWA DSN-MUI TERHADAP PENGEMBANGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Abd Rizal; Nurul Arabia; Anggun Pratiwi
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.7014

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di sektor keuangan syariah menghadirkan peluang besar bagi peningkatan efisiensi, akurasi pengambilan keputusan, dan kualitas layanan. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan tantangan regulatif, terutama terkait kesesuaian syariah, transparansi algoritma, serta perlindungan data nasabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan fatwa DSN-MUI dalam merespons pemanfaatan AI pada Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen fatwa DSN-MUI, literatur terkait teknologi keuangan, serta wawancara dengan anggota DSN-MUI, Dewan Pengawas Syariah, akademisi, dan praktisi industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun DSN-MUI telah mengeluarkan sejumlah fatwa yang relevan dengan transaksi digital, fintech, dan perlindungan data, belum terdapat fatwa yang secara eksplisit mengatur pemanfaatan AI. Kesiapan regulatif masih berada pada tahap konseptual, terutama karena kerangka syariah saat ini lebih fokus pada transaksi finansial konvensional daripada sistem berbasis algoritma. Tantangan utama meliputi isu transparansi model AI, potensi bias algoritmik, penetapan tanggung jawab hukum, perlindungan data pribadi, serta kepastian akad dalam keputusan otomatis. Di sisi lain, peluang penerapan AI dalam LKS sangat besar, meliputi peningkatan efisiensi risk management, optimalisasi penilaian pembiayaan, otomatisasi kepatuhan syariah, dan perluasan akses keuangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa DSN-MUI perlu menyusun fatwa khusus atau pedoman etik AI yang mencakup prinsip keadilan, keterbukaan algoritma, akurasi data, maslahah, dan pencegahan gharar dalam keputusan otomatis. Selain itu, diperlukan harmonisasi antara fatwa, regulasi OJK dan BI, serta standar teknologi global berbasis syariah untuk memastikan implementasi AI tetap sesuai prinsip Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam merumuskan kebutuhan regulatif dan arah pengembangan AI yang syariah compliant di Indonesia.